alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

P3S Minta Pemerintah Benahi Fasilitas Wisata

SUMENEP – Belasan pemuda yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Pergerakan Sumenep (P3S) berunjuk rasa di kantor disparbudpora Kamis (3/8). Mereka meminta pemkab serius menjalankan program Visit Sumenep 2018.

Koordinator lapangan (korlap) aksi Sutrisno mengatakan, indikasi ketidakseriusan pemerintah bisa dilihat dari lambatnya pembangunan. Menurut dia, fasilitas di sejumlah destinasi wisata andalan pemerintah masih minim.

Misalnya, penyediaan pelayanan kesehatan di Pulau Gili Iyang dan sulitnya transportasi laut. Selain itu, beberapa lokasi wisata tidak terawat. ”Masak mau mengundang wisatawan kalau kondisinya seperti ini? Apakah pantas?” teriaknya.

Tidak berselang lama, para demonstran ditemui langsung oleh Kepala Disparbudpora Sufiyanto. Mereka diminta masuk kantor dan menyampaikan aspirasi secara langsung.

Baca Juga :  PIWS Dukung Penuh Visit 2018

Dalam audiensi itu, massa P3S menyampaikan beberapa tuntutan. Salah satunya, meminta pemerintah membuat peraturan khusus di lokasi wisata. Mereka menuntut agar pemkab menyediakan pemandu wisata dan beberapa tuntutan lain.

Menaggapi tuntutan tersebut, pria yang dipanggil Sofi itu menyatakan masih berusaha merealisasikan program pendukung Visit Sumenep 2018. Dia mengaku, sebagian program pendukung Visit Sumenep 2018 masih dianggarkan.

”Sebagian sudah dilaksanakan. Sebagaian lagi masih dianggarkan dan pembangunannya menunggu pencairan dana,” terangnya. Penjelasan tersebut tidak membuat massa puas. Mereka bertekad untuk terus melakukan pengawalan.

SUMENEP – Belasan pemuda yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Pergerakan Sumenep (P3S) berunjuk rasa di kantor disparbudpora Kamis (3/8). Mereka meminta pemkab serius menjalankan program Visit Sumenep 2018.

Koordinator lapangan (korlap) aksi Sutrisno mengatakan, indikasi ketidakseriusan pemerintah bisa dilihat dari lambatnya pembangunan. Menurut dia, fasilitas di sejumlah destinasi wisata andalan pemerintah masih minim.

Misalnya, penyediaan pelayanan kesehatan di Pulau Gili Iyang dan sulitnya transportasi laut. Selain itu, beberapa lokasi wisata tidak terawat. ”Masak mau mengundang wisatawan kalau kondisinya seperti ini? Apakah pantas?” teriaknya.


Tidak berselang lama, para demonstran ditemui langsung oleh Kepala Disparbudpora Sufiyanto. Mereka diminta masuk kantor dan menyampaikan aspirasi secara langsung.

Baca Juga :  Tertibkan APK di Pedesaan, Bawaslu Sumenep Andalkan Panwascam

Dalam audiensi itu, massa P3S menyampaikan beberapa tuntutan. Salah satunya, meminta pemerintah membuat peraturan khusus di lokasi wisata. Mereka menuntut agar pemkab menyediakan pemandu wisata dan beberapa tuntutan lain.

Menaggapi tuntutan tersebut, pria yang dipanggil Sofi itu menyatakan masih berusaha merealisasikan program pendukung Visit Sumenep 2018. Dia mengaku, sebagian program pendukung Visit Sumenep 2018 masih dianggarkan.

”Sebagian sudah dilaksanakan. Sebagaian lagi masih dianggarkan dan pembangunannya menunggu pencairan dana,” terangnya. Penjelasan tersebut tidak membuat massa puas. Mereka bertekad untuk terus melakukan pengawalan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/