alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Bangkalan Punya Alat Deteksi Gempa dan Tsunami

BANGKALAN – Gempa bumi dan potensi tsunami hampir tiap hari terjadi di Bangkalan. Hanya, kekuatan guncangannya rendah, sehingga tidak terasa ke permukaan.

Gempa itu terdeteksi melalui Ina TEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) Newgen. Alat tersebut merupakan bantuan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Februari 2020.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Morris mengatakan, alat itu diberikan khusus daerah-daerah pesisir, termasuk Bangkalan. ”Kami bisa memantau dari alat pendeteksi ini. Potensi-potensi gempa bumi dan tsunami,” terangnya.

Dijelaskan, Ina TEWS Newgen menampilkan informasi tentang gejala dan potensi gempa bumi dan tsunami. Kendati begitu, pihaknya bisa langsung melakukan antisipasi dan kewaspadaan. ”Terus terang sangat membantu. Alat ini sangat penting,” jelasnya.

Baca Juga :  UTM Gelar Kontes Teknologi Robotik, Ini Tujuannya

BPBD tergabung dalam grup BMKG. Isinya tentang informasi gempa dan potensi tsunami. Namun, dengan alat tersebut, pihaknya lebih mengetahui secara detail. ”Termasuk, kedalamannya berapa, kekuatan gempa berapa, dan potensi terjadi tsunami atau tidak. Itu bisa kami ketahui,” terangnya.

BPBD segera bisa mengambil tindakan manakala akan terjadi bencana alam. Semisal, mempersiapkan evakuasi dan lainnya jika gempa itu akan menimbulkan guncangan besar. ”Tapi, insyaallah di Madura masih kategori aman,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hotib Marzuki berharap BPBD lebih proaktif mengabarkan supaya kemungkinan terburuk bisa diantisipasi. ”Semoga alat tersebut benar-benar manfaat,” katanya. (daf/luq)

BANGKALAN – Gempa bumi dan potensi tsunami hampir tiap hari terjadi di Bangkalan. Hanya, kekuatan guncangannya rendah, sehingga tidak terasa ke permukaan.

Gempa itu terdeteksi melalui Ina TEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) Newgen. Alat tersebut merupakan bantuan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Februari 2020.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Morris mengatakan, alat itu diberikan khusus daerah-daerah pesisir, termasuk Bangkalan. ”Kami bisa memantau dari alat pendeteksi ini. Potensi-potensi gempa bumi dan tsunami,” terangnya.


Dijelaskan, Ina TEWS Newgen menampilkan informasi tentang gejala dan potensi gempa bumi dan tsunami. Kendati begitu, pihaknya bisa langsung melakukan antisipasi dan kewaspadaan. ”Terus terang sangat membantu. Alat ini sangat penting,” jelasnya.

Baca Juga :  Kejaksaan Kembalikan Uang Kasus Pasar Pragaan

BPBD tergabung dalam grup BMKG. Isinya tentang informasi gempa dan potensi tsunami. Namun, dengan alat tersebut, pihaknya lebih mengetahui secara detail. ”Termasuk, kedalamannya berapa, kekuatan gempa berapa, dan potensi terjadi tsunami atau tidak. Itu bisa kami ketahui,” terangnya.

BPBD segera bisa mengambil tindakan manakala akan terjadi bencana alam. Semisal, mempersiapkan evakuasi dan lainnya jika gempa itu akan menimbulkan guncangan besar. ”Tapi, insyaallah di Madura masih kategori aman,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hotib Marzuki berharap BPBD lebih proaktif mengabarkan supaya kemungkinan terburuk bisa diantisipasi. ”Semoga alat tersebut benar-benar manfaat,” katanya. (daf/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/