alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

9.145 KPM Tak Ambil Bantuan

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura ­– Tidak semua penerima program sembako mendapat bantuan tersebut. Ada 9.145 keluarga penerima manfaat (KPM) yang per Juli lalu gagal menerima program ini. Salah satu penyebabnya, KPM tidak melakukan transaksi tiga bulan berturut-turut.

”Memang ada KPM yang tercoret, bahkan dicoret. Kami sedang merekap berapa sisa yang belum terdistribusi,” terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Moh. Iksan.

Iksan mengatakan, kartu tidak digunakan oleh KPM. Walaupun ditransaksikan, ada yang tidak berfungsi. Ada juga yang saldonya nol. ”Saya sudah tanya ke bank, malah dibalikkan pada kami,” imbuhnya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemensos. Dinsos Sumenep bakal melakukan perekapan pada semua KPM yang tidak bisa menerima bantuan. ”Saya merekap semua penerima yang saldo nol dan no function serta yang terhapus itu,” terangnya.

Baca Juga :  PLN Salurkan Bantuan Pembangunan Jalan Aspal dan Gorong-GorongĀ 

Selain itu, ada penerima yang meninggal, pindah alamat, sudah mampu, dan lain-lain. Iksan akan mengirimkan data penerima tersebut ke pusat untuk meminta alasan terkait pencoretan penerima program.

Dia berharap KPM yang gagal menerima diganti dan kuota penerima program sembako untuk Sumenep tetap 114,054 KPM. Dinsos juga meminta pemerintah desa, apabila ada warganya yang miskin belum masuk DTKS, segera dilakukan musdes (musyawarah desa) dan dimasukkan. Hasil musdes dibuat berita acara dan diberikan pada dinsos untuk mendapat persetujuan bupati.

Mantan Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep itu menuturkan, penetapan dan pengurangan penerima program sembako dari pusat. Uang didistribusikan langsung kepada yang bersangkutan.

Sementara itu, perluasan penerima program ini 30.008 KPM karena terjadi pandemi Covid-19. Jumlah tersebut diketahui setelah dilakukan pemadatan. Data yang masuk sebelumnya 30.612 KPM.

Baca Juga :  Pekerjaan Proyek Embung Aeng Merah Capai 90 Persen

KPM peluasan ini hanya menerima selama 9 bulan sejak April. Besaran bantuan yang didapat juga sama. Yakni, Rp 200 ribu tiap KPM. Penerima yang memiliki kartu keluarga sejahtera (KKS) dapat membelanjakan kebutuhan pokok di sejumlah e-warung. (mi)

- Advertisement -

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura ­– Tidak semua penerima program sembako mendapat bantuan tersebut. Ada 9.145 keluarga penerima manfaat (KPM) yang per Juli lalu gagal menerima program ini. Salah satu penyebabnya, KPM tidak melakukan transaksi tiga bulan berturut-turut.

”Memang ada KPM yang tercoret, bahkan dicoret. Kami sedang merekap berapa sisa yang belum terdistribusi,” terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Moh. Iksan.

Iksan mengatakan, kartu tidak digunakan oleh KPM. Walaupun ditransaksikan, ada yang tidak berfungsi. Ada juga yang saldonya nol. ”Saya sudah tanya ke bank, malah dibalikkan pada kami,” imbuhnya.


Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemensos. Dinsos Sumenep bakal melakukan perekapan pada semua KPM yang tidak bisa menerima bantuan. ”Saya merekap semua penerima yang saldo nol dan no function serta yang terhapus itu,” terangnya.

Baca Juga :  Penerima BLT Harus Buat Rekening Baru

Selain itu, ada penerima yang meninggal, pindah alamat, sudah mampu, dan lain-lain. Iksan akan mengirimkan data penerima tersebut ke pusat untuk meminta alasan terkait pencoretan penerima program.

Dia berharap KPM yang gagal menerima diganti dan kuota penerima program sembako untuk Sumenep tetap 114,054 KPM. Dinsos juga meminta pemerintah desa, apabila ada warganya yang miskin belum masuk DTKS, segera dilakukan musdes (musyawarah desa) dan dimasukkan. Hasil musdes dibuat berita acara dan diberikan pada dinsos untuk mendapat persetujuan bupati.

Mantan Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep itu menuturkan, penetapan dan pengurangan penerima program sembako dari pusat. Uang didistribusikan langsung kepada yang bersangkutan.

Sementara itu, perluasan penerima program ini 30.008 KPM karena terjadi pandemi Covid-19. Jumlah tersebut diketahui setelah dilakukan pemadatan. Data yang masuk sebelumnya 30.612 KPM.

Baca Juga :  A. Busyro Karim Serahkan SK CPNS

KPM peluasan ini hanya menerima selama 9 bulan sejak April. Besaran bantuan yang didapat juga sama. Yakni, Rp 200 ribu tiap KPM. Penerima yang memiliki kartu keluarga sejahtera (KKS) dapat membelanjakan kebutuhan pokok di sejumlah e-warung. (mi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/