alexametrics
22 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Pengembangan Bandara Trunojoyo Butuh Rp 70 Miliar

SUMENEP – Pembangunan lanjutan Bandara Trunojoyo Sumenep butuh dana fantastis. Sesuai perencanaan, satu-satunya bandar udara di Pulau Garam itu membutuhkan tambahan anggaran Rp 70 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono Rabu (28/2). Menurut Indra, pembangunan lanjutan bandara akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pihaknya melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Sebab, tanpa dokumen resmi, tidak mungkin pembangunan bisa dilaksanakan.

”Kalau kebutuhan totalnya sebesar Rp 70 miliar. Tapi, pekerjaannya menjadi dua tahap,” kata Indra kepada Jawa Pos Radar Madura. ”Tahun ini kalau tidak salah sekitar Rp 29 miliar,” tambahnya.

Tahun ini pihaknya berencana membangun landasan pesawat. Pembangunan terminal akan dikerjakan tahun depan. Hal itu karena pembangunan terminal butuh waktu lebih panjang. ”Kalau terminal kan harus ada AC, tempat duduk, kamar mandi, air. Itu kan belum disiapkan,” tegasnya.

Baca Juga :  24 Lembaga di Sumenep Gelar UNKP

Suksesor Wahyu Siswoyo–mantan kepala sebelumnya–menegaskan, pihaknya akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan pembangunan bandara. Jika gegabah, dikhawatirkan akan menjadi permasalahan hukum. Dia ingin, ketika pembangunan bandara selesai, semua pihak yang terlibat bisa tidur nyenyak.

”Kita tetap fokus dan maksimalkan pembangunan. Tapi, jangan sampai kita salah menurut aturan,” imbuhnya.

Pengembangan bandara ini menjadi harapan banyak pihak. Bupati Sumenep A. Busyro Karim juga berharap agar Bandara Trunojoyo tidak hanya menjadi bandara perintis. Tapi, sama dengan bandara-bandara besar di tanah air.

Dia juga menginginkan agar frekuensi penerbangan bisa bertambah. Jika sekarang hanya sekali sehari, Sumenep–Surabaya dan Surabaya–Sumenep, ke depan diharapkan minimal bisa dua kali. Termasuk menambah rute-rute baru ke berbagai daerah wisata di dalam negeri.

Baca Juga :  Tak Ada Kenaikan Harga Tiket Pesawat

”Misalnya ada rute Sumenep–Bali atau Bali–Sumenep, tentu akan lebih baik,” tukas mantan ketua DPRD Sumenep tersebut.

SUMENEP – Pembangunan lanjutan Bandara Trunojoyo Sumenep butuh dana fantastis. Sesuai perencanaan, satu-satunya bandar udara di Pulau Garam itu membutuhkan tambahan anggaran Rp 70 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono Rabu (28/2). Menurut Indra, pembangunan lanjutan bandara akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pihaknya melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Sebab, tanpa dokumen resmi, tidak mungkin pembangunan bisa dilaksanakan.

”Kalau kebutuhan totalnya sebesar Rp 70 miliar. Tapi, pekerjaannya menjadi dua tahap,” kata Indra kepada Jawa Pos Radar Madura. ”Tahun ini kalau tidak salah sekitar Rp 29 miliar,” tambahnya.


Tahun ini pihaknya berencana membangun landasan pesawat. Pembangunan terminal akan dikerjakan tahun depan. Hal itu karena pembangunan terminal butuh waktu lebih panjang. ”Kalau terminal kan harus ada AC, tempat duduk, kamar mandi, air. Itu kan belum disiapkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Berharap Penumpang Kembali Ramai

Suksesor Wahyu Siswoyo–mantan kepala sebelumnya–menegaskan, pihaknya akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan pembangunan bandara. Jika gegabah, dikhawatirkan akan menjadi permasalahan hukum. Dia ingin, ketika pembangunan bandara selesai, semua pihak yang terlibat bisa tidur nyenyak.

”Kita tetap fokus dan maksimalkan pembangunan. Tapi, jangan sampai kita salah menurut aturan,” imbuhnya.

Pengembangan bandara ini menjadi harapan banyak pihak. Bupati Sumenep A. Busyro Karim juga berharap agar Bandara Trunojoyo tidak hanya menjadi bandara perintis. Tapi, sama dengan bandara-bandara besar di tanah air.

Dia juga menginginkan agar frekuensi penerbangan bisa bertambah. Jika sekarang hanya sekali sehari, Sumenep–Surabaya dan Surabaya–Sumenep, ke depan diharapkan minimal bisa dua kali. Termasuk menambah rute-rute baru ke berbagai daerah wisata di dalam negeri.

Baca Juga :  Penumpang Sepi, Maskapai Rugi

”Misalnya ada rute Sumenep–Bali atau Bali–Sumenep, tentu akan lebih baik,” tukas mantan ketua DPRD Sumenep tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/