alexametrics
24.6 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Proyek Jembatan Pasongsongan Molor

SUMENEP – Tiga jembatan di jalan nasional wilayah pantura Sumenep diperbaiki pada 2017. Tetapi, satu jembatan belum selesai hingga sekarang, yaitu Jembatan Pasongsongan.

Pelaksanaan proyek jembatan ini menggunakan APBN. Mulai dikerjakan sekitar akhir triwulan ketiga 2017. Hingga akhir 2017 hanya separo jembatan di sisi selatan yang terselesaikan. Sedangkan separo sisi utara dalam tahap pengerjaan.

Padahal, proyek dengan anggaran miliaran itu mestinya dituntaskan pada 2017. Pada hari-hari tertentu, pasaran Pasongsongan dan Ambunten, terjadi kemacetan. Sebab, jembatan hanya bisa dilalui satu arah. ”Wilayah pantura, hanya Jembatan Pasongsongan ini yang belum selesai. Lainnya sudah selesai semua,” kata Zaimul Arifin, aktivis sosial dan lingkungan wilayah pantura Kamis (4/1).

Pelaksana proyek saat didatangi ke lokasi tidak ada. Ditanyakan kepada salah satu pekerja, pelaksana sudah pulang dan hanya sebentar di lokasi. ”Katanya mau beli perkakas las,” kata seorang pekerja bertopi hitam.

Baca Juga :  1.200 Pemudik Masih tertahan di Pulau

Anggota Komisi V DPR RI Nizar Zahro mengungkapkan, proyek itu sudah molor. Pelaksana harus membayar denda. Sesuai Perpres 70/2012 pasal 120 denda keterlambatan 1/1000 per hari dikalikan nilai kontrak.

”PPK proyek Jembatan Pasongsongan itu harus memberi teguran keras karena sudah melebihi deadline,” singkatnya.

- Advertisement -

SUMENEP – Tiga jembatan di jalan nasional wilayah pantura Sumenep diperbaiki pada 2017. Tetapi, satu jembatan belum selesai hingga sekarang, yaitu Jembatan Pasongsongan.

Pelaksanaan proyek jembatan ini menggunakan APBN. Mulai dikerjakan sekitar akhir triwulan ketiga 2017. Hingga akhir 2017 hanya separo jembatan di sisi selatan yang terselesaikan. Sedangkan separo sisi utara dalam tahap pengerjaan.

Padahal, proyek dengan anggaran miliaran itu mestinya dituntaskan pada 2017. Pada hari-hari tertentu, pasaran Pasongsongan dan Ambunten, terjadi kemacetan. Sebab, jembatan hanya bisa dilalui satu arah. ”Wilayah pantura, hanya Jembatan Pasongsongan ini yang belum selesai. Lainnya sudah selesai semua,” kata Zaimul Arifin, aktivis sosial dan lingkungan wilayah pantura Kamis (4/1).


Pelaksana proyek saat didatangi ke lokasi tidak ada. Ditanyakan kepada salah satu pekerja, pelaksana sudah pulang dan hanya sebentar di lokasi. ”Katanya mau beli perkakas las,” kata seorang pekerja bertopi hitam.

Baca Juga :  Warga Kepulauan Sumenep Bisa Mudik Gratis

Anggota Komisi V DPR RI Nizar Zahro mengungkapkan, proyek itu sudah molor. Pelaksana harus membayar denda. Sesuai Perpres 70/2012 pasal 120 denda keterlambatan 1/1000 per hari dikalikan nilai kontrak.

”PPK proyek Jembatan Pasongsongan itu harus memberi teguran keras karena sudah melebihi deadline,” singkatnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/