alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Ma’ruf Amin Ajak Jaga Persatuan

SUMENEP – Kampanye akbar pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin digelar di GOR A. Yani, Sumenep, kemarin sore (1/4). Acara yang dihadiri langsung oleh Ma’ruf Amin itu diikuti puluhan ribu warga. Hadir pula ratusan ulama dari berbagai pondok pesantren di Madura.

Ma’ruf Amin tiba di GOR A. Yani sekitar pukul 15.08. Dia disambut histeris oleh para pendukungnya yang mayoritas santri dan kiai. Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan menggema sebagai tanda dimulainya kampanye.

Di hadapan para pendukungnya, Ma’ruf mengajak tidak golput pada Pemilu 17 April 2019. Menurut dia, dalam perspektif hukum negara, memilih pemimpin merupakan hak setiap orang. Tetapi dalam pendekatan keislaman, memilih pemimpin merupakan kewajiban. Karena itulah dia meminta seluruh warga agar tidak golput.

Dia juga mengajak masyarakat Sumenep, khususnya santri dan kader Nahdlatul Ulama (NU), agar memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 01. ”Tapi walaupun kita mau menang, tetap kita bilang tidak boleh kita bermusuhan,” katanya.

”Sesama bangsa kita harus bikin mereka sebagai saudara. Tidak usah bermusuhan. Berbeda agama saja kita harus toleran,” jelasnya.

Baca Juga :  Obesitas Koalisi dan Nasib Demokrasi

Jika berbeda agama saja diminta toleran, apalagi hanya berbeda pilihan politik. Dia mengajak agar pemilu menjadi pesta demokrasi yang menyejukkan. Tidak perlu saling membenci satu sama lain hanya karena beda partai atau beda pilihan capres.

”Beda pilihan tidak apa-apa. Kalau tidak mau pilih saya, pilih saja Pak Jokowi. Betul apa tidak?” katanya sembari berkelakar. ”Kalau tidak mau pilih Pak Jokowi, pilih aja saya. Gampang kan? Beres,” imbuhnya disambut tepuk tangan warga.

Selain mengajak jaga persatuan, mantan Rais Aam PB NU itu meminta warga tidak mendefinisikan pemilu sebagai perang. Definisi perang badar, menurut dia, tidak relevan dengan pesta demokrasi lima tahunan.

”Perang badar itu kan Islam sama kafir. Siapa yang Islam, siapa yang kafir? Kalau dia ngaku Islam berarti Pak Jokowi sama saya kafir? Enak aja,” tegasnya.

”Pilpres bukan perang, maka itu jangan pakai doa perang. Doanya doa damai supaya kita dapat kebaikan dunia dan akhirat. Makanya, doa itu ada tempatnya,” imbuhnya.

Pria yang mengaku keturunan orang Madura itu juga memberikan alasan mengapa Jokowi-Ma’ruf harus menang pada pemilu 17 April mendatang. Menurut dia, Indonesia harus menjadi negara maju, sejahtera, dan lebih baik. Dia tidak ingin Indonesia bubar.

Baca Juga :  Optimistis Penerbangan Kepulauan Ramai

”Sebab, ada yang bilang tahun 2030 Indonesia bubar. Indonesia tidak boleh bubar dan tidak akan bubar,” jelasnya. ”NKRI tidak boleh bubar karena bagi kita harga mati,” ujarnya.

Pada kampanye akbar kemarin, Bupati A. Busyro Karim dengan kapasitasnya sebagai ketua Dewan Syuro DPC PKB Sumenep tampil memberikan orasi. Dia mengajak warga memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Menurut dia, keduanya merupakan pasangan ideal.

Hal senada disampaikan Ketua DPC PPP Sumenep Muhammad Salahuddin A. Warits. Dia menegaskan, pihaknya siap memenangkan capres nomor 01. Dia memastikan bahwa keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk siap mendukung Jokowi-Ma’ruf.

”Insyaallah kami, khususnya di Pondok Pesantren Annuqayah, bersama ibunda pengasuh Nyai Hj Nafisah siap mendukung nomor 01,” tegasnya.

”Juga seluruh pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Latee, Lubangsa Selatan, seluruh daerah yang lain ada di sini. Insyaallah kami semuanya selalu akan ikut kiai untuk memilih kiai,” janjinya. 

