alexametrics
23.4 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Wali Murid Hadang Kepala Disdik Sumenep

SUMENEP – Rencana distribusi siswa SDN Pangarangan 1, Sumenep, terus menjadi polemik. Puluhan wali murid ngotot anaknya tetap masuk di sekolah tersebut. Kemarin (31/7) wali murid mendatangi kantor dinas pendidikan (disdik) guna menolak rencana distribusi siswa ke sekolah lain.

Wali murid tidak ingin anaknya dipindah dari SDN Pangarangan 1. Saat memprotes, wali murid nekat menghadang mobil Kepala Disdik Sumenep A. Shadik. Orang tua siswa itu merasa dirugikan atas rencana disdik memindah siswa SDN Pangarangan 1 ke sekolah lain.

Orang tua siswa baru mengaku dirugikan karena mendaftarkan anaknya secara resmi dan sesuai prosedur ke SDN Pangarangan 1. Mereka tidak diterima anaknya dipindah ke sekolah lain saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah dimulai.

Saat memprotes ke kantor disdik, wali murid bersama anaknya yang sudah berseragam siswa SDN Pangarangan 1. Mereka mendatangi kantor disdik usai pertemuan di SDN Pangarangan 1. Dalam pertemuan tersebut dipastikan ada distribusi siswa ke sekolah lain. Distribusi siswa itu ditolak wali murid.

Mereka mendesak Disdik Sumenep tidak melakukan pendistribusian siswa. Sebab, siswa tidak bersalah. Siswa diterima oleh sekolah saat penerimaan peserta baru (PPDB). ”Setelah siswa mulai belajar, kok malah dikorbankan dengan dipindah ke sekolah lain,” kata Nur Asria Triana Dewi, salah seorang wali murid.

Baca Juga :  Bagian ESDM Pastikan Pertamini Melanggar Aturan

Senin pagi (31/7) pihak SDN Pangarangan 1 mau mengumumkan nama-nama siswa yang dipindah. Namun, wali murid langsung menolak. Orang tua siswa tidak terima anak mereka jadi korban kebijakan distribusi siswa. Mereka khawatir pindah sekolah berdampak buruk pada psikologis anak.

Wali murid berharap disdik membatalkan rencana distribusi siswa itu. Mereka menunggu di kantor disdik lebih dari dua jam demi menyampaikan aspirasinya.

Anggota DPRD Sumenep Joni Tuniadi menyayangkan kejadian di SDN Pangarangan 1. Dia menilai, siswa dan wali murid tidak bersalah. Wali murid mendaftar dengan cara yang benar. Menurut dia, yang harus bertanggung jawab pihak sekolah. ”Jika kepala sekolah dinilai salah, seharusnya dicopot. Bukan siswa yang disalahkan dan dikorbankan,” tegasnya.

Satu jam kemudian, mobil kepala Disdik Sumenep datang. Sontak, puluhan wali murid dan siswa mendekati mobil dinas tersebut. Mobil itu berbalik arah mau keluar dari kantor disdik. Namun, wali murid dengan cepat mengahadang dan memaksa Kepala Disdik Sumenep A. Shadik keluar dari mobil.

Baca Juga :  Terinspirasi Hadis, Ferdiansyah Maulana Rusli Buat Wisata Berbeda

Wali murid meminta kebijakan mengenai distribusi siswa. Namun, A. Shadik mengaku sudah memberikan tanggung jawab kepada bawahannya. Yakni, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Fajarisman. ”Langsung ke Pak Fajarisman. Beliau yang menangani masalah ini,” katanya.

Shadik kemudian naik mobil dinas lagi dan meninggalkan wali murid. ”Saya ada kegiatan dengan Kapolres. Bukannya tidak mau menemui wali murid,” kelitnya.

Setelah itu, wali murid masuk ruangan Kabid Dikdas Fajarisman. Anehnya, Fajarisman menyebut distribusi siswa merupakan kebijakan A. Shadik. ”Itu wewenangnya kepala dinas. Kami bawahan tidak bisa membuat kebijakan. Tapi yang jelas, kami tetap mematuhi aturan zonasi dan pagu kelas,” katanya. Soal nasib puluhan siswa yang akan didistribusikan, Fajarisman tidak merespons.

Sesuai rencana, SDN Pangarengan 1 akan mendistribusikan 30 siswa baru ke sekolah lain. Pemicunya, 28 siswa dipindah karena kelebihan pagu. Sementara dua siswa lainnya mesti pindah sekolah lantaran ada aturan zonasi.

