alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Pembangunan Kolam Labuh Diduga Tak Sesuai RAB

SUMENEP – Proyek pembangunan kolam labuh di Pelabuhan Pasongsongan, Sumenep, diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Sebab, pengerjaan proyek tersebut tidak dilengkapi papan pemberitahuan.

Zaimul Arifin, aktivis sosial dan lingkungan wilayah pantura, mengungkapkan, pemasangan papan pemberitahuan jelas sudah ada anggarannya dan tercantum di RAB. Namun, selama ini proyek di wilayah pantura tidak melaksanakan itu. ”Tak sesuai RAB bukan hanya di pengerjaannya. Tidak memasang papan nama dan pemberitahuan juga melanggar RAB,” katanya.

Pihaknya sudah menyurvei lapangan sejak pertama proyek pembangunan kolam labuh di Pelabuhan Pasongsongan dikerjakan. Menurut dia, yang sangat tampak adalah pemasangan papan pemberitahuan. ”Ada tiga paket proyek di pelabuhan itu selain kolam labuh yang anggarannya mencapai Rp 18 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pasar Ternak Terpadu Minim Peminat

Zaimul Arifin menjelaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan proyek di Pelabuhan Pasongsongan. Sebab, selama ini pengawasan terhadap proyek itu lemah. ”Informasi yang saya dapat juga ada bangunan yang dibongkar akibat salah konsep,” paparnya.

Lebih jauh, dia menerangkan, tahun ini ada tiga paket proyek di Pelabuhan Pasongsongan yang tengah digarap. Tiga paket proyek itu menelan anggaran lebih dari Rp 20 miliar. Pertama, proyek pembuatan kolam labuh. Kedua, pembangunan sarana-prasarana pelabuhan. Ketiga, rehab dan pemeliharaan sarana-prasarana pelabuhan. ”Saya harap pelaksana proyek bekerja sesuai dengan RAB,” ucapnya.

Sayangnya, Kepala Pelabuhan Pasongsongan Murjito saat dihubungi melalui nomor selulernya, tidak terdengar nada aktif. Didatangi ke kantornya, yang bersangkutan tidak ada. Ali Murrahman, staf di kantor Pelabuhan Pasongsongan, tidak bisa memberikan penjelasan banyak mengenai proyek di Pelabuhan Pasongsongan. ”Langsung ke pimpinan,” ujarnya.

Baca Juga :  Terkendala Siskeudes, Baru 31 Desa Cairkan DD
- Advertisement -

SUMENEP – Proyek pembangunan kolam labuh di Pelabuhan Pasongsongan, Sumenep, diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Sebab, pengerjaan proyek tersebut tidak dilengkapi papan pemberitahuan.

Zaimul Arifin, aktivis sosial dan lingkungan wilayah pantura, mengungkapkan, pemasangan papan pemberitahuan jelas sudah ada anggarannya dan tercantum di RAB. Namun, selama ini proyek di wilayah pantura tidak melaksanakan itu. ”Tak sesuai RAB bukan hanya di pengerjaannya. Tidak memasang papan nama dan pemberitahuan juga melanggar RAB,” katanya.

Pihaknya sudah menyurvei lapangan sejak pertama proyek pembangunan kolam labuh di Pelabuhan Pasongsongan dikerjakan. Menurut dia, yang sangat tampak adalah pemasangan papan pemberitahuan. ”Ada tiga paket proyek di pelabuhan itu selain kolam labuh yang anggarannya mencapai Rp 18 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Retribusi Pasar Jauh Dari Target, 11 Bulan Cuma Terealisasi 49 Persen

Zaimul Arifin menjelaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan proyek di Pelabuhan Pasongsongan. Sebab, selama ini pengawasan terhadap proyek itu lemah. ”Informasi yang saya dapat juga ada bangunan yang dibongkar akibat salah konsep,” paparnya.

Lebih jauh, dia menerangkan, tahun ini ada tiga paket proyek di Pelabuhan Pasongsongan yang tengah digarap. Tiga paket proyek itu menelan anggaran lebih dari Rp 20 miliar. Pertama, proyek pembuatan kolam labuh. Kedua, pembangunan sarana-prasarana pelabuhan. Ketiga, rehab dan pemeliharaan sarana-prasarana pelabuhan. ”Saya harap pelaksana proyek bekerja sesuai dengan RAB,” ucapnya.

Sayangnya, Kepala Pelabuhan Pasongsongan Murjito saat dihubungi melalui nomor selulernya, tidak terdengar nada aktif. Didatangi ke kantornya, yang bersangkutan tidak ada. Ali Murrahman, staf di kantor Pelabuhan Pasongsongan, tidak bisa memberikan penjelasan banyak mengenai proyek di Pelabuhan Pasongsongan. ”Langsung ke pimpinan,” ujarnya.

Baca Juga :  Terkendala Siskeudes, Baru 31 Desa Cairkan DD
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/