alexametrics
23.2 C
Madura
Thursday, January 20, 2022

Kiper Andalan Persepam sekaligus Algojo Tendangan Penalti

Dalam beberapa laga terakhir Persepam di babak penyisihan Grup D Liga 3 Jawa Timur, Ananda Bachtiar selalu tampil ciamik di bawah mistar gawang. Putra daerah Pamekasan itu tak sedikit pun membiarkan bola merobek gawangnya.

MOH. IQBAL AFGANI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

SOSOK Ananda Bachtiar menjadi perhatian masyarakat Pamekasan setelah berhasil menyelamatkan gawang Persepam dari berbagai tendangan keras pemain lawan. Karena kepiawaiannya, gawang Persepam tak pernah kebobolan selama penyisihan grup.

Tak hanya pandai menjaga gawang, Nanda juga dipercaya sang pelatih untuk maju sebagai algojo tendangan penalti. Sepakan keras kaki kanannya berhasil merobek gawang Perssu Sumenep dan Kresna FC.

Karirnya sebagai penjaga gawang dimulai saat ia bergabung di klub Tunas Karya pada 2013. Awalnya, Nanda bermain sebagai penyerang, bukan sebagai penjaga gawang. Pelatihnya meminta ia untuk menjadi penjaga gawang karena postur tubuhnya yang tinggi.

Dengan tinggi badan 185 cm, tak heran ayah satu anak ini selalu berhasil memenangkan duel udara bersama penyerang lawan. Bermain dengan gaya offensive goalkeeper, sesekali Nanda melakukan tekanan jika dalam kondisi satu lawan satu.

Ketangkasannya dalam memainkan si kulit bundar tidak hanya ia tunjukkan sebagai penjaga gawang. Terbukti, tendangan keras kaki kanannya menjadikan ia sebagai eksekutor penalti.

Baca Juga :  Muaythai Pamekasan Berikan Bukti, Ukir Prestasi Tertinggi di Porprov

Di usianya yang menginjak umur 18 tahun, Nanda berhasil bergabung dengan klub sepak bola Pamekasan FC. Saat itu, ia masih duduk di bangku kelas XI SMKN 1 Pamekasan. Kemudian, dia tergabung di tim Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2015.

Nanda bukanlah sosok asing di Persepam. Pria kelahiran 1996 itu sudah bergabung dengan Persepam sejak 2015. Dia dipanggil oleh manajemen Persepam Madura Utama sebagai pemain magang pasca berlaga di Porprov Jatim.

”Saat itu Persepam masih bertengger di Divisi Utama. Lalu, saya dipanggil dengan status masih magang. Meski begitu, saya tetap merasa bahagia karena bisa mengasah kemampuan dari para pelatih dan senior untuk lebih berkembang,” terang ayah Clarissa Maufida Bachtiar itu.

Setahun kemudian, dia menandatangani kontrak bersama Persepam pada 2016. Meskipun, saat itu ia belum terpilih sebagai line-up. Baru pada 2017, dia bisa merumput dengan Persepam serta menjadi kiper utama pada putaran kedua Liga 2 sepak bola Indonesia.

”Selama setahun lebih saya berhasil menjadi kiper utama Persepam di Liga 2. Semenjak 2018, Persepam terdegradasi dan saya masih tetap setia meskipun ada tawaran dari klub lain,” katanya.

Baca Juga :  Suramadu Super Cup Lets Start

Manajemen Persepam sempat dijatuhi sanksi oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Berawal dari sanksi tersebut, Persepam mati suri selama beberapa tahun di kancah persepakbolaan tanah air.

Akibatnya, Nanda yang belum mengetahui kepastian sepak bola asal Pamekasan, akhirnya menerima tawaran dari Persiba Bantul pada 2019 silam. Setelah itu, ia juga tercatat sebagai pemain Madura FC Sumenep pada 2020 sebelum pandemi Covid-19.

Beredarnya kebangkitan Persepam reborn di 2021, membuatnya berharap bisa dipanggil kembali oleh tim yang berjuluk Laskar Ronggosukowati itu. Tak sia-sia, manajemen Persepam memercayainya sebagai kiper utama sepak bola kebanggaan warga Gerbang Salam tersebut.

Keinginannya untuk memberikan yang terbaik bagi daerah kelahirannya itu ia tunjukkan dengan permainan apik selama bertanding di Liga 3 Jawa Timur. Pemain yang berposisi di bawah mistar gawang itu merupakan putra daerah asal Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Pamekasan.

Karena itu, Nanda bertekad untuk mengharumkan klub sepak bola yang sedang ia perjuangkan. ”Saya terlahir di kota ini, saya besar di sini, insyaallah saya akan berikan yang terbaik untuk Persepam,” tandas suami Maunalisa Dwi Yulianti tersebut.

