alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Keperkasaan PSM Terhenti di SGB

BANGKALAN – Tidak mudah menaklukkan PSM Makassar meski bermain tandang. Madura United butuh 40 menit untuk membobol gawang Juku Eja, julukan tim asal Sulawesi Selatan tersebut.Berkat kerja keras,tuanrumah keluar sebagai pemenang dengan skor 3-0.

Dengan hasil itu, keperkasaan pemuncak klasemen Liga 1 itu terhenti. Sebelumnya, PSM Makassar tidak pernah kalah selama sepuluh laga secara beruntun. Sebelum berhadapan dengan Madura United,PSM Makassar hanya kalah dari Bali United pada 11 Juli lalu.

Hasil itu memperpanjang catatan manis Fabiano Beltrame dkk ketika bermain di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Sekaligus memupus harapan tim besutan Robert Rene Alberts membawa pulang poin dari Pulau Garam.

Skor 3-0 tersebutjuga menjadikan tim besutan Gomes de Olivera mencatatkan clean sheet kedelapan. Yakni, lima di kandang dan tiga dibukukan di kandang lawan.Selanjutnya, Madura akan ditantang Bali United.

Gol pertama Madura United dicetak Mamadou Samassa pada menit ke-41. Pemain berkebangsaan Mali itu berhasil memaksimalkan assist Slamet Nurcahyo. Tanpa kontrol, Samassa langsung menyambar bola kiriman Slamet dengan kaki kanannya.

Baca Juga :  Kedua Tim Sama-Sama Bermodal Buruk

Sementara gol kedua dicetak Zah Rahan Krangar pada menit ke-85. Dia berhasil memaksimalkan bola liar setelah membentur mistar gawang tim tamu. Mamadou Samassa kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah kembali mencetak gol pada menit ke-90 memaksimalkancrossing Alfath Fathier.

Tambahan tiga poin membawa Madura United kembali masuk lima besar klasemen sementara Liga 1. Madura United mengungguli Borneo FC dan Bali United dengan total 43 poin. Meski memiliki poin sama, posisi Bhayangkara FC lebih tinggi karena unggulhead-to-head.

Kemenangan besar atas PSM Makassar Senin malam (29/10), membuat skuad Laskar Sape Kerrap memutus rentetan hasil buruk di kandang. ”Sekian lama kami tak pernah menang, akhirnya mampu meraih kemenangan di sini. Semua pemain sudah berjuang keras,” ujar Gomes de Olivera.

Baca Juga :  Kepastian Berlaga di AFC Tunggu Hasil Babak Play-off

Dalam pertandingan tersebut, Madura United tampil luar biasa dan menekan lawan sepanjang pertandingan. Lebih dari 15 peluang emas berhasil diciptakan oleh para pemain Madura United. Sementara skuad Juku Eja hanya sesekali mendapat peluang emas.

Itu adalah pencapaian terbaik Madura United. Sebelumnya, Fachruddin Wahyudi dkk mengalahkan Persib Bandung saat berada di peringkat pertama. ”Kami katakan kepada semua pemain. Mengalahkan Persib Bandung dan PSM Makassar yang menjadi pemuncak klasemen menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Gomes.

Hal ini memang disadari oleh Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts. Timnya tampil tertekan sepanjang pertandingan. Dia memuji penampilan tuan rumah. ”Diatas segalanya mereka lebih cepat dari kami, mereka terlihat lebih nyaman. Pemain terbaik adalah nomor punggung 29 (Zah Rahan Krangar) yang memainkan perannya dengan baik,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.

 

 

 

BANGKALAN – Tidak mudah menaklukkan PSM Makassar meski bermain tandang. Madura United butuh 40 menit untuk membobol gawang Juku Eja, julukan tim asal Sulawesi Selatan tersebut.Berkat kerja keras,tuanrumah keluar sebagai pemenang dengan skor 3-0.

Dengan hasil itu, keperkasaan pemuncak klasemen Liga 1 itu terhenti. Sebelumnya, PSM Makassar tidak pernah kalah selama sepuluh laga secara beruntun. Sebelum berhadapan dengan Madura United,PSM Makassar hanya kalah dari Bali United pada 11 Juli lalu.

Hasil itu memperpanjang catatan manis Fabiano Beltrame dkk ketika bermain di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Sekaligus memupus harapan tim besutan Robert Rene Alberts membawa pulang poin dari Pulau Garam.


Skor 3-0 tersebutjuga menjadikan tim besutan Gomes de Olivera mencatatkan clean sheet kedelapan. Yakni, lima di kandang dan tiga dibukukan di kandang lawan.Selanjutnya, Madura akan ditantang Bali United.

Gol pertama Madura United dicetak Mamadou Samassa pada menit ke-41. Pemain berkebangsaan Mali itu berhasil memaksimalkan assist Slamet Nurcahyo. Tanpa kontrol, Samassa langsung menyambar bola kiriman Slamet dengan kaki kanannya.

Baca Juga :  Madura United Krisis, Ini Curhatan Sang Pelatih

Sementara gol kedua dicetak Zah Rahan Krangar pada menit ke-85. Dia berhasil memaksimalkan bola liar setelah membentur mistar gawang tim tamu. Mamadou Samassa kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah kembali mencetak gol pada menit ke-90 memaksimalkancrossing Alfath Fathier.

Tambahan tiga poin membawa Madura United kembali masuk lima besar klasemen sementara Liga 1. Madura United mengungguli Borneo FC dan Bali United dengan total 43 poin. Meski memiliki poin sama, posisi Bhayangkara FC lebih tinggi karena unggulhead-to-head.

Kemenangan besar atas PSM Makassar Senin malam (29/10), membuat skuad Laskar Sape Kerrap memutus rentetan hasil buruk di kandang. ”Sekian lama kami tak pernah menang, akhirnya mampu meraih kemenangan di sini. Semua pemain sudah berjuang keras,” ujar Gomes de Olivera.

Baca Juga :  Madura United Kehilangan Asep Berlian

Dalam pertandingan tersebut, Madura United tampil luar biasa dan menekan lawan sepanjang pertandingan. Lebih dari 15 peluang emas berhasil diciptakan oleh para pemain Madura United. Sementara skuad Juku Eja hanya sesekali mendapat peluang emas.

Itu adalah pencapaian terbaik Madura United. Sebelumnya, Fachruddin Wahyudi dkk mengalahkan Persib Bandung saat berada di peringkat pertama. ”Kami katakan kepada semua pemain. Mengalahkan Persib Bandung dan PSM Makassar yang menjadi pemuncak klasemen menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Gomes.

Hal ini memang disadari oleh Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts. Timnya tampil tertekan sepanjang pertandingan. Dia memuji penampilan tuan rumah. ”Diatas segalanya mereka lebih cepat dari kami, mereka terlihat lebih nyaman. Pemain terbaik adalah nomor punggung 29 (Zah Rahan Krangar) yang memainkan perannya dengan baik,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/