alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Edy Rasiyadi Raih Beragam Prestasi

SUMENEP – Calon sekretaris kabupaten (Sekkab) yang kedua adalah Edy Rasiyadi. Edy cukup senior di lingkungan Pemkab Sumenep. Seperti apa jejak karir kepala dinas PU bina marga tersebut? Berikut rangkuman hasil bincang-bincang Jawa Pos Radar Madura.

Pria berkumis itu tengah sibuk mencoret-coret kertas di hadapannya. Ditunjukkannya perencanaan pembangunan jangka panjang Sumenep, terutama di bidang infrastruktur. Pemerataan pembangunan antara daratan dan kepulauan menjadi misi terbesarnya.

Pria kelahiran Sumenep, 8 Agustus 1965, itu menyebut bahwa pembangunan di Kota Keris harus terus ditingkatkan. Bukan hanya di daratan, melainkan juga di pulau. Bahkan saat ini pembangunan di kepulauan menjadi prioritas utama.

”Kita lakukan perbaikan infrastruktur jalan untuk wilayah kepulauan dengan menggunakan cold mix,” kata Edy Rasiyadi saat ditemui di kantornya Rabu (30/5).

Nama Edy Rasiyadi kini menjadi perbincangan publik di Kota Sumekar. Sebab, dia menjadi salah seorang calon kuat Sekkab. Dia akan bersaing bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ahmad Masuni dan Asisten Administrasi Umum Setkab Sumenep Mohammad Jakfar.

Edy merupakan putra pasangan Moh. Adnan dan Djohariyah. Dia menamatkan pendidikannya di SDN Karangduak, Sumenep, pada 1976. Kemudian, dia melanjutkan ke SMPN 1 Sumenep (lulus 1980) dan SMAN 1 Sumenep (lulus 1983). Setelah itu, suami Chusnul Chotimah itu mengembara ke Kota Malang. Di sana dia menempuh pendidikan S-1 di ITN Malang dan lulus pada 1989. Sedangkan strata duanya ditempuh di Unmer Malang, lulus pada 2001.

Baca Juga :  Jadi Sekkab, Edy Rasiyadi Janji 16 Komitmen

Usai lulus S-1, ayah Almira Amadea dan Amorita Iqradiella itu kembali ke kampung halaman. Selanjutnya, dia mengabdikan diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Sumenep. Dia ingin mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diraih di perguruan tinggi demi memajukan kota kelahirannya.

Karirnya dimulai dengan menjadi staf Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) Sumenep mulai 1990–1997. Lalu, dia dipercaya sebagai Kasubsi Perencanaan Dinas PUD Sumenep mulai 1997–1999. Kemudian, jabatannya naik menjadi Kasubbag TU di dinas yang sama mulai 1999–2001.

Setelah itu, Edy kembali dipromosikan menjadi Kabid Pengendalian dan Operasional Dinas PU Bina Marga Sumenep. Jabatan itu diembannya sejak 2001 hingga 2009. Lalu, dia diangkat menjadi sekretaris dinas PU bina marga terhitung sejak 2009–2010.

Dari dinas PU bina marga, Edy kemudian dipromosikan menjadi kepala dinas PU pengairan. Dia menjabat posisi tersebut selama tiga tahun, tepatnya sejak 2010–2013. Lepas dari itu, dia kembali ke dinas PU bina marga sebagai kepala dinas. Sejak 2013 sampai sekarang, Edy tetap sebagai kepala dinas PU bina marga.

Selama menjabat sebagai kepala dinas PU bina marga, banyak terobosan yang dilakukan Edy. Di antaranya, membuka desa terisolasi dengan pembangunan infrastruktur jalan dari hotmix. Yakni, dari Kecamatan Ganding menuju Desa Prancak dan Lebbeng, Kecamatan Pasongsongan.

