alexametrics
21.1 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Nyalip Mobil Kijang, Halima Tewas

SUMENEP – Kelengkapan berkendara jangan sampai ketinggalan saat mengendarai motor di jalan raya. Gunanya, menjaga keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan kematian.

Seperti dialami Halima, 36, warga Desa/Kecamatan Pasongsongan, Sumenep. Dia meninggal setelah Honda Beat M 2538 WG yang dikendarainya bertabrakan dengan Honda Vario M 2754 VM. Motor tersebut dikendarai Moh. Kafi, warga Desa Bukabu, Kecamatan Ambunten, Sumenep. Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di jalan raya Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Sabtu (30/9) sekitar pukul 21.30.

Kecelakaan yang mengakibatkan seorang pemotor meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) itu bermula saat Honda Beat yang dikendarai Halima melaju dari timur. Setiba di TKP, Halima menyalip mobil Kijang LGX N 1894 CG yang dikemudikan Fadil, warga Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang.

Sementara dari arah berlawanan datang Honda Vario yang dikendarai Moh. Kafi bersama istrinya. Berhubung jarak terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan. ”Berdasar keterangan saksi dan korban yang terlibat laka, motor bertabrakan dari depan, lalu pengendaranya terpental,” jelas Kapolsek Ambunten AKP Junaidi Sabtu (1/10).

Baca Juga :  DPK Rencanakan Bangun Perpustakaan Anak

Berdasar hasil olah TKP, Halima diduga terpental dari motor dan mengenai pintu mobil sebelah kanan usai bertabrakan. Bagian pintu mobil Kijang LGX sebelah kanan penyok. ”Korban yang meninggal mengalami luka robek di bagian kepala. Dia meninggal di TKP,” paparnya.

Junaidi menegaskan, semua yang terlibat dalam kecelakaan itu dibawa ke Puskesmas Ambunten. Tak terkecuali korban yang meninggal. Polisi sudah meminta keterangan saksi dan mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Kijang LGX dan dua unit sepeda motor bebek matik. ”Korban lainnya hanya mengalami luka lecet di bagian tangan, paha, lutut, dan kaki,” sebutnya.

Beberapa jam sebelumnya, kecelakaan juga terjadi di jalan raya Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 19.30 itu melibatkan pengendara sepeda motor. Kronologinya, sepeda motor Astrea Grand M 6405 V yang dikendarai Muhasan, warga Desa Manding Timur, melaju dari timur. Saat itu listrik padam.

Baca Juga :  Minta Gudang Beku Segera Dioperasikan

Sementara di pinggir jalan ada pikap M 8640 B bermuatan daun jagung macet dan sedang didorong penumpang. Tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai Muhasan menabrak bagian belakang pikap yang sedang didorong dan mengenai Taufik, warga Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan.

Akibatnya, lengan kiri Taufik mengalami patah tulang dan beberapa luka lecet di bagian tubuh lainnya. Sedangkan pengendara sepeda motor mengalami luka di bagian wajah dan kepala. ”Keduanya kami larikan ke Puskesmas Ambunten,” ujar Junaidi.

Dia mengimbau pengendara menjaga konsentrasi saat berkendara. Pihaknya mewajibkan berhenti dan istirahat jika pengendara mengantuk. ”Jangan lupa pakai helm dan kelengkapan berkendara lainnya untuk keselamatan,” sarannya.

SUMENEP – Kelengkapan berkendara jangan sampai ketinggalan saat mengendarai motor di jalan raya. Gunanya, menjaga keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan kematian.

Seperti dialami Halima, 36, warga Desa/Kecamatan Pasongsongan, Sumenep. Dia meninggal setelah Honda Beat M 2538 WG yang dikendarainya bertabrakan dengan Honda Vario M 2754 VM. Motor tersebut dikendarai Moh. Kafi, warga Desa Bukabu, Kecamatan Ambunten, Sumenep. Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di jalan raya Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Sabtu (30/9) sekitar pukul 21.30.

Kecelakaan yang mengakibatkan seorang pemotor meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) itu bermula saat Honda Beat yang dikendarai Halima melaju dari timur. Setiba di TKP, Halima menyalip mobil Kijang LGX N 1894 CG yang dikemudikan Fadil, warga Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang.


Sementara dari arah berlawanan datang Honda Vario yang dikendarai Moh. Kafi bersama istrinya. Berhubung jarak terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan. ”Berdasar keterangan saksi dan korban yang terlibat laka, motor bertabrakan dari depan, lalu pengendaranya terpental,” jelas Kapolsek Ambunten AKP Junaidi Sabtu (1/10).

Baca Juga :  Tingkatkan Keimanan dengan Pengajian

Berdasar hasil olah TKP, Halima diduga terpental dari motor dan mengenai pintu mobil sebelah kanan usai bertabrakan. Bagian pintu mobil Kijang LGX sebelah kanan penyok. ”Korban yang meninggal mengalami luka robek di bagian kepala. Dia meninggal di TKP,” paparnya.

Junaidi menegaskan, semua yang terlibat dalam kecelakaan itu dibawa ke Puskesmas Ambunten. Tak terkecuali korban yang meninggal. Polisi sudah meminta keterangan saksi dan mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Kijang LGX dan dua unit sepeda motor bebek matik. ”Korban lainnya hanya mengalami luka lecet di bagian tangan, paha, lutut, dan kaki,” sebutnya.

Beberapa jam sebelumnya, kecelakaan juga terjadi di jalan raya Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 19.30 itu melibatkan pengendara sepeda motor. Kronologinya, sepeda motor Astrea Grand M 6405 V yang dikendarai Muhasan, warga Desa Manding Timur, melaju dari timur. Saat itu listrik padam.

Baca Juga :  Sutan Nakhoda Baru KONI Sumenep

Sementara di pinggir jalan ada pikap M 8640 B bermuatan daun jagung macet dan sedang didorong penumpang. Tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai Muhasan menabrak bagian belakang pikap yang sedang didorong dan mengenai Taufik, warga Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan.

Akibatnya, lengan kiri Taufik mengalami patah tulang dan beberapa luka lecet di bagian tubuh lainnya. Sedangkan pengendara sepeda motor mengalami luka di bagian wajah dan kepala. ”Keduanya kami larikan ke Puskesmas Ambunten,” ujar Junaidi.

Dia mengimbau pengendara menjaga konsentrasi saat berkendara. Pihaknya mewajibkan berhenti dan istirahat jika pengendara mengantuk. ”Jangan lupa pakai helm dan kelengkapan berkendara lainnya untuk keselamatan,” sarannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/