alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

Sarankan Pemkab Atur Zona Wisata dan Industri

SUMENEP – Industri tambak udang di dekat tempat wisata Pantai Lombang terus menjadi perbincangan. Ada yang menuding, itu terjadi karena Pemkab Sumenep tidak tegas mengatur pembagian kawasan wisata dan industri.

Pengaturan kawasan sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW) di Sumenep belum jelas. Sejauh ini belum ada pembagian zona tegas. Misalnya, pembagian antara zona wisata dan industri.

Ketidakjelasan pembagian kawasan itu bisa membingungkan investor. Salah satu contoh di sekitar Pantai Lombang. Pantai tersebut terkenal sebagai tempat wisata. Namun tak begitu jauh dari Pantai Lombang, dibangun industri tambak udang.

Anggota DPRD Sumenep Masdawi menyatakan, pembangunan tambak udang di dekat tempat wisata terjadi karena pemkab tidak tegas mengatur pembagian kawasan. ”Misalnya, Pantai Lombang ditetapkan sebagai zona wisata. Maka, di sana tidak boleh ada investor tambak udang. Tapi kenyataannya, ada tambak udang di dekat tempat wisata,” katanya Minggu (1/10).

Baca Juga :  Ratusan Produk IKM Tak Berlabel Halal

Kebedaraan tambak udang dinilai bisa berdampak negatif terhadap potensi wisata. Salah satunya, pembuangan limbah tambak udang yang dapat mengganggu pengunjung wisata.

Masdawi menyebutkan, sampai sekarang belum ada ketegasan di sekitar tempat wisata dilarang ada tambak udang. Karena tidak ada aturan seperti itu, wajar bila keberadaan tambak udang sekitar 2 kilometer di sebelah timur Pantai Lombang sempat menuai penolakan.\

Bila tidak ada ketegasan aturan, bisa jadi ke depan banyak tambak udang dibangun di sekitar tempat wisata Pantai Lombang. ”Di sinilah perlunya penegasan dari pemkab agar kemungkinan menjamurnya tambak udang dapat diantisipasi,” ujar wakil rakyat asal Dapil Gapura, Dungkek, Batang-Batang, dan Batuputih itu.

Supriyadi, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lombang, bersikukuh bahwa tambak udang yang ada saat ini tidak boleh dikembangkan lagi ke barat. Mengingat, tambak udang yang sudah ada dipersoalkan warga. Terutama, mengenai pembuangan limbah.

Baca Juga :  RTH di Bawah 30 Persen Luas Wilayah

”Jangan sampai ada pengembangan tambak lagi. Tambak udang yang ada saat ini perlu dievaluasi dampak lingkungannya,” ujar dia.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep Abd. Madjid mengatakan, izin tambak udang di sebelah timur Pantai Lombang sudah lengkap. ”Yang tidak boleh 600 meter dari lokasi wisata. Tambak itu berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Pantai Lombang,” sebutnya.

Pembuangan limbah tambak udang sempat dipersoalkan warga. Sebab, jika limbah tambak udang dibuang sembarangan, berdampak kepada pengunjung wisata Pantai Lombang. Selain itu, lingkungan menjadi bau dan pohon cemara mati.

SUMENEP – Industri tambak udang di dekat tempat wisata Pantai Lombang terus menjadi perbincangan. Ada yang menuding, itu terjadi karena Pemkab Sumenep tidak tegas mengatur pembagian kawasan wisata dan industri.

Pengaturan kawasan sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW) di Sumenep belum jelas. Sejauh ini belum ada pembagian zona tegas. Misalnya, pembagian antara zona wisata dan industri.

Ketidakjelasan pembagian kawasan itu bisa membingungkan investor. Salah satu contoh di sekitar Pantai Lombang. Pantai tersebut terkenal sebagai tempat wisata. Namun tak begitu jauh dari Pantai Lombang, dibangun industri tambak udang.


Anggota DPRD Sumenep Masdawi menyatakan, pembangunan tambak udang di dekat tempat wisata terjadi karena pemkab tidak tegas mengatur pembagian kawasan. ”Misalnya, Pantai Lombang ditetapkan sebagai zona wisata. Maka, di sana tidak boleh ada investor tambak udang. Tapi kenyataannya, ada tambak udang di dekat tempat wisata,” katanya Minggu (1/10).

Baca Juga :  Waduh, Pemkab Kecolongan, Tambak Udang Diduga Ilegal Beroperasi

Kebedaraan tambak udang dinilai bisa berdampak negatif terhadap potensi wisata. Salah satunya, pembuangan limbah tambak udang yang dapat mengganggu pengunjung wisata.

Masdawi menyebutkan, sampai sekarang belum ada ketegasan di sekitar tempat wisata dilarang ada tambak udang. Karena tidak ada aturan seperti itu, wajar bila keberadaan tambak udang sekitar 2 kilometer di sebelah timur Pantai Lombang sempat menuai penolakan.\

Bila tidak ada ketegasan aturan, bisa jadi ke depan banyak tambak udang dibangun di sekitar tempat wisata Pantai Lombang. ”Di sinilah perlunya penegasan dari pemkab agar kemungkinan menjamurnya tambak udang dapat diantisipasi,” ujar wakil rakyat asal Dapil Gapura, Dungkek, Batang-Batang, dan Batuputih itu.

Supriyadi, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lombang, bersikukuh bahwa tambak udang yang ada saat ini tidak boleh dikembangkan lagi ke barat. Mengingat, tambak udang yang sudah ada dipersoalkan warga. Terutama, mengenai pembuangan limbah.

Baca Juga :  Penarikan Retribusi Masuk Pasar di Sumenep Masih Manual

”Jangan sampai ada pengembangan tambak lagi. Tambak udang yang ada saat ini perlu dievaluasi dampak lingkungannya,” ujar dia.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep Abd. Madjid mengatakan, izin tambak udang di sebelah timur Pantai Lombang sudah lengkap. ”Yang tidak boleh 600 meter dari lokasi wisata. Tambak itu berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Pantai Lombang,” sebutnya.

Pembuangan limbah tambak udang sempat dipersoalkan warga. Sebab, jika limbah tambak udang dibuang sembarangan, berdampak kepada pengunjung wisata Pantai Lombang. Selain itu, lingkungan menjadi bau dan pohon cemara mati.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/