alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Pelaksanaan Protokol Kesehatan Belum Menyeluruh

SUMENEP – Jajaran Forum Koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kemenag Sumenep bersepakat bahwa salat Tarawih boleh digelar di masjid atau musala. Asalkan, dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan protokol kesehatan. Misalnya, menjaga jarak saf.

Ketua MUI Sumenep Safraji mengakui mengikuti rapat tersebut. Secara umum membahas tentang pelaksanaan ibadah di luar rumah. Mengingat, menghindari kerumunan massa merupakan salah satu upaya memutus mata rantai persebaran Covid-19.

Terutama untuk pelaksanaan salat Tarawih, salat Jumat, dan pelaksanaan salat Id pada hari raya Idul Fitri. Hasilnya, semua pihak bersepakat untuk tidak melarang kegiatan ibadah di luar rumah tersebut. Dengan cacatan, harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Ratusan CJH Terindikasi Penyakit Resiko Tinggi

Di antaranya, memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berjabat tangan. Bahkan, semua pihak juga telah bersepakat untuk memberikan sanksi secara kelembagaan kepada musala yang mengabaikan. Caranya, dengan memanggil ketua takmir atau pengurus masjid dan tidak lagi mengizinkan pelaksanaan ibadah tersebut.

Menurut Safraji, rapat koordinasi itu sudah dilaksanakan pada 27 April 2020 lalu. Sosialisasi juga sudah disampaikan kepada masyarakat. Bahkan, untuk masjid yang dikelolanya sudah melaksanakan sesuai protokol kesehatan.

Hal tersebut diharapkan juga dilakukan masyarakat dalam melaksanakan ibadah wajib sehari-hari. ”Sesuai dengan hasil rapat pula, pengawasan dalam pelaksanaan ibadah ini akan dilakukan oleh petugas keamanan,” katanya kemarin (2/5).

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, belum semua masjid dan musala menjalankan imbauan tersebut. Sebagian masih melaksanakan ibadah tanpa mengatur jarak antar jamaah. Baik pelaksanaan salat Jumat, Tarawih, dan salat wajib lainnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Soroti Kinerja Kemenag

Salat berjamaah dilakukan seperti biasa sebelum terjadi pandemi virus korona. Sebagian masjid hanya menyediakan sarana untuk mencuci tangan di luar masjid. Padahal, saat ini Sumenep sudah menjadi zona merah dengan lima orang terkonfirmasi Covid-19. (jun)

- Advertisement -

SUMENEP – Jajaran Forum Koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kemenag Sumenep bersepakat bahwa salat Tarawih boleh digelar di masjid atau musala. Asalkan, dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan protokol kesehatan. Misalnya, menjaga jarak saf.

Ketua MUI Sumenep Safraji mengakui mengikuti rapat tersebut. Secara umum membahas tentang pelaksanaan ibadah di luar rumah. Mengingat, menghindari kerumunan massa merupakan salah satu upaya memutus mata rantai persebaran Covid-19.

Terutama untuk pelaksanaan salat Tarawih, salat Jumat, dan pelaksanaan salat Id pada hari raya Idul Fitri. Hasilnya, semua pihak bersepakat untuk tidak melarang kegiatan ibadah di luar rumah tersebut. Dengan cacatan, harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Soroti Kinerja Kemenag

Di antaranya, memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berjabat tangan. Bahkan, semua pihak juga telah bersepakat untuk memberikan sanksi secara kelembagaan kepada musala yang mengabaikan. Caranya, dengan memanggil ketua takmir atau pengurus masjid dan tidak lagi mengizinkan pelaksanaan ibadah tersebut.

Menurut Safraji, rapat koordinasi itu sudah dilaksanakan pada 27 April 2020 lalu. Sosialisasi juga sudah disampaikan kepada masyarakat. Bahkan, untuk masjid yang dikelolanya sudah melaksanakan sesuai protokol kesehatan.

Hal tersebut diharapkan juga dilakukan masyarakat dalam melaksanakan ibadah wajib sehari-hari. ”Sesuai dengan hasil rapat pula, pengawasan dalam pelaksanaan ibadah ini akan dilakukan oleh petugas keamanan,” katanya kemarin (2/5).

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, belum semua masjid dan musala menjalankan imbauan tersebut. Sebagian masih melaksanakan ibadah tanpa mengatur jarak antar jamaah. Baik pelaksanaan salat Jumat, Tarawih, dan salat wajib lainnya.

Baca Juga :  Poli Terpadu RSUD Sumenep Digerojok Rp 16,1 Miliar

Salat berjamaah dilakukan seperti biasa sebelum terjadi pandemi virus korona. Sebagian masjid hanya menyediakan sarana untuk mencuci tangan di luar masjid. Padahal, saat ini Sumenep sudah menjadi zona merah dengan lima orang terkonfirmasi Covid-19. (jun)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/