alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

DPR RI Desak Pemkab Percepat Pembebasan Lahan

SUMENEP – Anggota Komisi V DPR RI Moh. Nizar Zahro melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo Rabu siang (1/11). Kedatangan wakil rakyat asal Madura itu bermaksud melihat pembangunan dan perkembangan fasilitas di bandara satu-satunya di Pulau Garam.

Saat turun dari pesawat, Nizar Zahro masuk Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III. Politikus asal Bangkalan itu ditemui Kepala UPBU Bandara Trunojoyo Wahyu Siswoyo. Setelah berbincang singkat, Nizar dan rombongan diajak melihat kondisi bandara menggunakan dua mobil.

Wakil rakyat yang membidangi infrastruktur itu melihat landasan pacu atau runway di sisi barat dan timur. ”Pada prinsipnya, kami siap memperjuangkan kebutuhan anggaran untuk pengembangan bandara. Namun, pemkab harus mempercepat pembebasan lahan,” kata politikus Partai Gerindra itu.

Baca Juga :  Ma’ruf Amin Ajak Jaga Persatuan

Menurut Nizar Zahro, selama lahan belum tersedia, percuma pemerintah pusat mengucurkan anggaran. Sebab, dana tersebut tidak akan terserap. Karena penyediaan lahan merupakan tugas Pemkab Sumenep, dia berharap segera dilakukan. Ketersediaan lahan, kata dia, menjadi kunci utama percepatan pengembangan bandara.

Dia menerangkan, panjang runway yang 1.600 meter belum ideal untuk sebuah bandara. Minimal panjangnya mencapai 2.250 meter. Dengan demikian, bandara itu bisa menampung pesawat lebih besar. ”Kalau anggaran, pemerintah pusat tentu siap mengucurkan bila lahan untuk dibangun fasilitas tersedia,” ujarnya saat meninjau sisi barat bandara.

Wahyu Siwoyo menyatakan, pada 2018 akan dibangun terminal bandara di sisi utara. Anggaran yang disiapkan Rp 25 miliar. Keberadaan terminal tersebut sangat penting bagi penumpang. Ditanya mengenai perpanjangan runway, Wahyu mengaku masih terkendala lahan.

Baca Juga :  Syafiuddin Asmoro Bahas Lebih Detail Pembangunan Pulau Garam

Dia menuturkan, penyediaan lahan merupakan kewenangan pemkab. Menurut dia, runway akan diperpanjang 2.250 meter ke barat. ”Bila lahan tersedia, pada tahun-tahun yang akan datang tentu akan digarap perpanjangan landasan pacunya,” jelasnya saat mendampingi Nizar Zahro.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Sustono mengatakan sudah ada 58 hektare lahan yang dibebaskan. kebutuhannya mencapai 108 hektare. ” Yang 58 hektare sudah dibebaskan. Sementara yang lain masih dalam proses,” ucapnya.

SUMENEP – Anggota Komisi V DPR RI Moh. Nizar Zahro melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo Rabu siang (1/11). Kedatangan wakil rakyat asal Madura itu bermaksud melihat pembangunan dan perkembangan fasilitas di bandara satu-satunya di Pulau Garam.

Saat turun dari pesawat, Nizar Zahro masuk Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III. Politikus asal Bangkalan itu ditemui Kepala UPBU Bandara Trunojoyo Wahyu Siswoyo. Setelah berbincang singkat, Nizar dan rombongan diajak melihat kondisi bandara menggunakan dua mobil.

Wakil rakyat yang membidangi infrastruktur itu melihat landasan pacu atau runway di sisi barat dan timur. ”Pada prinsipnya, kami siap memperjuangkan kebutuhan anggaran untuk pengembangan bandara. Namun, pemkab harus mempercepat pembebasan lahan,” kata politikus Partai Gerindra itu.

Baca Juga :  Syafiuddin Asmoro Bahas Lebih Detail Pembangunan Pulau Garam

Menurut Nizar Zahro, selama lahan belum tersedia, percuma pemerintah pusat mengucurkan anggaran. Sebab, dana tersebut tidak akan terserap. Karena penyediaan lahan merupakan tugas Pemkab Sumenep, dia berharap segera dilakukan. Ketersediaan lahan, kata dia, menjadi kunci utama percepatan pengembangan bandara.

Dia menerangkan, panjang runway yang 1.600 meter belum ideal untuk sebuah bandara. Minimal panjangnya mencapai 2.250 meter. Dengan demikian, bandara itu bisa menampung pesawat lebih besar. ”Kalau anggaran, pemerintah pusat tentu siap mengucurkan bila lahan untuk dibangun fasilitas tersedia,” ujarnya saat meninjau sisi barat bandara.

Wahyu Siwoyo menyatakan, pada 2018 akan dibangun terminal bandara di sisi utara. Anggaran yang disiapkan Rp 25 miliar. Keberadaan terminal tersebut sangat penting bagi penumpang. Ditanya mengenai perpanjangan runway, Wahyu mengaku masih terkendala lahan.

Baca Juga :  Kemenangan Bersama Masyarakat

Dia menuturkan, penyediaan lahan merupakan kewenangan pemkab. Menurut dia, runway akan diperpanjang 2.250 meter ke barat. ”Bila lahan tersedia, pada tahun-tahun yang akan datang tentu akan digarap perpanjangan landasan pacunya,” jelasnya saat mendampingi Nizar Zahro.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Sustono mengatakan sudah ada 58 hektare lahan yang dibebaskan. kebutuhannya mencapai 108 hektare. ” Yang 58 hektare sudah dibebaskan. Sementara yang lain masih dalam proses,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/