alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Setelah Terminal, Bandara Bakal Bangun Hanggar

SUMENEP – Pengembangan Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo telah menghasilkan bangunan terminal baru. Gedung megah yang dibangun dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu sudah siap dioperasikan. Tinggal menunggu waktu peresmian.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono menyampaikan, pihaknya kembali berencana mengembangkan fasilitas pendukung. Kali ini, pengembangannya akan mengarah pada pembangunan hanggar pesawat. ”Dalam proses pengajuan, angka untuk pembangunan butuh sekitar Rp 35 miliar sampai Rp 40 miliar,” ungkapnya kemarin (3/7).

Pengajuan pembangunan kembali diusulkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar bisa dianggarkan dalam APBN 2021. Terkait disetujui atau tidak, pihaknya mengaku Desember 2020 baru bisa diketahui. ”Kalau jadi turun Rp 40 miliar, kami pastikan jadi bangun hanggar. Kalau anggarannya sudah ada,” ucap Indra.

Baca Juga :  Abrasi Hantui Warga Pantura Sumenep

Pembangunan hanggar pesawat masuk dalam program pengembangan bandara. Fokusnya lebih pada pengembangan fungsi. Dengan demikian, bandara tidak hanya untuk pelayanan penerbangan, melainkan juga maintenance pesawat. ”Bisnis penunjang bandara. Dalam Undang-Undang 1/2009 tentang Penerbangan ini juga diatur,” terangnya.

Rencana pembangunan hanggar tidak akan sampai menambah landasan. Hanggar hanya dibatasi untuk perbaikan maupun perawatan pesawat tertentu. Pesawat yang bisa dilayani untuk maintenance yakni jenis ATR 72. ”Seperti Wings Air. Di atas itu tidak bisa masuk,” jelasnya. 

SUMENEP – Pengembangan Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo telah menghasilkan bangunan terminal baru. Gedung megah yang dibangun dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu sudah siap dioperasikan. Tinggal menunggu waktu peresmian.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono menyampaikan, pihaknya kembali berencana mengembangkan fasilitas pendukung. Kali ini, pengembangannya akan mengarah pada pembangunan hanggar pesawat. ”Dalam proses pengajuan, angka untuk pembangunan butuh sekitar Rp 35 miliar sampai Rp 40 miliar,” ungkapnya kemarin (3/7).

Pengajuan pembangunan kembali diusulkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar bisa dianggarkan dalam APBN 2021. Terkait disetujui atau tidak, pihaknya mengaku Desember 2020 baru bisa diketahui. ”Kalau jadi turun Rp 40 miliar, kami pastikan jadi bangun hanggar. Kalau anggarannya sudah ada,” ucap Indra.

Baca Juga :  Kejari Bidik Kasus Baru

Pembangunan hanggar pesawat masuk dalam program pengembangan bandara. Fokusnya lebih pada pengembangan fungsi. Dengan demikian, bandara tidak hanya untuk pelayanan penerbangan, melainkan juga maintenance pesawat. ”Bisnis penunjang bandara. Dalam Undang-Undang 1/2009 tentang Penerbangan ini juga diatur,” terangnya.

Rencana pembangunan hanggar tidak akan sampai menambah landasan. Hanggar hanya dibatasi untuk perbaikan maupun perawatan pesawat tertentu. Pesawat yang bisa dilayani untuk maintenance yakni jenis ATR 72. ”Seperti Wings Air. Di atas itu tidak bisa masuk,” jelasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/