Selain itu, Edy membuat terobosan dengan menerapkan penggunaan cold mix dalam pembangunan infrastruktur jalan di kepulauan. Penggunaan cold mix merupakan cara terbaik sesuai dengan kondisi tanah di kepulauan. Terobosan lainnya yang sedang digarap yakni perencanaan pembangunan jalur lingkar utara Kota Sumenep.

Baca Juga :  Bongkar Jalan Paving setelah Coblosan

Kinerja Edy mendapat apresiasi dari banyak pihak, terutama di lingkungan Pemkab Sumenep. Buktinya, dia telah meraih berbagai prestasi sesuai dengan inovasinya. Di antaranya, juara II Lomba Evaluasi Kinerja Aparatur di Lingkungan Pemkab Sumenep pada 2014 diberikan oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

Tahun berikutnya, instansinya kembali meraih juara II Evaluasi Kinerja Aparatur di Lingkungan Pemkab Sumenep 2015. Penghargaan itu diberikan oleh Plh Bupati Sumenep Hadi Soetarto. Kemudian, pada 2016 dinas PU bina marga kembali memperoleh juara II Evaluasi Kinerja Aparatur di Lingkungan Pemkab Sumenep 2016 diberikan langsung oleh Bupati A. Busyro Karim.

Pada 2017, dinas PU bina marga meraih juara I Evaluasi Kinerja Aparatur di lingkungan Pemkab Sumenep. Penghargaan itu diberikan oleh Bupati A. Busyro Karim. Terakhir, dinas PU bina marga dinobatkan sebagai juara III Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Paling Inovatif Madura Awards 2017. Penghargaan tersebut diberikan oleh Jawa Pos Radar Madura.

Lakona lakoni, kennenganna kennengi. Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Edy Rasiyadi dalam menjalankan roda organisasi pemerintah. Dengan prinsip itu, dia bisa bekerja di mana saja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Termasuk, seandainya dia terpilih nanti sebagai Sekkab Sumenep, dia akan tetap memegang teguh prinsip tersebut.

”Lakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan mereka dipersulit dengan aturan yang kita buat semau kita,” tegasnya.

 

 

SUMENEP – Calon sekretaris kabupaten (Sekkab) yang kedua adalah Edy Rasiyadi. Edy cukup senior di lingkungan Pemkab Sumenep. Seperti apa jejak karir kepala dinas PU bina marga tersebut? Berikut rangkuman hasil bincang-bincang Jawa Pos Radar Madura.

Pria berkumis itu tengah sibuk mencoret-coret kertas di hadapannya. Ditunjukkannya perencanaan pembangunan jangka panjang Sumenep, terutama di bidang infrastruktur. Pemerataan pembangunan antara daratan dan kepulauan menjadi misi terbesarnya.

Pria kelahiran Sumenep, 8 Agustus 1965, itu menyebut bahwa pembangunan di Kota Keris harus terus ditingkatkan. Bukan hanya di daratan, melainkan juga di pulau. Bahkan saat ini pembangunan di kepulauan menjadi prioritas utama.


”Kita lakukan perbaikan infrastruktur jalan untuk wilayah kepulauan dengan menggunakan cold mix,” kata Edy Rasiyadi saat ditemui di kantornya Rabu (30/5).

Nama Edy Rasiyadi kini menjadi perbincangan publik di Kota Sumekar. Sebab, dia menjadi salah seorang calon kuat Sekkab. Dia akan bersaing bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ahmad Masuni dan Asisten Administrasi Umum Setkab Sumenep Mohammad Jakfar.

Edy merupakan putra pasangan Moh. Adnan dan Djohariyah. Dia menamatkan pendidikannya di SDN Karangduak, Sumenep, pada 1976. Kemudian, dia melanjutkan ke SMPN 1 Sumenep (lulus 1980) dan SMAN 1 Sumenep (lulus 1983). Setelah itu, suami Chusnul Chotimah itu mengembara ke Kota Malang. Di sana dia menempuh pendidikan S-1 di ITN Malang dan lulus pada 1989. Sedangkan strata duanya ditempuh di Unmer Malang, lulus pada 2001.

