alexametrics
20.5 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Susi Air Kembali Layani Penerbangan Perintis Rute Sumenep–Pagerungan

SUMENEP – Maskapai Susi Air kembali terpilih untuk melayani penerbangan perintis rute Sumenep–Pagerungan 2020. Pesawat jenis Cessna Caravan berkapasitas 12 penumpang tersebut memulai penerbangan perdananya di langit Sumenep kemarin (1/1).

Susi Air kembali melayani rute Sumenep–Pagerungan setelah ditetapkan sebagai pemenang lelang penerbangan perintis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2020. Saat ini, pesawat tersebut terbang untuk tiga rute dan enam jadwal penerbangan. Rinciannya, Surabaya–Bawean empat kali penerbangan, Bawean–Sumenep satu kali, dan Sumenep–Pagerungan satu kali.

”Sebelumnya, tahun 2019, ada empat rute. Tahun ini, untuk rute Surabaya–Karimunjawa ditiadakan. Karena animo masyarakat kurang,” jelas PPK Penerbangan Perintis Bandara Trunojoyo Kelas III Sumenep Dimas Maharanto kemarin.

Rute dan penerbangan Surabaya–Bawean ditambah karena animo masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi udara cukup tinggi. Di sisi lain, sejak penerbangan perintis Sumenep–Pagerungan dibuka pada 25 September 2019, antusias masyarakat Sumenep terutama kepulauan tinggi hingga kursi kerap penuh.

Baca Juga :  Belum Ada yang Setor LPj DD dan ADD 2018

Klik disini untuk Bantu dan dukung channel Youtube Radarmadura id

Karena itu, pihaknya akan berupaya mengajukan penambahan jadwal penerbangan Sumenep–Pagerungan menjadi dua kali sepekan. Jadwal penerbangan yang akan dialihkan rencananya yakni Surabaya–Bawean. Rute tersebut yang awalnya dilayani empat kali penerbangan akan diusulkan menjadi tiga kali penerbangan.

Usulan itu, kata Dimas, bukan tanpa alasan. Mengingat, sampai saat ini tiket pesawat rata-rata sudah dipesan oleh calon penumpang dua hingga tiga pekan sebelum terbang. ”Jadi kalau mau pesan tiket harus tiga pekan sebelum keberangkatan. Penerbangan awal tahun ini juga atas pemesanan akhir 2019,” jelas Dimas saat ditemui di Bandara Trunojoyo, Sumenep.

Dia menambahkan, tingginya animo masyarakat untuk menggunakan jasa penerbangan rute Sumenep–Pagerungan sudah diketahui Kemenhub dari hasil evaluasi 2019. Untuk itu, kesempatan menambah frekuensi penerbangan rute tersebut sangat memungkinkan disetujui pemerintah pusat.

Baca Juga :  Penumpang Pesawat Sumenep–Surabaya Full

Berdasarkan data di Bandara Trunojoyo Sumenep, jadwal penerbangan Sumenep–Pagerungan 1 Januari penuh. Jadwal keberangkatan 8 Januari juga sudah dipesan keseluruhan oleh calon penumpang. Tanggal 15 Januari sudah dipesan 9 orang. Keberangkatan pada 22 Januari, hingga saat ini tiket sudah dipesan oleh 3 calon penumpang.

”Untuk jadwal sebaliknya, Pagerungan–Sumenep juga hampir sama kondisinya. Harus memesan tiket dua atau tiga pekan sebelum keberangkatan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono menuturkan, penambahan jadwal penerbangan Sumenep–Pagerungan akan mengusulkan akhir Januari. Hal itu sebagai laporan dan penguat usulan kepada pemerintah pusat jika bulan pertama 2020 antusias masyarakat tinggi untuk memanfaatkan jasa transportasi udara.

”Sejak 2019 sudah ingin kami ajukan penambahan. Tapi, tidak bisa karena beberapa pertimbangan. Maka dari itu, kami upayakan 2020 bisa ditambah,” tandasnya.

