alexametrics
23.1 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Tujuh Rekanan Berebut Proyek Trotoar

SUMENEP – Pembangunan trotoar di Jalan Diponegoro, Kota Sumenep, dilanjutkan kembali tahun ini. Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPRKP) dan Cipta Karya Sumenep siap menggelontorkan Rp 450 juta untuk pembangunan trotoar di jalan tersebut. Saat ini proyek lanjutan itu masih tahap lelang secara terbuka.

Awalnya ada 35 rekanan yang memasukkan dokumen pendaftaran lelang. Tetapi dari jumlah tersebut, hanya tujuh perusahaan yang melakukan penawaran proyek trotoar Jalan Diponegoro. Perincian penawaran selengkapnya lihat grafis.

Kepala Bagian Pembangunan Setkab Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, proses lelang proyek trotoar Jalan Diponegoro masih tahap evaluasi dokumen kualifikasi. Tahap berikutnya adalah pembuktian kualifikasi. Baru kemudian diterbitkan berita acara hasil lelang, penetapan pemenang lelang, dan pengumuman pemenang lelang.

Baca Juga :  Butuh Rp 27 Miliar Lagi Untuk Tambahan Fasilitas Gedung DPRD

Jika pihak ketiga yang melakukan penawaran tidak puas dengan keputusan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) terkait penetapan pemenang, yang bersangkutan bisa melakukan sanggahan hasil lelang. ”Masa sanggah hasil lelang 4–6 April,” kata Agus kemarin (2/4). ”Penandatanganan kontrak akan dilakukan pada 9–13 April. Itu sudah tercantum di situs LPSE,” tegasnya.

Apakah pendaftar dengan penawaran terendah otomatis akan memenangkan lelang? Mantan camat Lenteng itu menyebut bahwa tujuh nama yang melakukan penawaran memiliki peluang sama untuk menang. Sebab, tawaran terendah bukanlah satu-satunya tolok ukur untuk jadi pemenang lelang. ”Masih ada pembuktian kualifikasi dulu,” tukasnya.

Proyek trotoar di Jalan Diponegoro tidak hanya tahun ini digelar Pemkab Sumenep. Sebagaimana tertera di situs LPSE, sudah tiga tahun secara berturut-turut pemkab mengalokasikan anggaran untuk pembangunan trotoar di ruas jalan tersebut. Anggarannya beragam. Pada 2016 digerojok Rp 346,6 juta, 2017 dianggarkan Rp 400 juta, dan tahun ini Rp 450 juta.

Baca Juga :  Pembangunan Sport Center Buram

Menurut Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep Bambang Irianto, proyek trotoar di Jalan Diponegoro tak langsung tuntas karena anggarannya sedikit. Bahkan tahun ini pembangunan trotoar di jalan itu belum tentu tuntas. Diperkirakan, tahun depan perlu penganggaran kembali.

 

SUMENEP – Pembangunan trotoar di Jalan Diponegoro, Kota Sumenep, dilanjutkan kembali tahun ini. Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPRKP) dan Cipta Karya Sumenep siap menggelontorkan Rp 450 juta untuk pembangunan trotoar di jalan tersebut. Saat ini proyek lanjutan itu masih tahap lelang secara terbuka.

Awalnya ada 35 rekanan yang memasukkan dokumen pendaftaran lelang. Tetapi dari jumlah tersebut, hanya tujuh perusahaan yang melakukan penawaran proyek trotoar Jalan Diponegoro. Perincian penawaran selengkapnya lihat grafis.

Kepala Bagian Pembangunan Setkab Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, proses lelang proyek trotoar Jalan Diponegoro masih tahap evaluasi dokumen kualifikasi. Tahap berikutnya adalah pembuktian kualifikasi. Baru kemudian diterbitkan berita acara hasil lelang, penetapan pemenang lelang, dan pengumuman pemenang lelang.

Baca Juga :  Pedagang Harus Bayar jika Tempati Rest Area

Jika pihak ketiga yang melakukan penawaran tidak puas dengan keputusan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) terkait penetapan pemenang, yang bersangkutan bisa melakukan sanggahan hasil lelang. ”Masa sanggah hasil lelang 4–6 April,” kata Agus kemarin (2/4). ”Penandatanganan kontrak akan dilakukan pada 9–13 April. Itu sudah tercantum di situs LPSE,” tegasnya.

Apakah pendaftar dengan penawaran terendah otomatis akan memenangkan lelang? Mantan camat Lenteng itu menyebut bahwa tujuh nama yang melakukan penawaran memiliki peluang sama untuk menang. Sebab, tawaran terendah bukanlah satu-satunya tolok ukur untuk jadi pemenang lelang. ”Masih ada pembuktian kualifikasi dulu,” tukasnya.

Proyek trotoar di Jalan Diponegoro tidak hanya tahun ini digelar Pemkab Sumenep. Sebagaimana tertera di situs LPSE, sudah tiga tahun secara berturut-turut pemkab mengalokasikan anggaran untuk pembangunan trotoar di ruas jalan tersebut. Anggarannya beragam. Pada 2016 digerojok Rp 346,6 juta, 2017 dianggarkan Rp 400 juta, dan tahun ini Rp 450 juta.

Baca Juga :  Pasangan Mesum di Sumenep Dinikahkan Paksa

Menurut Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep Bambang Irianto, proyek trotoar di Jalan Diponegoro tak langsung tuntas karena anggarannya sedikit. Bahkan tahun ini pembangunan trotoar di jalan itu belum tentu tuntas. Diperkirakan, tahun depan perlu penganggaran kembali.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

De Baghraf Dukung Madura Awards

Dinas KB P3A Kekurangan Petugas

Artikel Terbaru

/