alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Asep Waspadai Playmaker Asing Persebaya

BANGKALAN – Gelandang bertahan Madura United Asep Berlian memiliki pengalaman berharga saat menghadapi Persebaya. Dia hanya bermain di leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 di kandang Persebaya.

Pasalnya dalam laga tersebut, ia mendapatkan kartu kuning kedua atau kartu merah sehingga di leg kedua ia tak bisa tampil. Padahal, kontribusinya dalam mematikan pergerakan playmaker Bajol Ijo sangat baik.

Pemain bernomor punggung 4 ini identik dengan tekel-tekelnya yang keras sehingga kerap dianggap melakukan pelanggaran. Tak jarang Asep harus diganjar dengan kartu kuning.

Dengan pengalamannya itu, Asep berkesimpulan bahwa para playmaker Persebaya patut diwaspadai. Terutama playmaker asing Damian Lizio. ”Kita harus awasi gelandang serang asing mereka, winger mereka, dan striker mereka. Intinya, trio penyerang asing itu wajib diwaspadai,” ungkap Asep ketika ditemui di Bangkalan kemarin (19/4).

Baca Juga :  Singo Edan tanpa Dukungan Aremania

Selain Lizio, terdapat winger asal Tajikistan Manuchekhr Jalilov dan striker asing Amido Balde. Ketiganya berperan penting dalam pola penyerangan Persebaya. Jalilov mampu menjadi top skor Piala Presiden tahun ini dengan golnya di kompetisi pramusim tersebut.

Asep mendapat latihan khusus selama persiapan menghadapi Persebaya untuk ketiga kalinya ini. ”Kalau latihan dan instruksi khusus ada, karena ini dianggap sebagai ujian ulang dan harus lulus,” katanya.

Meski demikian, Asep tetap tak meremehkan pemain Persebaya lainnya. Sebab, semua pemain lawan memiliki kualitas yang hampir sama. ”Kami harus fokus dan lebih bekerja keras lagi besok,” tegasnya.

Untuk memastikan misi balas kekalahan itu, pelatih Madura United Dejan Antonic berusaha mengangkat mental anak asuhnya. Pasalnya, Madura United memiliki rekor pertemuan yang buruk menghadapi Persebaya. Laskar Sape Kerrap tak pernah menang sejak Piala Presiden 2018. ”Kami harus lebih fokus dan lebih konsentrasi,” ujar Dejan.

Baca Juga :  Gomes Mengaku Tak Ada Tim Unggulan di Grup C

Menurut Dejan, permainan timnya dinilai lebih baik daripada sang calon lawan. Penguasaan bola, kesempatan mencetak gol, dan formasi permainan lebih unggul. Tiga gol yang dicetak Persebaya di kandang Madura United merupakan kesalahan yang dibuat oleh para pemainnya. ”Hal itu menjadi pelajaran buat anak-anak supaya lebih fokus dan lebih disiplin di pertandingan,” jelas pelatih asal Serbia tersebut.

BANGKALAN – Gelandang bertahan Madura United Asep Berlian memiliki pengalaman berharga saat menghadapi Persebaya. Dia hanya bermain di leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 di kandang Persebaya.

Pasalnya dalam laga tersebut, ia mendapatkan kartu kuning kedua atau kartu merah sehingga di leg kedua ia tak bisa tampil. Padahal, kontribusinya dalam mematikan pergerakan playmaker Bajol Ijo sangat baik.

Pemain bernomor punggung 4 ini identik dengan tekel-tekelnya yang keras sehingga kerap dianggap melakukan pelanggaran. Tak jarang Asep harus diganjar dengan kartu kuning.

Dengan pengalamannya itu, Asep berkesimpulan bahwa para playmaker Persebaya patut diwaspadai. Terutama playmaker asing Damian Lizio. ”Kita harus awasi gelandang serang asing mereka, winger mereka, dan striker mereka. Intinya, trio penyerang asing itu wajib diwaspadai,” ungkap Asep ketika ditemui di Bangkalan kemarin (19/4).

Baca Juga :  Madura FC Taklukkan PSIM Jogjakarta

Selain Lizio, terdapat winger asal Tajikistan Manuchekhr Jalilov dan striker asing Amido Balde. Ketiganya berperan penting dalam pola penyerangan Persebaya. Jalilov mampu menjadi top skor Piala Presiden tahun ini dengan golnya di kompetisi pramusim tersebut.

Asep mendapat latihan khusus selama persiapan menghadapi Persebaya untuk ketiga kalinya ini. ”Kalau latihan dan instruksi khusus ada, karena ini dianggap sebagai ujian ulang dan harus lulus,” katanya.

Meski demikian, Asep tetap tak meremehkan pemain Persebaya lainnya. Sebab, semua pemain lawan memiliki kualitas yang hampir sama. ”Kami harus fokus dan lebih bekerja keras lagi besok,” tegasnya.

Untuk memastikan misi balas kekalahan itu, pelatih Madura United Dejan Antonic berusaha mengangkat mental anak asuhnya. Pasalnya, Madura United memiliki rekor pertemuan yang buruk menghadapi Persebaya. Laskar Sape Kerrap tak pernah menang sejak Piala Presiden 2018. ”Kami harus lebih fokus dan lebih konsentrasi,” ujar Dejan.

Baca Juga :  The Champion, Robby Sakera Berjaya di Kejurnas YCR 

Menurut Dejan, permainan timnya dinilai lebih baik daripada sang calon lawan. Penguasaan bola, kesempatan mencetak gol, dan formasi permainan lebih unggul. Tiga gol yang dicetak Persebaya di kandang Madura United merupakan kesalahan yang dibuat oleh para pemainnya. ”Hal itu menjadi pelajaran buat anak-anak supaya lebih fokus dan lebih disiplin di pertandingan,” jelas pelatih asal Serbia tersebut.

Artikel Terkait

Cedera Muhammad Ridho Makin Membaik

MU Bakal Daratkan Lima Pemain

Cedera, Muhammad Ridho Ragu Bisa Tampil

Madura FC Keluar sebagai Juara Grup I

Most Read

Artikel Terbaru

/