alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Superioritas Madura United Terhenti

MALANG – Superioritas Madura United terhenti di stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (17/9). Untuk kali pertama, Laskar Sape Kerrap menelan kekalahan setelah pada delapan pertandingan secara beruntun tidak pernah kalah.

Meski mengontrol jalannya pertandingan, Fabiano beltrame dkk harus mengakui keunggulan Arema FC setelah takluk 2 gol tanpa balas. Gol dicetak Kanote Makan di  menit ke-45+2 melalui tendangan pinalti. Sementara gol kedua dicetak Didik Setiawan di menit ke-90.

Sebenarnya Madura United tidak tampil jelek kemarin. Bahkan, Fabiano menguasi jalannya pertandingan dengan catatan penguasaan bola 52 persen berbanding 48 persen. Namun, di menit terakhir babak pertama, Laskar Sape Kerrap malah kebobolan melalui tendangan penalti Kanote Makan.

Pada babak kedua, sejumlah peluang didapat oleh para penyerang Madura United. Namun, usaha mereka belum membuahkan hasil. Bahkan, sang kaptem tim Fabiano Beltrame yang notabene berposisi sebagai full back harus ikut membantu lini serang untuk mencetak gol.

Baca Juga :  Cetak Gol Sebanyak Mungkin

Namun, hal itu justru jadi bumerang. Lini belakang Madura United meninggalkan lubang. Arema FC menyadari hal tersebut. Keasyikan menyerang, striker Arema FC yang baru pulang setelah membela timnas Indonesia, Dedik Setiawan, berhasil mencetak gol.

Kecepatannya dalam menggiring bola tak mampu dikejar oleh Fabiano dan Alfath Fathier yang jauh meninggalkan posnya. Sehingga papan skor berubah menjadi 2-0, tepatnya di menit ke-90. Skor tersebut bertahan hingga akhir pertandingan.

Hasil ini tentu di luar target Madura United yang bertekad mencuri poin di pekan ke- 22. Selain itu, rekor tak terkalahkan selama 8 laga harus terhenti. Namun, hal ini bukanlah akhir. Pasalnya, Madura United masih memiliki sisa beberapa pertandingan.

Baca Juga :  Lihat Masjid Syaikhona Kholil Termotivasi Tingkatkan Ibadah

Pelatih Madura United Gomes de Olivera mengatakan, perjuangan seluruh pemain sudah baik. Tak ada pemain yang bersantai. Semuanya berusaha untuk saling membantu mencetak gol dan mempertahankan gawangnya dari kebobolan.

”Mereka berjuang dan mengontrol emosinya. Ada beberapa pelanggaran yang saya lihat pemain Madura berhasil menahan emosi. Semua berusaha untuk mencetak gol terutama di babak kedua. Tapi, kami masih ada pertandingan ke depan, dan harus tetap bermain kompak seperti ini,” ujarnya usai pertandingan.

Posisi Madura United masih tetap di bawah Persib Bandung dengan 36 poin. Namun, Bali United berpotensi menyalip. Sebab, kedua tim hanya terpaut satu poin. Tim asal Pulau Dewata tersebut baru akan menjalani pertandingan sore ini.

MALANG – Superioritas Madura United terhenti di stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (17/9). Untuk kali pertama, Laskar Sape Kerrap menelan kekalahan setelah pada delapan pertandingan secara beruntun tidak pernah kalah.

Meski mengontrol jalannya pertandingan, Fabiano beltrame dkk harus mengakui keunggulan Arema FC setelah takluk 2 gol tanpa balas. Gol dicetak Kanote Makan di  menit ke-45+2 melalui tendangan pinalti. Sementara gol kedua dicetak Didik Setiawan di menit ke-90.

Sebenarnya Madura United tidak tampil jelek kemarin. Bahkan, Fabiano menguasi jalannya pertandingan dengan catatan penguasaan bola 52 persen berbanding 48 persen. Namun, di menit terakhir babak pertama, Laskar Sape Kerrap malah kebobolan melalui tendangan penalti Kanote Makan.


Pada babak kedua, sejumlah peluang didapat oleh para penyerang Madura United. Namun, usaha mereka belum membuahkan hasil. Bahkan, sang kaptem tim Fabiano Beltrame yang notabene berposisi sebagai full back harus ikut membantu lini serang untuk mencetak gol.

Baca Juga :  Madura United Tiga Kali Menang secara Berturut-turut

Namun, hal itu justru jadi bumerang. Lini belakang Madura United meninggalkan lubang. Arema FC menyadari hal tersebut. Keasyikan menyerang, striker Arema FC yang baru pulang setelah membela timnas Indonesia, Dedik Setiawan, berhasil mencetak gol.

Kecepatannya dalam menggiring bola tak mampu dikejar oleh Fabiano dan Alfath Fathier yang jauh meninggalkan posnya. Sehingga papan skor berubah menjadi 2-0, tepatnya di menit ke-90. Skor tersebut bertahan hingga akhir pertandingan.

Hasil ini tentu di luar target Madura United yang bertekad mencuri poin di pekan ke- 22. Selain itu, rekor tak terkalahkan selama 8 laga harus terhenti. Namun, hal ini bukanlah akhir. Pasalnya, Madura United masih memiliki sisa beberapa pertandingan.

Baca Juga :  Berembuk untuk Bangkitnya Perseba

Pelatih Madura United Gomes de Olivera mengatakan, perjuangan seluruh pemain sudah baik. Tak ada pemain yang bersantai. Semuanya berusaha untuk saling membantu mencetak gol dan mempertahankan gawangnya dari kebobolan.

”Mereka berjuang dan mengontrol emosinya. Ada beberapa pelanggaran yang saya lihat pemain Madura berhasil menahan emosi. Semua berusaha untuk mencetak gol terutama di babak kedua. Tapi, kami masih ada pertandingan ke depan, dan harus tetap bermain kompak seperti ini,” ujarnya usai pertandingan.

Posisi Madura United masih tetap di bawah Persib Bandung dengan 36 poin. Namun, Bali United berpotensi menyalip. Sebab, kedua tim hanya terpaut satu poin. Tim asal Pulau Dewata tersebut baru akan menjalani pertandingan sore ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Dua Kades Divonis Korupsi Raskin

Tiga Kelas SDN Serabi Timur 2 Ambruk

Artikel Terbaru

/