alexametrics
30.2 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Liga 3 Regional Jatim Tanpa Perseba

BANGKALAN – Kompetisi Liga 3 Regional Jawa Timur (Jatim) dipastikan mulai bergulir pada 27 Juli 2019. Undian grup sudah dilakukan. Namun hanya dua tim asal Madura yang ikut kompetisi. Yakni Persesa Sampang dan Pamekasan FC.

Yang dipastikan tidak berkompetisi Peseba Bangkalan. Itu dipastikan setelah tak ada nama tim asal Kota Salak tersebut dalam daftar pembagian grup Liga 3 Regional Jatim.

Padahal keikutsertaan Perseba dalam ajang Liga 3 sudah menjadi keinginan bersama seluruh insan sepak bola Bangkalan. Namun Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bangkalan berasalan terkendala dana.

Selain itu, kepengurusan Askab PSSI Bangkalan baru terpilih sehingga masih butuh waktu untuk mematangkan program. Lagi pula, tujuan utama Askab ingin membenahi internal pengurus dan klub yang ada di Bangkalan.

Baca Juga :  Empat Atlet Ikuti Presiden Cup

”Kami akan mulai dari bawah. Kami harus menata dari bawah agar semua bisa profesional,” ujar Ketua Umum Askab PSSI Bangkalan Muhaimin kemarin (24/5). ”Goal akhir nanti tetap untuk Perseba,” imbuh dia.

Muhaimin menjelaskan, untuk membuat Perseba yang murni hasil kompetisi internal, PSSI Bangkalan haruslah tertata dari bawah. ”Semua harus mulai dari klub. Tanpa kesadaran klub, Perseba akan sulit berkompetisi di Liga 3,” jelasnya.

Masalah pendanaan memang menjadi kendala utama. Menurutnya, tahun ini Askab PSSI Bangkalan diberi anggaran yang sama seperti tahun lalu. Akibatnya, jika Perseba main, dipastikan dana tidak memadai.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan Saad Asjary memastikan Perseba tak tampil di Liga 3 tahun ini masalah utamanya bukan pendanaan. ”Kalau masalah pendanaan masih bisa dicari. Tapi ini semua masalah penataan secara profesional klub dan pembinaan sepak bola di Bangkalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Duel Panas Madura dan Arema

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Askab dan bertekad membentuk sistem pembinaan dan kepengurusan secara profesional. ”Kami dan Askab konsentrasi membenahi manajemen semua klub sepak bola. Internal mereka kami benahi dulu,” ujar Saad.

”Dari situ kami akan menggulirkan kompetisi internal yang nantinya mengasilkan pemain berbakat untuk mengisi skuad Perseba. Kami dipastikan tak akan mendapatkan sanksi dari Asprov meskipun tak ikut Liga 3 tahun ini. Kami sudah koordinasi dengan Asprov, dan mendapat keringanan,” pungkas Saad. 

BANGKALAN – Kompetisi Liga 3 Regional Jawa Timur (Jatim) dipastikan mulai bergulir pada 27 Juli 2019. Undian grup sudah dilakukan. Namun hanya dua tim asal Madura yang ikut kompetisi. Yakni Persesa Sampang dan Pamekasan FC.

Yang dipastikan tidak berkompetisi Peseba Bangkalan. Itu dipastikan setelah tak ada nama tim asal Kota Salak tersebut dalam daftar pembagian grup Liga 3 Regional Jatim.

Padahal keikutsertaan Perseba dalam ajang Liga 3 sudah menjadi keinginan bersama seluruh insan sepak bola Bangkalan. Namun Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bangkalan berasalan terkendala dana.


Selain itu, kepengurusan Askab PSSI Bangkalan baru terpilih sehingga masih butuh waktu untuk mematangkan program. Lagi pula, tujuan utama Askab ingin membenahi internal pengurus dan klub yang ada di Bangkalan.

Baca Juga :  Perseba Akan Panggil Pemain, Perssu Mempertimbangkan

”Kami akan mulai dari bawah. Kami harus menata dari bawah agar semua bisa profesional,” ujar Ketua Umum Askab PSSI Bangkalan Muhaimin kemarin (24/5). ”Goal akhir nanti tetap untuk Perseba,” imbuh dia.

Muhaimin menjelaskan, untuk membuat Perseba yang murni hasil kompetisi internal, PSSI Bangkalan haruslah tertata dari bawah. ”Semua harus mulai dari klub. Tanpa kesadaran klub, Perseba akan sulit berkompetisi di Liga 3,” jelasnya.

Masalah pendanaan memang menjadi kendala utama. Menurutnya, tahun ini Askab PSSI Bangkalan diberi anggaran yang sama seperti tahun lalu. Akibatnya, jika Perseba main, dipastikan dana tidak memadai.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan Saad Asjary memastikan Perseba tak tampil di Liga 3 tahun ini masalah utamanya bukan pendanaan. ”Kalau masalah pendanaan masih bisa dicari. Tapi ini semua masalah penataan secara profesional klub dan pembinaan sepak bola di Bangkalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Menpora Perbolehkan Puslatkab dan Kompetisi

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Askab dan bertekad membentuk sistem pembinaan dan kepengurusan secara profesional. ”Kami dan Askab konsentrasi membenahi manajemen semua klub sepak bola. Internal mereka kami benahi dulu,” ujar Saad.

”Dari situ kami akan menggulirkan kompetisi internal yang nantinya mengasilkan pemain berbakat untuk mengisi skuad Perseba. Kami dipastikan tak akan mendapatkan sanksi dari Asprov meskipun tak ikut Liga 3 tahun ini. Kami sudah koordinasi dengan Asprov, dan mendapat keringanan,” pungkas Saad. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/