alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Penumpang Bertambah, Harga Tiket Naik

SUMENEP – Hari Raya Idul Fitri berdampak pada peningkatan jumlah penumpang pesawat Surabaya–Sumenep. Berbeda dengan penerbangan dari Sumenep–Surabaya yang tetap normal.

Station Manager Wings Air Sumenep Bayu Kristanto menyampaikan, sebelum momen mudik Lebaran penumpang 20–30 orang. Sejak H-7 Lebaran bertambah hingga 40 orang lebih.

Harga tiket pesawat juga naik. Pada April 2019, harga tiket Sumenep–Surabaya sekitar Rp 190 ribu. Saat ini Rp 212 ribu. Harga tertinggi untuk penerbangan Sumenep–Surabaya Rp 260 ribu. ”Yang promo sudah tidak ada,” papar Bayu.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono mengutarakan, dibandingkan dengan 2018, jumlah pemudik mengalami penurunan. Tahun lalu kursi bisa penuh semua. ”Sekarang masih berkisar 50 penumpang saja,” ujarnya.

Baca Juga :  BRI Peduli Salurkan Sembako Kepada Panti Asuhan

Achmad Khoiri, penumpang dari Bandra Trunojoyo Sumenep, menuturkan, jalur udara dipilih menuju Surabaya untuk efisiensi waktu. Perjalanan ke Kota Pahlawan bisa lebih cepat menggunakan pesawat dibandingkan menggunakan jalur darat. ”Kalau pakai mobil biasanya sering kena macet,” ujar pemuda 27 tahun itu.

Sementara itu, pelayanan mudik di Pelabuhan Kalianget kali ini mengecewakan warga kepulauan. Kekecewaan itu terjadi karena penundaan pemberangkatan penumpang kemarin (31/5). Rusdiyanto, warga Kecamatan Raas, mengatakan, penundaan dilakukan karena muatan kapal penuh. Padahal, dia sudah pegang tiket penumpang dan kendaraan. ”Terlalu banyak barang yang ikut dalam mudik gratis ini,” ujarnya.

Kabid Angkutan dan Pengujian Sarana Dishub Sumenep Mohammad Thayyib menyampaikan, pihak pelabuhan sudah memiliki aturan beban muatan kapal. Menurut dia, bukan karena pihak kapal memprioritaskan barang. ”Tapi karena penumpang itu membawa kendaraan,” jelasnya.

Baca Juga :  Lebaran, 1.245 Napi Dapat Remisi

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Supriyanto mengaku sudah tegas kepada operator agar lebih memprioritaskan penumpang. Hanya, terkadang ada penumpang yang memaksakan ikut dengan barang bawaan yang tidak memungkinkan untuk disertakan. ”Yang penting saling mengerti,” jelas Supriyanto.

- Advertisement -

SUMENEP – Hari Raya Idul Fitri berdampak pada peningkatan jumlah penumpang pesawat Surabaya–Sumenep. Berbeda dengan penerbangan dari Sumenep–Surabaya yang tetap normal.

Station Manager Wings Air Sumenep Bayu Kristanto menyampaikan, sebelum momen mudik Lebaran penumpang 20–30 orang. Sejak H-7 Lebaran bertambah hingga 40 orang lebih.

Harga tiket pesawat juga naik. Pada April 2019, harga tiket Sumenep–Surabaya sekitar Rp 190 ribu. Saat ini Rp 212 ribu. Harga tertinggi untuk penerbangan Sumenep–Surabaya Rp 260 ribu. ”Yang promo sudah tidak ada,” papar Bayu.


Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono mengutarakan, dibandingkan dengan 2018, jumlah pemudik mengalami penurunan. Tahun lalu kursi bisa penuh semua. ”Sekarang masih berkisar 50 penumpang saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Lebaran, 1.245 Napi Dapat Remisi

Achmad Khoiri, penumpang dari Bandra Trunojoyo Sumenep, menuturkan, jalur udara dipilih menuju Surabaya untuk efisiensi waktu. Perjalanan ke Kota Pahlawan bisa lebih cepat menggunakan pesawat dibandingkan menggunakan jalur darat. ”Kalau pakai mobil biasanya sering kena macet,” ujar pemuda 27 tahun itu.

Sementara itu, pelayanan mudik di Pelabuhan Kalianget kali ini mengecewakan warga kepulauan. Kekecewaan itu terjadi karena penundaan pemberangkatan penumpang kemarin (31/5). Rusdiyanto, warga Kecamatan Raas, mengatakan, penundaan dilakukan karena muatan kapal penuh. Padahal, dia sudah pegang tiket penumpang dan kendaraan. ”Terlalu banyak barang yang ikut dalam mudik gratis ini,” ujarnya.

Kabid Angkutan dan Pengujian Sarana Dishub Sumenep Mohammad Thayyib menyampaikan, pihak pelabuhan sudah memiliki aturan beban muatan kapal. Menurut dia, bukan karena pihak kapal memprioritaskan barang. ”Tapi karena penumpang itu membawa kendaraan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jembatan Lingkar Barat Digerojok Rp 7,5 Miliar

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Supriyanto mengaku sudah tegas kepada operator agar lebih memprioritaskan penumpang. Hanya, terkadang ada penumpang yang memaksakan ikut dengan barang bawaan yang tidak memungkinkan untuk disertakan. ”Yang penting saling mengerti,” jelas Supriyanto.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/