alexametrics
18.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Gearbox Patah, Empat Hari Terombang-ambing

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pelayaran Kapal Layar Motor (KLM) Sumber Baru dari Pelabuhan Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Lamongan, terganggu. Kapal yang berangkat sekitar pukul 17.00 Selasa (26/1) itu gagal sampai tujuan. Sedianya, kapal yang dinakhodai Adi itu mengantarkan sembako ke Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah.

KLM Sumber Baru berlayar bersama empat anak buah kapal (ABK). Yaitu Bagong, Kaik, Sahrun, dan Man. Kapal tersebut diperkirakan sampai di Pelabuhan Kuala Pembuang, Kalteng, sekitar pukul 17.00 Rabu (27/1).

Sekitar pukul 18.30 kapal berkapasitas 57 GT itu mengalami kerusakan. Gearbox-nya patah saat memasuki perairan Pulau Manuk, Desa Sonok, Kecamatan Nonggunong, Sumenep. Kapal putih kombinasi hijau dan kuning itu baru bisa dievakuasi kemarin (1/2) setelah empat hari terombang-ambing.

Kasatpolair Polres Sumenep Iptu Agung Widodo mengungkapkan, KLM Sumber Baru mengalami kerusakan mesin. Pihaknya tidak menampik baru bisa melakukan evakuasi karena cuaca tidak bersahabat. ”Kapal yang akan menggeret KLM Sumber Baru sudah berangkat pada 31 Januari sekitar pukul 09.00,” ucapnya.

Baca Juga :  Klaim Produksi Ikan Capai 58 Ribu Ton

KM Qalaqy 01 baru bisa mengevakuasi KLM Sumber Baru sekitar pukul 09.35 kemarin (1/2). Kapal yang rusak digeret ke Pelabuhan Kalianget.

Sementara itu, batas penundaan pelayaran berakhir hari ini (2/2). Tetapi, keberangkatan kapal laut belum bisa dipastikan. Apalagi, Kapal Express Bahari 1C tidak bisa beroperasi karena mengalami kerusakan.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Supriyanto menyampaikan, jika kondisi cuaca stabil, pelayaran akan diaktifkan kembali pada 3 Februari. Pihaknya masih akan memantau untuk mengetahui ketinggian gelombang dan angin laut.

Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang laut hingga 6 Februari rata-rata berada pada kategori sedang. Ketinggian gelombang antara 4–6 meter terjadi di perairan selatan Jawa Timur dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur.

Baca Juga :  Kemenag Sumenep Peringati HGN 2020

”Perairan lainnya mayoritas kategori sedang dengan ketinggian gelombang 1,25 hingga 2,5 meter,” terang Kepala BMKG Kalianget Usman Khalid. Ketinggian gelombang pada 3 Februari diperkirakan mencapai 4 meter. Yakni, di perairan Sapudi, utara Madura, dan perairan lainnya.

Nakhoda Kapal Express Bahari 1C Faizal Mubarok menuturkan, mesin kiri armada tujuan Kangean itu rusak. Hampir dua pekan tidak berlayar. Perbaikan sudah dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil. ”Sudah waktunya ganti mesin,” terangnya.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir. Kapal tersebut akan ditukar dengan Express Bahari 9C yang lebih besar. Kapal Express Bahari 1C hanya berkapasitas 365 orang. Sementara Kapal Express Bahari 9C mampu menampung 410 orang.

”Muatan barang tidak terlalu banyak, sesuai bawaan penumpang,” imbuhnya. Kapal tujuan Kangean ini beroperasi kembali sekitar 5 Februari. (mi)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pelayaran Kapal Layar Motor (KLM) Sumber Baru dari Pelabuhan Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Lamongan, terganggu. Kapal yang berangkat sekitar pukul 17.00 Selasa (26/1) itu gagal sampai tujuan. Sedianya, kapal yang dinakhodai Adi itu mengantarkan sembako ke Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah.

KLM Sumber Baru berlayar bersama empat anak buah kapal (ABK). Yaitu Bagong, Kaik, Sahrun, dan Man. Kapal tersebut diperkirakan sampai di Pelabuhan Kuala Pembuang, Kalteng, sekitar pukul 17.00 Rabu (27/1).

Sekitar pukul 18.30 kapal berkapasitas 57 GT itu mengalami kerusakan. Gearbox-nya patah saat memasuki perairan Pulau Manuk, Desa Sonok, Kecamatan Nonggunong, Sumenep. Kapal putih kombinasi hijau dan kuning itu baru bisa dievakuasi kemarin (1/2) setelah empat hari terombang-ambing.


Kasatpolair Polres Sumenep Iptu Agung Widodo mengungkapkan, KLM Sumber Baru mengalami kerusakan mesin. Pihaknya tidak menampik baru bisa melakukan evakuasi karena cuaca tidak bersahabat. ”Kapal yang akan menggeret KLM Sumber Baru sudah berangkat pada 31 Januari sekitar pukul 09.00,” ucapnya.

Baca Juga :  Dua Malam 11 Penumpang KLM Mutiara Terombang-ambing

KM Qalaqy 01 baru bisa mengevakuasi KLM Sumber Baru sekitar pukul 09.35 kemarin (1/2). Kapal yang rusak digeret ke Pelabuhan Kalianget.

Sementara itu, batas penundaan pelayaran berakhir hari ini (2/2). Tetapi, keberangkatan kapal laut belum bisa dipastikan. Apalagi, Kapal Express Bahari 1C tidak bisa beroperasi karena mengalami kerusakan.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Supriyanto menyampaikan, jika kondisi cuaca stabil, pelayaran akan diaktifkan kembali pada 3 Februari. Pihaknya masih akan memantau untuk mengetahui ketinggian gelombang dan angin laut.

Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang laut hingga 6 Februari rata-rata berada pada kategori sedang. Ketinggian gelombang antara 4–6 meter terjadi di perairan selatan Jawa Timur dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur.

Baca Juga :  Pemasangan Kamera Pengintai Belum Menyeluruh

”Perairan lainnya mayoritas kategori sedang dengan ketinggian gelombang 1,25 hingga 2,5 meter,” terang Kepala BMKG Kalianget Usman Khalid. Ketinggian gelombang pada 3 Februari diperkirakan mencapai 4 meter. Yakni, di perairan Sapudi, utara Madura, dan perairan lainnya.

Nakhoda Kapal Express Bahari 1C Faizal Mubarok menuturkan, mesin kiri armada tujuan Kangean itu rusak. Hampir dua pekan tidak berlayar. Perbaikan sudah dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil. ”Sudah waktunya ganti mesin,” terangnya.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir. Kapal tersebut akan ditukar dengan Express Bahari 9C yang lebih besar. Kapal Express Bahari 1C hanya berkapasitas 365 orang. Sementara Kapal Express Bahari 9C mampu menampung 410 orang.

”Muatan barang tidak terlalu banyak, sesuai bawaan penumpang,” imbuhnya. Kapal tujuan Kangean ini beroperasi kembali sekitar 5 Februari. (mi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/