alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Petani Kurang Berminat Ikuti Asuransi Padi

SUMENEP – Program asuransi usaha tani padi (AUTP) di Sumenep sudah diluncurkan dua tahun lalu. Namun, sampai saat ini program tersebut kurang diminati masyarakat. Buktinya, para petani enggan mengikuti program yang dikerjasamakan dengan PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) itu.

Surahwi, petani di Kecamatan Gapura, mengatakan bahwa banyak petani yang tidak tertarik mengikuti program AUTP. Sebab, para petani harus membayar ketika ikut asuransi tersebut. Setiap hektare petani dikenakan premi Rp 36 ribu.

”Di sini rata-rata petani tidak ikut asuransi tersebut. Kalau kartu tani sudah punya semua,” kata Surahwi Rabu (2/5).

Hal senada disampaikan Hafidz, petani asal Kecamatan Rubaru. Menurut dia, para petani masih kurang berminat mengikuti AUTP. Sebab, jumlah tanaman padi petani rata-rata berskala kecil. ”Para petani masih merasa kurang perlu mengikuti program asuransi padi,” jelasnya.

Baca Juga :  Petani Butuh Alsintan yang Memadai

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Tanaman Pangan Dispertapahorbun Sumenep Habe Hajat mengakui bahwa tidak semua petani ikut asuransi. Bahkan, menurut dia, saat ini jumlahnya lebih banyak yang tidak ikut daripada yang ikut. Hanya, dia kurang hafal berapa jumlah pastinya yang sudah ikut asuransi tersebut.

Meski demikian, kata dia, respons masyarakat terhadap asuransi tani cukup baik. Dari waktu ke waktu ada tambahan petani yang ikut AUTP. ”Informasi yang kami terima setiap tahun kepesertaan AUTP bertambah,” paparnya.

Dia menjelaskan, asuransi padi terbilang murah. Semestinya, petani membayar RP 180 ribu per hektare. Sementara saat ini hanya dikenakan Rp 36 ribu.

”Asuransi itu kan ditopang oleh subsidi yang dikeluarkan pemerintah pusat,” terang Habe.

Baca Juga :  Hujan Deras, Warga Berenang di Genangan Air di Jalan Raya

 

 

SUMENEP – Program asuransi usaha tani padi (AUTP) di Sumenep sudah diluncurkan dua tahun lalu. Namun, sampai saat ini program tersebut kurang diminati masyarakat. Buktinya, para petani enggan mengikuti program yang dikerjasamakan dengan PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) itu.

Surahwi, petani di Kecamatan Gapura, mengatakan bahwa banyak petani yang tidak tertarik mengikuti program AUTP. Sebab, para petani harus membayar ketika ikut asuransi tersebut. Setiap hektare petani dikenakan premi Rp 36 ribu.

”Di sini rata-rata petani tidak ikut asuransi tersebut. Kalau kartu tani sudah punya semua,” kata Surahwi Rabu (2/5).


Hal senada disampaikan Hafidz, petani asal Kecamatan Rubaru. Menurut dia, para petani masih kurang berminat mengikuti AUTP. Sebab, jumlah tanaman padi petani rata-rata berskala kecil. ”Para petani masih merasa kurang perlu mengikuti program asuransi padi,” jelasnya.

Baca Juga :  Licin saat Hujan, Jembatan Bambu Tetap Jadi Alternatif

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Tanaman Pangan Dispertapahorbun Sumenep Habe Hajat mengakui bahwa tidak semua petani ikut asuransi. Bahkan, menurut dia, saat ini jumlahnya lebih banyak yang tidak ikut daripada yang ikut. Hanya, dia kurang hafal berapa jumlah pastinya yang sudah ikut asuransi tersebut.

Meski demikian, kata dia, respons masyarakat terhadap asuransi tani cukup baik. Dari waktu ke waktu ada tambahan petani yang ikut AUTP. ”Informasi yang kami terima setiap tahun kepesertaan AUTP bertambah,” paparnya.

Dia menjelaskan, asuransi padi terbilang murah. Semestinya, petani membayar RP 180 ribu per hektare. Sementara saat ini hanya dikenakan Rp 36 ribu.

- Advertisement -

”Asuransi itu kan ditopang oleh subsidi yang dikeluarkan pemerintah pusat,” terang Habe.

Baca Juga :  Warisan Budaya Dapat Topang Ekonomi Warga

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/