SUMENEP – Maskapai Susi Air kembali terpilih untuk melayani penerbangan perintis rute Sumenep–Pagerungan 2020. Pesawat jenis Cessna Caravan berkapasitas 12 penumpang tersebut memulai penerbangan perdananya di langit Sumenep kemarin (1/1).

Susi Air kembali melayani rute Sumenep–Pagerungan setelah ditetapkan sebagai pemenang lelang penerbangan perintis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2020. Saat ini, pesawat tersebut terbang untuk tiga rute dan enam jadwal penerbangan. Rinciannya, Surabaya–Bawean empat kali penerbangan, Bawean–Sumenep satu kali, dan Sumenep–Pagerungan satu kali.

”Sebelumnya, tahun 2019, ada empat rute. Tahun ini, untuk rute Surabaya–Karimunjawa ditiadakan. Karena animo masyarakat kurang,” jelas PPK Penerbangan Perintis Bandara Trunojoyo Kelas III Sumenep Dimas Maharanto kemarin.


Rute dan penerbangan Surabaya–Bawean ditambah karena animo masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi udara cukup tinggi. Di sisi lain, sejak penerbangan perintis Sumenep–Pagerungan dibuka pada 25 September 2019, antusias masyarakat Sumenep terutama kepulauan tinggi hingga kursi kerap penuh.

Baca Juga :  Belum Ada yang Setor LPj DD dan ADD 2018

Klik disini untuk Bantu dan dukung channel Youtube Radarmadura id

Karena itu, pihaknya akan berupaya mengajukan penambahan jadwal penerbangan Sumenep–Pagerungan menjadi dua kali sepekan. Jadwal penerbangan yang akan dialihkan rencananya yakni Surabaya–Bawean. Rute tersebut yang awalnya dilayani empat kali penerbangan akan diusulkan menjadi tiga kali penerbangan.

Usulan itu, kata Dimas, bukan tanpa alasan. Mengingat, sampai saat ini tiket pesawat rata-rata sudah dipesan oleh calon penumpang dua hingga tiga pekan sebelum terbang. ”Jadi kalau mau pesan tiket harus tiga pekan sebelum keberangkatan. Penerbangan awal tahun ini juga atas pemesanan akhir 2019,” jelas Dimas saat ditemui di Bandara Trunojoyo, Sumenep.

Dia menambahkan, tingginya animo masyarakat untuk menggunakan jasa penerbangan rute Sumenep–Pagerungan sudah diketahui Kemenhub dari hasil evaluasi 2019. Untuk itu, kesempatan menambah frekuensi penerbangan rute tersebut sangat memungkinkan disetujui pemerintah pusat.

Baca Juga :  Direktur PD Sumekar Mangkir

Berdasarkan data di Bandara Trunojoyo Sumenep, jadwal penerbangan Sumenep–Pagerungan 1 Januari penuh. Jadwal keberangkatan 8 Januari juga sudah dipesan keseluruhan oleh calon penumpang. Tanggal 15 Januari sudah dipesan 9 orang. Keberangkatan pada 22 Januari, hingga saat ini tiket sudah dipesan oleh 3 calon penumpang.

”Untuk jadwal sebaliknya, Pagerungan–Sumenep juga hampir sama kondisinya. Harus memesan tiket dua atau tiga pekan sebelum keberangkatan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono menuturkan, penambahan jadwal penerbangan Sumenep–Pagerungan akan mengusulkan akhir Januari. Hal itu sebagai laporan dan penguat usulan kepada pemerintah pusat jika bulan pertama 2020 antusias masyarakat tinggi untuk memanfaatkan jasa transportasi udara.

”Sejak 2019 sudah ingin kami ajukan penambahan. Tapi, tidak bisa karena beberapa pertimbangan. Maka dari itu, kami upayakan 2020 bisa ditambah,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

DPT Bertambah Belasan Ribu

Hari Ini 1.788 Peserta MTQ Tiba

Polres Proses Mantan Kepala SMPN 3 Geger

Artikel Terbaru

/