alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Ingatkan Petani Segera Buat Kartu Tani Sebelum 2019

SUMENEP – Sepanjang 2017, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Kabupaten Sumenep sudah menerbitkan 12 ribu kartu tani. Hingga 2017, total kartu tani yag telah beredar di kabupaten ujung timur Madura sudah mencapai 105 ribu kartu.

Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan (Sarprasluh) Dispertapahorbun Sumenep Arif Firmanto mengatakan, masih banyak petani yang belum memiliki kartu tersebut. Dia berharap petani segera mengurus kartu itu. Sebab, pada 2019 petani yang tidak memilikinya tidak akan bisa menikmati program pemerintah.

”2017 dan tahun ini masih diizinkan menggunakan fotokopi KTP dan rekomendasi dari UPT pertanian. Tetapi, tahun depan tidak lagi. Karena itu, kami sedang gencar menyosialisasikan agar para petani segera mendaftar untuk mendapatkan kartu tani,” jelasnya kemarin (2/1).

Baca Juga :  Klaim Progres Proyek Pasar 80 Persen

Dia mengungkapkan, bagi para petani, memiliki kartu tani adalah keharusan. Kartu tani, kata dia, hanya bisa didapat oleh petani yang sudah tergabung dalam kelompok tani (poktan). Dengan begitu, untuk mendapatkan kartu tersebut, para petani harus membentuk poktan terlebih dahulu.

”Kalau tudak bisa atau tidak mau gabung ke kelompok tani yang sudah ada, tinggal buat lagi. Kumpulkan minimal 20 orang, lalu minta rekomendasi ke UPT pertanian. Kemudian, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya. Dia berharap, para petani dapat segera mendaftar untuk mendapatkan kartu tani.

- Advertisement -

SUMENEP – Sepanjang 2017, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Kabupaten Sumenep sudah menerbitkan 12 ribu kartu tani. Hingga 2017, total kartu tani yag telah beredar di kabupaten ujung timur Madura sudah mencapai 105 ribu kartu.

Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan (Sarprasluh) Dispertapahorbun Sumenep Arif Firmanto mengatakan, masih banyak petani yang belum memiliki kartu tersebut. Dia berharap petani segera mengurus kartu itu. Sebab, pada 2019 petani yang tidak memilikinya tidak akan bisa menikmati program pemerintah.

”2017 dan tahun ini masih diizinkan menggunakan fotokopi KTP dan rekomendasi dari UPT pertanian. Tetapi, tahun depan tidak lagi. Karena itu, kami sedang gencar menyosialisasikan agar para petani segera mendaftar untuk mendapatkan kartu tani,” jelasnya kemarin (2/1).

Baca Juga :  RSUD Gelar Survei Verifikasi Akreditasi

Dia mengungkapkan, bagi para petani, memiliki kartu tani adalah keharusan. Kartu tani, kata dia, hanya bisa didapat oleh petani yang sudah tergabung dalam kelompok tani (poktan). Dengan begitu, untuk mendapatkan kartu tersebut, para petani harus membentuk poktan terlebih dahulu.

”Kalau tudak bisa atau tidak mau gabung ke kelompok tani yang sudah ada, tinggal buat lagi. Kumpulkan minimal 20 orang, lalu minta rekomendasi ke UPT pertanian. Kemudian, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya. Dia berharap, para petani dapat segera mendaftar untuk mendapatkan kartu tani.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/