Baca Juga :  Sekkab Pastikan Seleksi Pratama Bulan Ini

Usai lulus S-1, ayah Almira Amadea dan Amorita Iqradiella itu kembali ke kampung halaman. Selanjutnya, dia mengabdikan diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Sumenep. Dia ingin mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diraih di perguruan tinggi demi memajukan kota kelahirannya.

Karirnya dimulai dengan menjadi staf Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) Sumenep mulai 1990–1997. Lalu, dia dipercaya sebagai Kasubsi Perencanaan Dinas PUD Sumenep mulai 1997–1999. Kemudian, jabatannya naik menjadi Kasubbag TU di dinas yang sama mulai 1999–2001.

Setelah itu, Edy kembali dipromosikan menjadi Kabid Pengendalian dan Operasional Dinas PU Bina Marga Sumenep. Jabatan itu diembannya sejak 2001 hingga 2009. Lalu, dia diangkat menjadi sekretaris dinas PU bina marga terhitung sejak 2009–2010.

Dari dinas PU bina marga, Edy kemudian dipromosikan menjadi kepala dinas PU pengairan. Dia menjabat posisi tersebut selama tiga tahun, tepatnya sejak 2010–2013. Lepas dari itu, dia kembali ke dinas PU bina marga sebagai kepala dinas. Sejak 2013 sampai sekarang, Edy tetap sebagai kepala dinas PU bina marga.

Selama menjabat sebagai kepala dinas PU bina marga, banyak terobosan yang dilakukan Edy. Di antaranya, membuka desa terisolasi dengan pembangunan infrastruktur jalan dari hotmix. Yakni, dari Kecamatan Ganding menuju Desa Prancak dan Lebbeng, Kecamatan Pasongsongan.

Selain itu, Edy membuat terobosan dengan menerapkan penggunaan cold mix dalam pembangunan infrastruktur jalan di kepulauan. Penggunaan cold mix merupakan cara terbaik sesuai dengan kondisi tanah di kepulauan. Terobosan lainnya yang sedang digarap yakni perencanaan pembangunan jalur lingkar utara Kota Sumenep.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Ancam Sanksi Camat

Kinerja Edy mendapat apresiasi dari banyak pihak, terutama di lingkungan Pemkab Sumenep. Buktinya, dia telah meraih berbagai prestasi sesuai dengan inovasinya. Di antaranya, juara II Lomba Evaluasi Kinerja Aparatur di Lingkungan Pemkab Sumenep pada 2014 diberikan oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

Tahun berikutnya, instansinya kembali meraih juara II Evaluasi Kinerja Aparatur di Lingkungan Pemkab Sumenep 2015. Penghargaan itu diberikan oleh Plh Bupati Sumenep Hadi Soetarto. Kemudian, pada 2016 dinas PU bina marga kembali memperoleh juara II Evaluasi Kinerja Aparatur di Lingkungan Pemkab Sumenep 2016 diberikan langsung oleh Bupati A. Busyro Karim.

Pada 2017, dinas PU bina marga meraih juara I Evaluasi Kinerja Aparatur di lingkungan Pemkab Sumenep. Penghargaan itu diberikan oleh Bupati A. Busyro Karim. Terakhir, dinas PU bina marga dinobatkan sebagai juara III Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Paling Inovatif Madura Awards 2017. Penghargaan tersebut diberikan oleh Jawa Pos Radar Madura.

Lakona lakoni, kennenganna kennengi. Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Edy Rasiyadi dalam menjalankan roda organisasi pemerintah. Dengan prinsip itu, dia bisa bekerja di mana saja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Termasuk, seandainya dia terpilih nanti sebagai Sekkab Sumenep, dia akan tetap memegang teguh prinsip tersebut.

”Lakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan mereka dipersulit dengan aturan yang kita buat semau kita,” tegasnya.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/