alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Puting Beliung Terjang Belasan Bangunan Warga

SUMENEP – Belasan bangunan milik warga Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, porak-poranda ketika diterjang puting beliung Senin (2/12) pukul 12.30. Tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut.

Camat Rubaru Arif Susanto menyampaikan, semula cuaca di lokasi kejadian mendung. Tiba-tiba angin kencang datang dan merusak bangunan. Mulai rumah, toko, hingga kandang ternak.

Kejadian tersebut membuat warga setempat panik. Setelah mendapat laporan, pihaknya bersama forkopimka mendatangi lokasi pukul 21.00.

Pihaknya juga melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep agar korban mendapat bantuan. ”Kami pasti upayakan seluruh korban mendapat bantuan. Hari ini (kemarin, Red) kami bersama BPBD Sumenep akan melakukan pendataan,” katanya kemarin (3/12).

Baca Juga :  Gempa 4,7 SR Guncang Sumenep

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi menyatakan, ada 12 bangunan yang rusak akibat bencana puting beliung di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru. Menurut dia, rata-rata mengalami kerusakan ringan.

Setelah melakukan pendatan dan analisis, pihaknya akan mengkaji untuk menentukan kategori kerusakan. Dengan demikian, diketahui kondisi kerusakan, baik rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat. Penggolongan itu berkaitan dengan jumlah bantuan yang akan diberikan kepada korban bencana.

Rahman berharap, korban segera menyiapkan persyaratan administrasi untuk pengajuan bantuan. Misalnya, fotokopi KTP, fotokopi KK, dan foto kondisi kerusakan bangunan. Bantuan tersebut masih diajukan kepada bupati melalui pengajuan yang diketahui kepala desa dan camat.

Baca Juga :  Diterjang Banjir, Tebing Jalan Longsor

Puting beliung juga terjadi di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng. Angin kencang menghancurkan kandang ternak dan rumah milik Moh. Hadis, 50, warga setempat.

Kerusakan di Kecamatan Lenteng tergolong rusak berat karena rusak total. ”Setiap korban akan menerima bantuan uang atau bantuan stimualan dengan jumlah berbeda, menyesuaikan dengan kondisi kerusakan rumah,” jelasnya. (c3)

 

 

- Advertisement -

SUMENEP – Belasan bangunan milik warga Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, porak-poranda ketika diterjang puting beliung Senin (2/12) pukul 12.30. Tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut.

Camat Rubaru Arif Susanto menyampaikan, semula cuaca di lokasi kejadian mendung. Tiba-tiba angin kencang datang dan merusak bangunan. Mulai rumah, toko, hingga kandang ternak.

Kejadian tersebut membuat warga setempat panik. Setelah mendapat laporan, pihaknya bersama forkopimka mendatangi lokasi pukul 21.00.


Pihaknya juga melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep agar korban mendapat bantuan. ”Kami pasti upayakan seluruh korban mendapat bantuan. Hari ini (kemarin, Red) kami bersama BPBD Sumenep akan melakukan pendataan,” katanya kemarin (3/12).

Baca Juga :  SPAM Miliaran Rupiah Belum Berfungsi

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi menyatakan, ada 12 bangunan yang rusak akibat bencana puting beliung di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru. Menurut dia, rata-rata mengalami kerusakan ringan.

Setelah melakukan pendatan dan analisis, pihaknya akan mengkaji untuk menentukan kategori kerusakan. Dengan demikian, diketahui kondisi kerusakan, baik rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat. Penggolongan itu berkaitan dengan jumlah bantuan yang akan diberikan kepada korban bencana.

Rahman berharap, korban segera menyiapkan persyaratan administrasi untuk pengajuan bantuan. Misalnya, fotokopi KTP, fotokopi KK, dan foto kondisi kerusakan bangunan. Bantuan tersebut masih diajukan kepada bupati melalui pengajuan yang diketahui kepala desa dan camat.

Baca Juga :  Menunaikan Ibadah Haji, Sakit, Mbah Moen Akhirnya Tutup Usia

Puting beliung juga terjadi di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng. Angin kencang menghancurkan kandang ternak dan rumah milik Moh. Hadis, 50, warga setempat.

Kerusakan di Kecamatan Lenteng tergolong rusak berat karena rusak total. ”Setiap korban akan menerima bantuan uang atau bantuan stimualan dengan jumlah berbeda, menyesuaikan dengan kondisi kerusakan rumah,” jelasnya. (c3)

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/