alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, May 20, 2022

30 Desa Terdeteksi Alami Kekeringan, Pemkab Sumenep Pasok Air Bersih

SUMENEP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mendeteksi bencana kekeringan di 30 desa daratan maupun kepulauan. Karena itu, pemkab memberi bantuan air bersih.

Pemberangkatan tanki air bersih dilakukan Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi di rumah dinas Bupati Sumenep, Kamis (1/8). Ada lima tangki dikirim ke daerah yang mengajukan bantuan air bersih.

“Ini (pengiriman tanki, Red) upaya Pemkab Sumenep memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan,” katanya usai mengangkat bendera pelepasan bantuan air bersih.

Menurutnya, bantuan air yang diperoleh desa tergantung jumlah penduduk. Semakin banyak jumlah warganya, bantuan yang diterima kian besar. Penggunaan air disarankan sesuai keperluan agar tidak sia-sia.

Baca Juga :  Pemdes Sergang Putuskan Kelola Makam Kuno

“Manfaatkan bantuan air bersih untuk kebutuhan primer. Air yang kami kirim itu layak minum. Jadi, jangan digunakan untuk menyiram tanaman atau minum ternak,” ingatnya.

Kepala BPBD Sumenep Abd Rahman Riadi menambahkan, pihaknya selalu berupaya mengatasi masalah kekeringan. “Dari 30 desa yang berpotensi kekeringan, ada 24 desa yang mengajukan bantuan air,” katanya.

Menurut Rahman, ada tiga jenis bantuan yang sedang diupayakan BPBD. Yakni jangka pendek, menengah dan panjang. Kalau jangka pendek, pihaknya akan mengupayakan droping air.

Untuk jangka menengah, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa OPD seperti Dinas PU Cipta Karya dan PU Sumber Daya Air. Tujuannya, melakukan pengeboran dan pembuatan tandon.

Baca Juga :  Delapan Ribu Ton Rastra Belum Ditebus

“Sedangkan untuk jangka panjang, BPB akan melakukan pengeboran di desa yang memiliki potensi air melimpah. Sehingga, bisa dimanfaatkan untuk membantu desa yang tidak memiliki potensi air,” pungkasnya. (Rofiqi)

- Advertisement -

SUMENEP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mendeteksi bencana kekeringan di 30 desa daratan maupun kepulauan. Karena itu, pemkab memberi bantuan air bersih.

Pemberangkatan tanki air bersih dilakukan Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi di rumah dinas Bupati Sumenep, Kamis (1/8). Ada lima tangki dikirim ke daerah yang mengajukan bantuan air bersih.

“Ini (pengiriman tanki, Red) upaya Pemkab Sumenep memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan,” katanya usai mengangkat bendera pelepasan bantuan air bersih.


Menurutnya, bantuan air yang diperoleh desa tergantung jumlah penduduk. Semakin banyak jumlah warganya, bantuan yang diterima kian besar. Penggunaan air disarankan sesuai keperluan agar tidak sia-sia.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Sudah Kucurkan Dana, Pantai Lombang Belum Diperbaiki

“Manfaatkan bantuan air bersih untuk kebutuhan primer. Air yang kami kirim itu layak minum. Jadi, jangan digunakan untuk menyiram tanaman atau minum ternak,” ingatnya.

Kepala BPBD Sumenep Abd Rahman Riadi menambahkan, pihaknya selalu berupaya mengatasi masalah kekeringan. “Dari 30 desa yang berpotensi kekeringan, ada 24 desa yang mengajukan bantuan air,” katanya.

Menurut Rahman, ada tiga jenis bantuan yang sedang diupayakan BPBD. Yakni jangka pendek, menengah dan panjang. Kalau jangka pendek, pihaknya akan mengupayakan droping air.

Untuk jangka menengah, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa OPD seperti Dinas PU Cipta Karya dan PU Sumber Daya Air. Tujuannya, melakukan pengeboran dan pembuatan tandon.

Baca Juga :  Dewan Desak Penambangan Ilegal Ditindak

“Sedangkan untuk jangka panjang, BPB akan melakukan pengeboran di desa yang memiliki potensi air melimpah. Sehingga, bisa dimanfaatkan untuk membantu desa yang tidak memiliki potensi air,” pungkasnya. (Rofiqi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Miris, Papan Perosotan Taman Tak Terawat

Pengesahan APBD Perubahan Molor

Dua Proyek Jalan Ditender Ulang

Artikel Terbaru

/