alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Resah Sebaran Covid-19, Paskun Minta Dibekali APD

SUMENEP ­– Meski telah bekerja keras mengurus sampah yang ada di sudut Kota Sumenep, perhatian pemerintah kepada pasukan kuning (paskun) dinilai masih minim. Indikasinya, fasilitas dan alat pelindung diri (APD) paskun jauh dari kata ideal.

Berdasar data yang dihimpun koran ini, Kota Keris memiliki 198 tenaga paskun. Dari ratusan orang itu, 61 di antaranya berstatus aparatur sipil negara (PNS). Ditambah, ada 24 tenaga musiman atau tenaga harian lepas (THL) yang termasuk dalam komunitas gerakan bersih.

Nirman, salah satu paskun asal Desa Kalianget Barat mengatakan, selama menjadi paskun hanya diberi satu paket APD per tahun. ”Mulai dari seragam, sepatu, topi, masker, jas hujan. Jumlahnya masing-masing satu unit,” ucapnya.

Baca Juga :  Proyek Jalan Rp 4,4 Miliar Gagal Lelang

Menurut dia, paskun harus mendapat perhatian pemerintah. Sebab, sudah bekerja keras menjaga kebersihan kota. ”Sementara fasilitas yang didapat sangat minim. Sebagian besar paskun tidak mengenakan seragam APD saat bertugas. Alasannya, APD dicuci dan rusak,” imbuhnya.

Dijelaskan, satu paket APD yang didapat selama setahun dinilai tidak cukup. Apalagi, tugasnya membersihkan sampah setiap hari. ”Pekerjaan kami berkaitan dengan debu dan kuman. Perlu mendapat perhatian. Apalagi sekarang, saat persebaran Covid-19 kian meresahkan. Kami juga butuh masker,” ulasnya.

Kabid Pengelola Sampah dan Limbah B3 DLH Sumenep Agus Salam mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan pengadaan APD. Mulai dari seragam, masker, topi, sepatu, dan lainnya. ”Pengadaan APD terakhir pada 2018. Kalau tahun 2019 memang tidak ada bantuan,” ucapnya.

Baca Juga :  Hari Kemerdekaan, Momen Kenang Jasa Pahlawan

Agus Salam berharap permohonan pengadaan APD disetujui. Dengan begitu, bantuan APD yang dibutuhkan paskun segera didistribusikan. ”Apalagi, tujuan kami untuk mencegah penularan Covid-19,” pungkasnya. (mi)

- Advertisement -

SUMENEP ­– Meski telah bekerja keras mengurus sampah yang ada di sudut Kota Sumenep, perhatian pemerintah kepada pasukan kuning (paskun) dinilai masih minim. Indikasinya, fasilitas dan alat pelindung diri (APD) paskun jauh dari kata ideal.

Berdasar data yang dihimpun koran ini, Kota Keris memiliki 198 tenaga paskun. Dari ratusan orang itu, 61 di antaranya berstatus aparatur sipil negara (PNS). Ditambah, ada 24 tenaga musiman atau tenaga harian lepas (THL) yang termasuk dalam komunitas gerakan bersih.

Nirman, salah satu paskun asal Desa Kalianget Barat mengatakan, selama menjadi paskun hanya diberi satu paket APD per tahun. ”Mulai dari seragam, sepatu, topi, masker, jas hujan. Jumlahnya masing-masing satu unit,” ucapnya.

Baca Juga :  Moeldoko Apresiasi Peran Ulama

Menurut dia, paskun harus mendapat perhatian pemerintah. Sebab, sudah bekerja keras menjaga kebersihan kota. ”Sementara fasilitas yang didapat sangat minim. Sebagian besar paskun tidak mengenakan seragam APD saat bertugas. Alasannya, APD dicuci dan rusak,” imbuhnya.

Dijelaskan, satu paket APD yang didapat selama setahun dinilai tidak cukup. Apalagi, tugasnya membersihkan sampah setiap hari. ”Pekerjaan kami berkaitan dengan debu dan kuman. Perlu mendapat perhatian. Apalagi sekarang, saat persebaran Covid-19 kian meresahkan. Kami juga butuh masker,” ulasnya.

Kabid Pengelola Sampah dan Limbah B3 DLH Sumenep Agus Salam mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan pengadaan APD. Mulai dari seragam, masker, topi, sepatu, dan lainnya. ”Pengadaan APD terakhir pada 2018. Kalau tahun 2019 memang tidak ada bantuan,” ucapnya.

Baca Juga :  Ajak Sekolah Ikut Galang Dana untuk Palestina

Agus Salam berharap permohonan pengadaan APD disetujui. Dengan begitu, bantuan APD yang dibutuhkan paskun segera didistribusikan. ”Apalagi, tujuan kami untuk mencegah penularan Covid-19,” pungkasnya. (mi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Hadari Protes Penetapan Tersangka

Wakil Rakyat Masih Menganggur

Harga Garam Kembali Naik

Artikel Terbaru

/