alexametrics
29.3 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Pelayanan APMS Dikeluhkan Warga

SUMENEP – Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Pulau Kangean tidak mengatasi masalah. Indikasinya, jual beli bahan bakar minyak (BBM) tetap tidak stabil. Warga di Kecamatan Arjasa dan Kangayan kecewa dengan pihak pengelola karena dinilai tidak profesional.

Selama ini APMS yang dipercaya mendistribusikan BBM di wilayah kepulauan. Namun, pelayanan kerap dikeluhkan masyarakat. Sebab, penyaluran BBM diduga sering dipermainkan. Masyarakat tidak diberi kesempatan mendapatkan BBM dari APMS. Sebab, BBM langsung dijual kepada agen.

Warga harus mengeluarkan uang lebih besar. Bensin Rp 12.000 per liter. Sementara solar Rp 9.000–10.000 per liter. Warga juga dibatasi dalam membeli bensin di agen. Yakni, dua jam setiap hari. Selain itu, satu sepeda motor hanya mendapat  jatah dua liter per hari.

Baca Juga :  Petani Tolak HPP Garam Rp 750 Ribu Per Ton

”Saya kecewa dengan pelayanan APMS di Pulau Kangean. Selama ini seolah kami (masyarakat) dipermainkan, bahkan dimanfaatkan saja oleh mereka. Untuk mendapatkan bensin, kami harus membeli ke agen sehingga harus harganya tinggi,” kata Husairi, 47, warga setempat, kemarin (1/1).

Semestinya, sambung Husairi, tidak terjadi lagi kelangkaan. Sebab, BBM di APMS di-dropping dari Pertamina. Menurut Husairi, harga yang lebih mahal tidak jadi masalah asal stok BBM selalu tersedia. Mengingat, BBM sangat dibutuhkan masyarakat, terutama para nelayan.

            Sementara itu, pemilik APMS setempat Ikhsan tidak bisa dimintai keterangan. Berusaha ditemui di kediamannya tidak berhasil. Saat dikonfirmasi ke nomor ponselnya, tidak ada respons.

SUMENEP – Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Pulau Kangean tidak mengatasi masalah. Indikasinya, jual beli bahan bakar minyak (BBM) tetap tidak stabil. Warga di Kecamatan Arjasa dan Kangayan kecewa dengan pihak pengelola karena dinilai tidak profesional.

Selama ini APMS yang dipercaya mendistribusikan BBM di wilayah kepulauan. Namun, pelayanan kerap dikeluhkan masyarakat. Sebab, penyaluran BBM diduga sering dipermainkan. Masyarakat tidak diberi kesempatan mendapatkan BBM dari APMS. Sebab, BBM langsung dijual kepada agen.

Warga harus mengeluarkan uang lebih besar. Bensin Rp 12.000 per liter. Sementara solar Rp 9.000–10.000 per liter. Warga juga dibatasi dalam membeli bensin di agen. Yakni, dua jam setiap hari. Selain itu, satu sepeda motor hanya mendapat  jatah dua liter per hari.

Baca Juga :  SPBU Layani Pengecer, Pengendara Terabaikan

”Saya kecewa dengan pelayanan APMS di Pulau Kangean. Selama ini seolah kami (masyarakat) dipermainkan, bahkan dimanfaatkan saja oleh mereka. Untuk mendapatkan bensin, kami harus membeli ke agen sehingga harus harganya tinggi,” kata Husairi, 47, warga setempat, kemarin (1/1).

Semestinya, sambung Husairi, tidak terjadi lagi kelangkaan. Sebab, BBM di APMS di-dropping dari Pertamina. Menurut Husairi, harga yang lebih mahal tidak jadi masalah asal stok BBM selalu tersedia. Mengingat, BBM sangat dibutuhkan masyarakat, terutama para nelayan.

            Sementara itu, pemilik APMS setempat Ikhsan tidak bisa dimintai keterangan. Berusaha ditemui di kediamannya tidak berhasil. Saat dikonfirmasi ke nomor ponselnya, tidak ada respons.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/