alexametrics
21 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Api Diduga Berasal dari Kios Sahabat

SUMENEP – Pedagang di Pasar Anom Baru, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, mendadak panik kemarin sore (3/5). Kepulan asap hitam pekat membubung dari atap bangunan pasar.

Di dalam pasar gelap karena arus listrik dipadamkan. Sebagian pedagang bergegas menyelamatkan barang dagangannya.

Nur Rahman, 53, pedagang ikan, menuturkan, kebakaran itu terajdi pukul 16.30. Api kali pertama terlihat dari atap kios Sahabat. Kios tersebut menjual sandal dan tas.

Dengan cepat api melalap semua barang yang ada di kios tersebut dan merambat ke kios lain. Melihat api membesar, dia dan pedagang lain meminta tolong dengan melapor kepada petugas damkar.

Sekitar 30 menit kemudian, petugas damkar datang ke lokasi dan memadamkan api. Tiga unit mobil pemadam kebarakan (damkar) diterjunkan. Puluhan petugas damkar dan satpol PP berupaya keras memadamkan api.

Baca Juga :  Polemik Pengangkatan Direksi PT Sumekar Belum Usai

Petugas membobol pintu dan atap kios untuk mencari titik sumber api. Warga juga membantu petugas memadamkan api. Mobil tangki pengangkut air harus tiga kali ke lokasi untuk menyuplai air.

Kios yang terbakar berada di blok A. Api berhasil dipadamkan pukul 19.00 tadi malam. Meski demikian, petugas tetap melakukan pembasahan karena mayoritas barang yang terbakar terbuat dari plastik dan kulit.

”Petugas lambat datang ke lokasi. Sementara api cukup besar dan sudah merambat ke beberapa toko lain. Apalagi, rata-rata kios di blok A menjual tas dan sandal,” ungkap warga Desa Marengan, Kecamatan Kalianget, itu kepada Jawa Pos Radar Madura.

”Kasihan pemilik kios itu. Semua barang dagangan hangus terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan,” sambungnya.

Nur Hasanah menceritakan, kebakaran itu terjadi setelah tidak lama kios itu tutup. Dia juga mengaku tidak tahu penyebab kebakaran tersebut. ”Kebakaran ini sudah ke sekian kalinya. Dan sumber api berasal dari kios yang tahun lalu terbakar,” tuturnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan, BPRS Bakal Terapkan e-Pesse di Pasar Anom

Sumiati, pedagang lainnya di Pasar Anom Baru, mengaku panik setelah mendengar kabar ada kebakaran. Dia bergegas mendatangi lokasi untuk memastikan toko miliknya tak ikut terbakar.

”Di perjalanan saya nangis karena takut toko saya ikut terbakar. Beruntung, api tidak sampai merambat ke toko saya. Semua barang dagangan sudah saya amankan,” ujarnya.

Hingga tadi malam pukul 20.00, petugas damkar dan warga berada di lokasi. Pegadang mengeluarkan barang dagangannya ke tempat yang lebih aman.

Di tempat kejadian juga tampak polisi yang sedang berjaga. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep belum bisa dimintai keterangan terkait penyebab pasti kebakaran tersebut.

 

SUMENEP – Pedagang di Pasar Anom Baru, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, mendadak panik kemarin sore (3/5). Kepulan asap hitam pekat membubung dari atap bangunan pasar.

Di dalam pasar gelap karena arus listrik dipadamkan. Sebagian pedagang bergegas menyelamatkan barang dagangannya.

Nur Rahman, 53, pedagang ikan, menuturkan, kebakaran itu terajdi pukul 16.30. Api kali pertama terlihat dari atap kios Sahabat. Kios tersebut menjual sandal dan tas.


Dengan cepat api melalap semua barang yang ada di kios tersebut dan merambat ke kios lain. Melihat api membesar, dia dan pedagang lain meminta tolong dengan melapor kepada petugas damkar.

Sekitar 30 menit kemudian, petugas damkar datang ke lokasi dan memadamkan api. Tiga unit mobil pemadam kebarakan (damkar) diterjunkan. Puluhan petugas damkar dan satpol PP berupaya keras memadamkan api.

Baca Juga :  Tokoh Nasional Kunjungi Museum

Petugas membobol pintu dan atap kios untuk mencari titik sumber api. Warga juga membantu petugas memadamkan api. Mobil tangki pengangkut air harus tiga kali ke lokasi untuk menyuplai air.

Kios yang terbakar berada di blok A. Api berhasil dipadamkan pukul 19.00 tadi malam. Meski demikian, petugas tetap melakukan pembasahan karena mayoritas barang yang terbakar terbuat dari plastik dan kulit.

”Petugas lambat datang ke lokasi. Sementara api cukup besar dan sudah merambat ke beberapa toko lain. Apalagi, rata-rata kios di blok A menjual tas dan sandal,” ungkap warga Desa Marengan, Kecamatan Kalianget, itu kepada Jawa Pos Radar Madura.

”Kasihan pemilik kios itu. Semua barang dagangan hangus terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan,” sambungnya.

Nur Hasanah menceritakan, kebakaran itu terjadi setelah tidak lama kios itu tutup. Dia juga mengaku tidak tahu penyebab kebakaran tersebut. ”Kebakaran ini sudah ke sekian kalinya. Dan sumber api berasal dari kios yang tahun lalu terbakar,” tuturnya.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Desak Sanksi Penyunat Bosda Madin

Sumiati, pedagang lainnya di Pasar Anom Baru, mengaku panik setelah mendengar kabar ada kebakaran. Dia bergegas mendatangi lokasi untuk memastikan toko miliknya tak ikut terbakar.

”Di perjalanan saya nangis karena takut toko saya ikut terbakar. Beruntung, api tidak sampai merambat ke toko saya. Semua barang dagangan sudah saya amankan,” ujarnya.

Hingga tadi malam pukul 20.00, petugas damkar dan warga berada di lokasi. Pegadang mengeluarkan barang dagangannya ke tempat yang lebih aman.

Di tempat kejadian juga tampak polisi yang sedang berjaga. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep belum bisa dimintai keterangan terkait penyebab pasti kebakaran tersebut.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Simpan SS, ABK Diciduk Polisi

Matangkan Konsep New Normal

Artikel Terbaru

/