alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Kelangkaan Elpiji Kepulauan Sumenep Pertengahan Ramadan

SUMENEP – Para pekerja di pelabuhan kadang tidak memperhatikan faktor keselamatan. Meski pekerjaan yang dilakoni berbahaya, tapi tetap dikerjakan tanpa ada kekhawtiran apa pun. Seperti terlihat di Pelabuhan Gersik Putih, Desa Kalinget Timur, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Kamis (3/5).

Di pinggir pelabuhan, sekitar lima orang pekerja sedang sibuk memindahkan tabung gas elpiji ke dalam perahu. Terik matahari tak membuat mereka menyerah atau istirahat. Tabung-tabung kemasan tiga kilogram itu harus segera dikirimkan ke Pulau Kangean.

Jika biasanya ibu rumah tangga sangat hati-hati memperlakukan tabung gas elpiji karena takut meledak, para pekerja ini malah terlihat tanpa kekhawatiran. Bahkan, saat memindahkan tabung gas elpiji tak ubahnya dengan melempar bola atau benda tak berbahaya.

Padahal tabung-tabung tersebut penuh dengan gas. Mereka melempar layaknya tabung itu dalam keadaan kosong. Tidak ada rasa takut sedikit pun terpancar dari wajah para pekerja. ”Ya beginilah kerjaan orang-orang pelabuhan,” kata salah seorang pekerja yang siang kemarin memakai penutup muka.

Baca Juga :  RSUD Gelar Survei Verifikasi Akreditasi

Para pekerja itu tak khawatir tabung gas meledak. Sebab, selama ini tak ada tabung gas yang meledak di pelabuhan. Paling banter, pekerja hanya menemukan tabung bocor dan mengeluarkan bunyi seperti ban keluar angin. ”Di sini tidak pernah meledak. Jadi kami sudah tidak takut,” tambah pekerja lain sembari mengusap keringat di keningnya.

Jufri, seorang pekerja di Pelabuhan Gersik Putih mengatakan, tabung-tabung gas itu akan dikirim ke Pulau Kangean. Tabung-tabung tersebut dikirim Pertamina ke pelabuhan untuk dikirim ke masyarakat kepulauan. Biasanya satu perahu bisa mengangkut 2.000 hingga 2.700 tabung gas elpiji melon.

”Tidak setiap hari ada pengiriman gas elpiji. Kadang empat hari sekali atau lebih,” terang Jufri saat ditemui di sela-sela istirahat.

Baca Juga :  Ingin Cetak Gol, Suka Telepon Istri ketika Sahur

 Saat ini, pengiriman elpiji ke kepulauan masih relatif normal. Sebab, permintaan dari masyarakat tidak terlalu signifikan. Meski ada keterlambatan, tidak sampai terjadi kelangkaan yang signifikan. ”Peningkatan jumlah pengiriman biasanya terjadi pada pertengahan Ramadan. Kalau sekarang masih normal,” tegasnya.

Masrani, warga Pulau Kangean mengatakan, dalam satu minggu terakhir sempat terjadi kelangkaan elpiji. Meskipun saat ini sudah mulai terpenuhi, dia harus berada di pelabuhan Gersik Putih hingga tiga hari untuk menunggu elpiji datang.

SUMENEP – Para pekerja di pelabuhan kadang tidak memperhatikan faktor keselamatan. Meski pekerjaan yang dilakoni berbahaya, tapi tetap dikerjakan tanpa ada kekhawtiran apa pun. Seperti terlihat di Pelabuhan Gersik Putih, Desa Kalinget Timur, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Kamis (3/5).

Di pinggir pelabuhan, sekitar lima orang pekerja sedang sibuk memindahkan tabung gas elpiji ke dalam perahu. Terik matahari tak membuat mereka menyerah atau istirahat. Tabung-tabung kemasan tiga kilogram itu harus segera dikirimkan ke Pulau Kangean.

Jika biasanya ibu rumah tangga sangat hati-hati memperlakukan tabung gas elpiji karena takut meledak, para pekerja ini malah terlihat tanpa kekhawatiran. Bahkan, saat memindahkan tabung gas elpiji tak ubahnya dengan melempar bola atau benda tak berbahaya.


Padahal tabung-tabung tersebut penuh dengan gas. Mereka melempar layaknya tabung itu dalam keadaan kosong. Tidak ada rasa takut sedikit pun terpancar dari wajah para pekerja. ”Ya beginilah kerjaan orang-orang pelabuhan,” kata salah seorang pekerja yang siang kemarin memakai penutup muka.

Baca Juga :  Temukan Janin Korban Mutilasi

Para pekerja itu tak khawatir tabung gas meledak. Sebab, selama ini tak ada tabung gas yang meledak di pelabuhan. Paling banter, pekerja hanya menemukan tabung bocor dan mengeluarkan bunyi seperti ban keluar angin. ”Di sini tidak pernah meledak. Jadi kami sudah tidak takut,” tambah pekerja lain sembari mengusap keringat di keningnya.

Jufri, seorang pekerja di Pelabuhan Gersik Putih mengatakan, tabung-tabung gas itu akan dikirim ke Pulau Kangean. Tabung-tabung tersebut dikirim Pertamina ke pelabuhan untuk dikirim ke masyarakat kepulauan. Biasanya satu perahu bisa mengangkut 2.000 hingga 2.700 tabung gas elpiji melon.

”Tidak setiap hari ada pengiriman gas elpiji. Kadang empat hari sekali atau lebih,” terang Jufri saat ditemui di sela-sela istirahat.

Baca Juga :  Target Penerbitan KIA Hanya 7 Ribu
- Advertisement -

 Saat ini, pengiriman elpiji ke kepulauan masih relatif normal. Sebab, permintaan dari masyarakat tidak terlalu signifikan. Meski ada keterlambatan, tidak sampai terjadi kelangkaan yang signifikan. ”Peningkatan jumlah pengiriman biasanya terjadi pada pertengahan Ramadan. Kalau sekarang masih normal,” tegasnya.

Masrani, warga Pulau Kangean mengatakan, dalam satu minggu terakhir sempat terjadi kelangkaan elpiji. Meskipun saat ini sudah mulai terpenuhi, dia harus berada di pelabuhan Gersik Putih hingga tiga hari untuk menunggu elpiji datang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/