alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Keuangan Akuntabel, Masyarakat Sejahtera

SUMENEP – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2017 dinilai sebagai cambuk bagi Pemkab Sumenep. Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, capaian WTP merupakan pengingat agar pemkab lebih meningkatkan kinerja. Terutama dalam pengelolaan keuangan.

Busyro menjelaskan, tujuan utama pengelolaan keuangan yang baik adalah kesejahteraan dan perekonomian masyarakat yang membaik. Kemudian, pihaknya selalu berusaha menjaga profesionalisme. Khususnya dalam hal pengelolaan keuangan.

”Kemudian, kami selalu berusaha mencukupi informasi yang dibutuhkan BPK. Meskipun pengurusan informasi terkadang butuh kerja keras. Apalagi dengan kondisi kepulauan yang jauh,” ungkapnya.

Komitmen pemerintah dalam meperbaiki kualitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di Sumenep telah diwujudkan dalam bentuk nyata. Beberapa waktu lalu, kata dia, Pemkab Sumenep merekrut 50 pemuda yang menguasai teknologi informasi (TI) dan akuntansi di bidang pemerintahan.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Berhasil Raih Opini WTP BPK RI

Busyro menerangkan, perekrutan tersebut untuk mempermudah akses informasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dan wilayah kepulauan. Puluhan pemuda itu sudah ditempatkan di tiap OPD guna membantu kinerja Pemkab Sumenep dalam penanganan keuangan dan informasi.

”Kabupaten Sumenep sudah mencoba memulai untuk mengelola dengan lebih baik aset dan pendapatan daerah. Tujuannya adalah kemandirian daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

 

SUMENEP – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2017 dinilai sebagai cambuk bagi Pemkab Sumenep. Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, capaian WTP merupakan pengingat agar pemkab lebih meningkatkan kinerja. Terutama dalam pengelolaan keuangan.

Busyro menjelaskan, tujuan utama pengelolaan keuangan yang baik adalah kesejahteraan dan perekonomian masyarakat yang membaik. Kemudian, pihaknya selalu berusaha menjaga profesionalisme. Khususnya dalam hal pengelolaan keuangan.

”Kemudian, kami selalu berusaha mencukupi informasi yang dibutuhkan BPK. Meskipun pengurusan informasi terkadang butuh kerja keras. Apalagi dengan kondisi kepulauan yang jauh,” ungkapnya.


Komitmen pemerintah dalam meperbaiki kualitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di Sumenep telah diwujudkan dalam bentuk nyata. Beberapa waktu lalu, kata dia, Pemkab Sumenep merekrut 50 pemuda yang menguasai teknologi informasi (TI) dan akuntansi di bidang pemerintahan.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Percayakan PT ASSI Kerjakan Kapal

Busyro menerangkan, perekrutan tersebut untuk mempermudah akses informasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dan wilayah kepulauan. Puluhan pemuda itu sudah ditempatkan di tiap OPD guna membantu kinerja Pemkab Sumenep dalam penanganan keuangan dan informasi.

”Kabupaten Sumenep sudah mencoba memulai untuk mengelola dengan lebih baik aset dan pendapatan daerah. Tujuannya adalah kemandirian daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/