- Advertisement -

SUMENEP – Rencana distribusi siswa SDN Pangarangan 1, Sumenep, terus menjadi polemik. Puluhan wali murid ngotot anaknya tetap masuk di sekolah tersebut. Kemarin (31/7) wali murid mendatangi kantor dinas pendidikan (disdik) guna menolak rencana distribusi siswa ke sekolah lain.

Wali murid tidak ingin anaknya dipindah dari SDN Pangarangan 1. Saat memprotes, wali murid nekat menghadang mobil Kepala Disdik Sumenep A. Shadik. Orang tua siswa itu merasa dirugikan atas rencana disdik memindah siswa SDN Pangarangan 1 ke sekolah lain.

Orang tua siswa baru mengaku dirugikan karena mendaftarkan anaknya secara resmi dan sesuai prosedur ke SDN Pangarangan 1. Mereka tidak diterima anaknya dipindah ke sekolah lain saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah dimulai.


Saat memprotes ke kantor disdik, wali murid bersama anaknya yang sudah berseragam siswa SDN Pangarangan 1. Mereka mendatangi kantor disdik usai pertemuan di SDN Pangarangan 1. Dalam pertemuan tersebut dipastikan ada distribusi siswa ke sekolah lain. Distribusi siswa itu ditolak wali murid.

Mereka mendesak Disdik Sumenep tidak melakukan pendistribusian siswa. Sebab, siswa tidak bersalah. Siswa diterima oleh sekolah saat penerimaan peserta baru (PPDB). ”Setelah siswa mulai belajar, kok malah dikorbankan dengan dipindah ke sekolah lain,” kata Nur Asria Triana Dewi, salah seorang wali murid.

Baca Juga :  Cuaca Membaik, Syahbandar Cabut Larangan Berlayar

Senin pagi (31/7) pihak SDN Pangarangan 1 mau mengumumkan nama-nama siswa yang dipindah. Namun, wali murid langsung menolak. Orang tua siswa tidak terima anak mereka jadi korban kebijakan distribusi siswa. Mereka khawatir pindah sekolah berdampak buruk pada psikologis anak.

Wali murid berharap disdik membatalkan rencana distribusi siswa itu. Mereka menunggu di kantor disdik lebih dari dua jam demi menyampaikan aspirasinya.

Anggota DPRD Sumenep Joni Tuniadi menyayangkan kejadian di SDN Pangarangan 1. Dia menilai, siswa dan wali murid tidak bersalah. Wali murid mendaftar dengan cara yang benar. Menurut dia, yang harus bertanggung jawab pihak sekolah. ”Jika kepala sekolah dinilai salah, seharusnya dicopot. Bukan siswa yang disalahkan dan dikorbankan,” tegasnya.

Satu jam kemudian, mobil kepala Disdik Sumenep datang. Sontak, puluhan wali murid dan siswa mendekati mobil dinas tersebut. Mobil itu berbalik arah mau keluar dari kantor disdik. Namun, wali murid dengan cepat mengahadang dan memaksa Kepala Disdik Sumenep A. Shadik keluar dari mobil.

Baca Juga :  Deadline Pengerjaan SPAM Tinggal Sebulan

Wali murid meminta kebijakan mengenai distribusi siswa. Namun, A. Shadik mengaku sudah memberikan tanggung jawab kepada bawahannya. Yakni, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Fajarisman. ”Langsung ke Pak Fajarisman. Beliau yang menangani masalah ini,” katanya.

Shadik kemudian naik mobil dinas lagi dan meninggalkan wali murid. ”Saya ada kegiatan dengan Kapolres. Bukannya tidak mau menemui wali murid,” kelitnya.

Setelah itu, wali murid masuk ruangan Kabid Dikdas Fajarisman. Anehnya, Fajarisman menyebut distribusi siswa merupakan kebijakan A. Shadik. ”Itu wewenangnya kepala dinas. Kami bawahan tidak bisa membuat kebijakan. Tapi yang jelas, kami tetap mematuhi aturan zonasi dan pagu kelas,” katanya. Soal nasib puluhan siswa yang akan didistribusikan, Fajarisman tidak merespons.

Sesuai rencana, SDN Pangarengan 1 akan mendistribusikan 30 siswa baru ke sekolah lain. Pemicunya, 28 siswa dipindah karena kelebihan pagu. Sementara dua siswa lainnya mesti pindah sekolah lantaran ada aturan zonasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/