 

- Advertisement -

SUMENEP – Kampanye akbar pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin digelar di GOR A. Yani, Sumenep, kemarin sore (1/4). Acara yang dihadiri langsung oleh Ma’ruf Amin itu diikuti puluhan ribu warga. Hadir pula ratusan ulama dari berbagai pondok pesantren di Madura.

Ma’ruf Amin tiba di GOR A. Yani sekitar pukul 15.08. Dia disambut histeris oleh para pendukungnya yang mayoritas santri dan kiai. Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan menggema sebagai tanda dimulainya kampanye.

Di hadapan para pendukungnya, Ma’ruf mengajak tidak golput pada Pemilu 17 April 2019. Menurut dia, dalam perspektif hukum negara, memilih pemimpin merupakan hak setiap orang. Tetapi dalam pendekatan keislaman, memilih pemimpin merupakan kewajiban. Karena itulah dia meminta seluruh warga agar tidak golput.


Dia juga mengajak masyarakat Sumenep, khususnya santri dan kader Nahdlatul Ulama (NU), agar memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 01. ”Tapi walaupun kita mau menang, tetap kita bilang tidak boleh kita bermusuhan,” katanya.

”Sesama bangsa kita harus bikin mereka sebagai saudara. Tidak usah bermusuhan. Berbeda agama saja kita harus toleran,” jelasnya.

Baca Juga :  Pria tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Bawah Gardu

Jika berbeda agama saja diminta toleran, apalagi hanya berbeda pilihan politik. Dia mengajak agar pemilu menjadi pesta demokrasi yang menyejukkan. Tidak perlu saling membenci satu sama lain hanya karena beda partai atau beda pilihan capres.

”Beda pilihan tidak apa-apa. Kalau tidak mau pilih saya, pilih saja Pak Jokowi. Betul apa tidak?” katanya sembari berkelakar. ”Kalau tidak mau pilih Pak Jokowi, pilih aja saya. Gampang kan? Beres,” imbuhnya disambut tepuk tangan warga.

Selain mengajak jaga persatuan, mantan Rais Aam PB NU itu meminta warga tidak mendefinisikan pemilu sebagai perang. Definisi perang badar, menurut dia, tidak relevan dengan pesta demokrasi lima tahunan.

”Perang badar itu kan Islam sama kafir. Siapa yang Islam, siapa yang kafir? Kalau dia ngaku Islam berarti Pak Jokowi sama saya kafir? Enak aja,” tegasnya.

”Pilpres bukan perang, maka itu jangan pakai doa perang. Doanya doa damai supaya kita dapat kebaikan dunia dan akhirat. Makanya, doa itu ada tempatnya,” imbuhnya.

Pria yang mengaku keturunan orang Madura itu juga memberikan alasan mengapa Jokowi-Ma’ruf harus menang pada pemilu 17 April mendatang. Menurut dia, Indonesia harus menjadi negara maju, sejahtera, dan lebih baik. Dia tidak ingin Indonesia bubar.

Baca Juga :  Pengoperasian SPAM Giliyang Buram

”Sebab, ada yang bilang tahun 2030 Indonesia bubar. Indonesia tidak boleh bubar dan tidak akan bubar,” jelasnya. ”NKRI tidak boleh bubar karena bagi kita harga mati,” ujarnya.

Pada kampanye akbar kemarin, Bupati A. Busyro Karim dengan kapasitasnya sebagai ketua Dewan Syuro DPC PKB Sumenep tampil memberikan orasi. Dia mengajak warga memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Menurut dia, keduanya merupakan pasangan ideal.

Hal senada disampaikan Ketua DPC PPP Sumenep Muhammad Salahuddin A. Warits. Dia menegaskan, pihaknya siap memenangkan capres nomor 01. Dia memastikan bahwa keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk siap mendukung Jokowi-Ma’ruf.

”Insyaallah kami, khususnya di Pondok Pesantren Annuqayah, bersama ibunda pengasuh Nyai Hj Nafisah siap mendukung nomor 01,” tegasnya.

”Juga seluruh pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Latee, Lubangsa Selatan, seluruh daerah yang lain ada di sini. Insyaallah kami semuanya selalu akan ikut kiai untuk memilih kiai,” janjinya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/