alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Syubhat, Ketua DPRD Kembalikan Mobdin

SUMENEP – Sudah dua hari mobil dinas (mobdin) Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma berada di parkiran kantor dewan. Mobil pelat merah M 3 VP itu diparkir di sisi selatan. Padahal hari-hari sebelumnya, mobil jenis sedan itu tidak ada di tempat tersebut.

Kabag Humas dan Publikasi DPRD Sumenep Siswahyudi Bintoro menyebut mobdin tersebut sudah ada di kantor DPRD sejak Kamis (1/11). Berdasarkan informasi yang diterima, yang mengantarkan bukan Herman Dali Kusuma. Namun, sopir pribadi ketua DPRD yang selama ini memang mengemudikan mobdin tersebut.

Meski sudah ada di kantor DPRD, belum ada serah terima secara resmi. Mobdin tersebut statusnya juga masih hak pakai Herman. Sebab, secara de jure dan de facto, Herman masih berstatus ketua DPRD.

”Sebenarnya itu belum waktunya dikembalikan. Karena secara administratif, ketua DPRD masih tetap Bapak Herman Dali Kusuma,” katanya kemarin (2/11).

Baca Juga :  Pasal Tambang dan Pasal Bencana Bertentangan

Meski belum ada serah terima hitam di atas putih, tapi pihaknya mengaku bertanggung jawab atas keberadaan mobdin tersebut. Termasuk keamanannya juga dijamin oleh sekretariat DPRD. Apalagi mobdin berwarna hitam itu masuk dalam inventaris DPRD.

”Untuk keamanan, kami yang bertanggung jawab,” tegas mantan camat Gapura tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Herman Dali Kusuma mengakui bahwa dirinya yang meminta sopir untuk mengembalikan mobdin ke sekretariat DPRD. Dia beralasan mobil tersebut selama ini memang jarang dipakai. Ketika bertugas di Sumenep, dia lebih suka memakai mobil pribadi dibanding menggunakan mobdin.

”Mobil itu hanya saya pakai ketika ada acara di Surabaya. Kalau di Sumenep tidak saya pakai,” jelasnya.

Baca Juga :  Malam Ini Paripurna Bacakan Pergantian Ketua DPRD

Selain itu, dia mengaku tidak punya garasi untuk dijadikan tempat mobdin tersebut. Sebab, menurutnya, dia baru saja membeli mobil baru. Daripada mobdin tersebut mubazir di rumahnya, dia lebih memilih dikembalikan ke sekretariat DPRD.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga tidak menampik bahwa pengembalian mobdin ada kaitannya dengan reposisi ketua DPRD. PKB sudah mengeluarkan surat rekomendasi pergantian ketua DPRD dari Herman Dali Kusuma menjadi Dulsiam. Meskipun pergantian ini belum diproses oleh pimpinan DPRD yang lain.

Karena itulah Herman merasa sudah tidak punya hak memakai mobdin. Karena itu, dia lebih memilih menyerahkanan aset itu ke sekretariat DPRD. ”Mobil itu statusnya kan sudah syubhat bagi saya,” ujarnya sembali tertawa ngakak.

SUMENEP – Sudah dua hari mobil dinas (mobdin) Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma berada di parkiran kantor dewan. Mobil pelat merah M 3 VP itu diparkir di sisi selatan. Padahal hari-hari sebelumnya, mobil jenis sedan itu tidak ada di tempat tersebut.

Kabag Humas dan Publikasi DPRD Sumenep Siswahyudi Bintoro menyebut mobdin tersebut sudah ada di kantor DPRD sejak Kamis (1/11). Berdasarkan informasi yang diterima, yang mengantarkan bukan Herman Dali Kusuma. Namun, sopir pribadi ketua DPRD yang selama ini memang mengemudikan mobdin tersebut.

Meski sudah ada di kantor DPRD, belum ada serah terima secara resmi. Mobdin tersebut statusnya juga masih hak pakai Herman. Sebab, secara de jure dan de facto, Herman masih berstatus ketua DPRD.


”Sebenarnya itu belum waktunya dikembalikan. Karena secara administratif, ketua DPRD masih tetap Bapak Herman Dali Kusuma,” katanya kemarin (2/11).

Baca Juga :  Herman Tak Masuk Bursa Ketua DPRD Lagi Ini Penyebabnya

Meski belum ada serah terima hitam di atas putih, tapi pihaknya mengaku bertanggung jawab atas keberadaan mobdin tersebut. Termasuk keamanannya juga dijamin oleh sekretariat DPRD. Apalagi mobdin berwarna hitam itu masuk dalam inventaris DPRD.

”Untuk keamanan, kami yang bertanggung jawab,” tegas mantan camat Gapura tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Herman Dali Kusuma mengakui bahwa dirinya yang meminta sopir untuk mengembalikan mobdin ke sekretariat DPRD. Dia beralasan mobil tersebut selama ini memang jarang dipakai. Ketika bertugas di Sumenep, dia lebih suka memakai mobil pribadi dibanding menggunakan mobdin.

”Mobil itu hanya saya pakai ketika ada acara di Surabaya. Kalau di Sumenep tidak saya pakai,” jelasnya.

Baca Juga :  Revitalisasi Belum Bisa Dieksekusi

Selain itu, dia mengaku tidak punya garasi untuk dijadikan tempat mobdin tersebut. Sebab, menurutnya, dia baru saja membeli mobil baru. Daripada mobdin tersebut mubazir di rumahnya, dia lebih memilih dikembalikan ke sekretariat DPRD.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga tidak menampik bahwa pengembalian mobdin ada kaitannya dengan reposisi ketua DPRD. PKB sudah mengeluarkan surat rekomendasi pergantian ketua DPRD dari Herman Dali Kusuma menjadi Dulsiam. Meskipun pergantian ini belum diproses oleh pimpinan DPRD yang lain.

Karena itulah Herman merasa sudah tidak punya hak memakai mobdin. Karena itu, dia lebih memilih menyerahkanan aset itu ke sekretariat DPRD. ”Mobil itu statusnya kan sudah syubhat bagi saya,” ujarnya sembali tertawa ngakak.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/