alexametrics
30.2 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Atlet Panjat Tebing Gagal Ikut Popnas

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Mimpi atlet panjat tebing asal Madura untuk ikut pekan olahraga pelajar nasional (popnas) tertunda. Pasalnya, atlet yang dikirim untuk mengikuti seleksi daerah (selekda) tingkat Jawa Timur tidak ada yang lolos.

Seleksi itu merupakan salah satu persiapan menuju Popnas 2023. Cabor Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bangkalan mengirim lima atlet untuk mengikuti selekda menuju Popnas 2023. Namun, dari lima atlet tersebut tidak ada yang lolos.

Ketua FPTI Bangkalan Erick mengutarakan, hasil selekda untuk cabor panjat teping belum berhasil. Kelima atlet yang diikutsertakan gagal. Namun, pihaknya memaklumi. Sebab, media yang dipertandingkan tidak sama seperti di latihan.

Baca Juga :  Bangkalan Terbanyak Kasus Warga yang Positif Covid-19 di Madura

”Kenapa bisa gagal? Karena fasilitas olahraga yang dipertandingkan kami belum punya,” kata dia.

Media yang biasa dijadikan latihan oleh atlet panjat tebing Bangkalan yakni kategori speed klasik 13 meter. Sementara media yang digunakan di selekda speed world record 20 meter. Lalu, satu kategori yang tidak dimiliki, yakni kategori boulder atau jalur pendek.

Menurut Erick, media yang diseleksikan pada saat selekda itu baru bagi atlet FPTI Bangkalan. Belum familiar di kalangan atlet panjat tebing. ”Sehingga kami tidak lolos. Tapi, bukan hanya Bangkalan, kabupaten lain di Madura juga tidak ada yang lolos,” terangnya.

Selain itu, kendala lain karena tiga atlet cedera saat kompetisi berlangsung. Sehingga, upaya mereka untuk mendapat tiket semakin tidak maksimal. ”Dengan gagal di selekda, terpaksa di Popnas 2023 untuk atlet panjat tebing tidak bisa berpartisipasi,” ucapnya.

Baca Juga :  Cipta Karya Bekerja Out of The Box

Pihaknya akan langsung bergerak cepat untuk melakukan evaluasi. Minggu depan, atlet panjat tebing akan berlatih di tempat FPTI Jatim. Tujuannya, supaya cepat beradaptasi dengan media yang diseleksikan pada selekda.

”Kebetulan kami dapat izin dari FPTI Jatim untuk berlatih di sana. Agar atlet kami terbiasa dengan media itu,” tandasnya.

 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Mimpi atlet panjat tebing asal Madura untuk ikut pekan olahraga pelajar nasional (popnas) tertunda. Pasalnya, atlet yang dikirim untuk mengikuti seleksi daerah (selekda) tingkat Jawa Timur tidak ada yang lolos.

Seleksi itu merupakan salah satu persiapan menuju Popnas 2023. Cabor Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bangkalan mengirim lima atlet untuk mengikuti selekda menuju Popnas 2023. Namun, dari lima atlet tersebut tidak ada yang lolos.

Ketua FPTI Bangkalan Erick mengutarakan, hasil selekda untuk cabor panjat teping belum berhasil. Kelima atlet yang diikutsertakan gagal. Namun, pihaknya memaklumi. Sebab, media yang dipertandingkan tidak sama seperti di latihan.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Ajak Badan Usaha Ikut Program Donasi Iuran JKN-KIS

”Kenapa bisa gagal? Karena fasilitas olahraga yang dipertandingkan kami belum punya,” kata dia.

Media yang biasa dijadikan latihan oleh atlet panjat tebing Bangkalan yakni kategori speed klasik 13 meter. Sementara media yang digunakan di selekda speed world record 20 meter. Lalu, satu kategori yang tidak dimiliki, yakni kategori boulder atau jalur pendek.

Menurut Erick, media yang diseleksikan pada saat selekda itu baru bagi atlet FPTI Bangkalan. Belum familiar di kalangan atlet panjat tebing. ”Sehingga kami tidak lolos. Tapi, bukan hanya Bangkalan, kabupaten lain di Madura juga tidak ada yang lolos,” terangnya.

Selain itu, kendala lain karena tiga atlet cedera saat kompetisi berlangsung. Sehingga, upaya mereka untuk mendapat tiket semakin tidak maksimal. ”Dengan gagal di selekda, terpaksa di Popnas 2023 untuk atlet panjat tebing tidak bisa berpartisipasi,” ucapnya.

Baca Juga :  Malam Anugerah Madura Awards 2018

Pihaknya akan langsung bergerak cepat untuk melakukan evaluasi. Minggu depan, atlet panjat tebing akan berlatih di tempat FPTI Jatim. Tujuannya, supaya cepat beradaptasi dengan media yang diseleksikan pada selekda.

”Kebetulan kami dapat izin dari FPTI Jatim untuk berlatih di sana. Agar atlet kami terbiasa dengan media itu,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/