Dalam beberapa laga terakhir Persepam di babak penyisihan Grup D Liga 3 Jawa Timur, Ananda Bachtiar selalu tampil ciamik di bawah mistar gawang. Putra daerah Pamekasan itu tak sedikit pun membiarkan bola merobek gawangnya.

MOH. IQBAL AFGANI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

SOSOK Ananda Bachtiar menjadi perhatian masyarakat Pamekasan setelah berhasil menyelamatkan gawang Persepam dari berbagai tendangan keras pemain lawan. Karena kepiawaiannya, gawang Persepam tak pernah kebobolan selama penyisihan grup.

Tak hanya pandai menjaga gawang, Nanda juga dipercaya sang pelatih untuk maju sebagai algojo tendangan penalti. Sepakan keras kaki kanannya berhasil merobek gawang Perssu Sumenep dan Kresna FC.

Karirnya sebagai penjaga gawang dimulai saat ia bergabung di klub Tunas Karya pada 2013. Awalnya, Nanda bermain sebagai penyerang, bukan sebagai penjaga gawang. Pelatihnya meminta ia untuk menjadi penjaga gawang karena postur tubuhnya yang tinggi.

Dengan tinggi badan 185 cm, tak heran ayah satu anak ini selalu berhasil memenangkan duel udara bersama penyerang lawan. Bermain dengan gaya offensive goalkeeper, sesekali Nanda melakukan tekanan jika dalam kondisi satu lawan satu.

Ketangkasannya dalam memainkan si kulit bundar tidak hanya ia tunjukkan sebagai penjaga gawang. Terbukti, tendangan keras kaki kanannya menjadikan ia sebagai eksekutor penalti.

Baca Juga :  Pengalaman Berharga Menuju Popnas

Di usianya yang menginjak umur 18 tahun, Nanda berhasil bergabung dengan klub sepak bola Pamekasan FC. Saat itu, ia masih duduk di bangku kelas XI SMKN 1 Pamekasan. Kemudian, dia tergabung di tim Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2015.

Nanda bukanlah sosok asing di Persepam. Pria kelahiran 1996 itu sudah bergabung dengan Persepam sejak 2015. Dia dipanggil oleh manajemen Persepam Madura Utama sebagai pemain magang pasca berlaga di Porprov Jatim.

”Saat itu Persepam masih bertengger di Divisi Utama. Lalu, saya dipanggil dengan status masih magang. Meski begitu, saya tetap merasa bahagia karena bisa mengasah kemampuan dari para pelatih dan senior untuk lebih berkembang,” terang ayah Clarissa Maufida Bachtiar itu.

Setahun kemudian, dia menandatangani kontrak bersama Persepam pada 2016. Meskipun, saat itu ia belum terpilih sebagai line-up. Baru pada 2017, dia bisa merumput dengan Persepam serta menjadi kiper utama pada putaran kedua Liga 2 sepak bola Indonesia.

”Selama setahun lebih saya berhasil menjadi kiper utama Persepam di Liga 2. Semenjak 2018, Persepam terdegradasi dan saya masih tetap setia meskipun ada tawaran dari klub lain,” katanya.

Baca Juga :  Hat-trick Isa Benamkan Asa Persepam

Manajemen Persepam sempat dijatuhi sanksi oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Berawal dari sanksi tersebut, Persepam mati suri selama beberapa tahun di kancah persepakbolaan tanah air.

Akibatnya, Nanda yang belum mengetahui kepastian sepak bola asal Pamekasan, akhirnya menerima tawaran dari Persiba Bantul pada 2019 silam. Setelah itu, ia juga tercatat sebagai pemain Madura FC Sumenep pada 2020 sebelum pandemi Covid-19.

Beredarnya kebangkitan Persepam reborn di 2021, membuatnya berharap bisa dipanggil kembali oleh tim yang berjuluk Laskar Ronggosukowati itu. Tak sia-sia, manajemen Persepam memercayainya sebagai kiper utama sepak bola kebanggaan warga Gerbang Salam tersebut.

Keinginannya untuk memberikan yang terbaik bagi daerah kelahirannya itu ia tunjukkan dengan permainan apik selama bertanding di Liga 3 Jawa Timur. Pemain yang berposisi di bawah mistar gawang itu merupakan putra daerah asal Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Pamekasan.

Karena itu, Nanda bertekad untuk mengharumkan klub sepak bola yang sedang ia perjuangkan. ”Saya terlahir di kota ini, saya besar di sini, insyaallah saya akan berikan yang terbaik untuk Persepam,” tandas suami Maunalisa Dwi Yulianti tersebut.

Most Read

Artikel Terbaru