alexametrics
21.2 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Madura FC Curi Satu Poin di Kandang Blitar

BLITAR – Madura FC berhasil mencapai target yang dicanangkan manajemen ketika menghadapi tuan rumah Blitar United. Laga lanjutan grup wilayah timur Liga 2 tersebut, berakhir tanpa pemenang. Kedua tim berbagi angka dengan skor 1-1.

Pertandingan di Stadion Gelora Soeprijadi, Blitar, Senin sore (14/5) berlangsung cukup ketat. Kedua tim harus menyudahi babak pertama dengan skor kacamata. Bahkan memasuki babak kedua, tempo dan tensi pertandingan tak banyak berubah.

Tekel keras masih terus ada, sehingga wasit harus mengeluarkan satu kartu kuning untuk pemain tim tuan rumah, Eka Hera, pada menit ke-56. Laga memasuki menit ke-61, Madura FC sukses membuka keunggulan melalui Yusuf Efendi.

Tendangan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskannya tak mampu dihalau oleh kiper Blitar United, Windu Anggono. Di sisa waktu, Blitar United mencoba untuk menyamakan kedudukan. Suporter Blitar United akhirnya bisa bersorak gembira ketika pertandingan memasuki menit ke-88.

Baca Juga :  Sambut Putaran Kedua Persepam Latihan Tiga Kali Sehari

Tendangan Hardani dari luar kotak penalti melesat mulus ke dalam gawang Madura FC yang dikawal Usman Pribadi. Skor imbang 1-1 bertahan hingga pertandingan usai. Tensi tinggi dalam pertandingan ini membuat wasit Abdul Rahman sibuk. Total 45 pelanggaran tercipta dan berbuah tiga kartu kuning.

Tambahan satu poin membuat posisi Laskar Jokotole –julukan Madura FC– di puncak klasemen grup wilayah timur Liga 2 belum tergoyahkan. Dari lima pertandingan, mereka telah meraup 11 poin.

Menyusul satu tingkat di bawahnya, terdapat sang lawan Blitar United. Mereka juga sudah memainkan lima pertandingan dan mengoleksi delapan poin. ”Hasil imbang ini kami syukuri, karena ini sudah sesuai target kami yakni mencuri poin,” ujar Pelatih Madura FC Salahuddin.

Salahuddin menjelaskan jika sejak awal timnya mengincar 3 poin. Namun jika gagal, satu poin sudah cukup. ”Apa pun yang terjadi, ini sudah menjadi takdir kami mendapat 1 poin di Blitar,” jelas Salahuddin.

Baca Juga :  Madura United Datangkan Hendro Kartiko

Dia juga memuji penampilan anak asuhnya sepanjang pertandingan. Seluruh pemain dinilai tampil all-out, meskipun pertandingan berjalan cukup keras. ”Ball possesion kami sangat baik. Tapi memang di babak pertama, second line kami tidak muncul. Di babak kedua, cukup baik karena Bayu masuk,” papar Salahuddin.

Manajer Madura FC Januar Herwanto mengatakan, pihaknya telah bermain dengan daya juang luar biasa. Terlepas wasit berpihak, kata dia, hasil seri harus dinikmati. Menurut dia, dalam semua laga, Madura FC bermain bermartabat. ”Filosofi lebbi bagus pote tolang etembang pote mata. Filosofi nenek moyang Madura kami junjung tinggi dalam setiap laga, walaupun terasa menyakitkan,” terang Januar.

 

BLITAR – Madura FC berhasil mencapai target yang dicanangkan manajemen ketika menghadapi tuan rumah Blitar United. Laga lanjutan grup wilayah timur Liga 2 tersebut, berakhir tanpa pemenang. Kedua tim berbagi angka dengan skor 1-1.

Pertandingan di Stadion Gelora Soeprijadi, Blitar, Senin sore (14/5) berlangsung cukup ketat. Kedua tim harus menyudahi babak pertama dengan skor kacamata. Bahkan memasuki babak kedua, tempo dan tensi pertandingan tak banyak berubah.

Tekel keras masih terus ada, sehingga wasit harus mengeluarkan satu kartu kuning untuk pemain tim tuan rumah, Eka Hera, pada menit ke-56. Laga memasuki menit ke-61, Madura FC sukses membuka keunggulan melalui Yusuf Efendi.


Tendangan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskannya tak mampu dihalau oleh kiper Blitar United, Windu Anggono. Di sisa waktu, Blitar United mencoba untuk menyamakan kedudukan. Suporter Blitar United akhirnya bisa bersorak gembira ketika pertandingan memasuki menit ke-88.

Baca Juga :  Bermain 10 Orang Madura United Tundukkan PS TNI

Tendangan Hardani dari luar kotak penalti melesat mulus ke dalam gawang Madura FC yang dikawal Usman Pribadi. Skor imbang 1-1 bertahan hingga pertandingan usai. Tensi tinggi dalam pertandingan ini membuat wasit Abdul Rahman sibuk. Total 45 pelanggaran tercipta dan berbuah tiga kartu kuning.

Tambahan satu poin membuat posisi Laskar Jokotole –julukan Madura FC– di puncak klasemen grup wilayah timur Liga 2 belum tergoyahkan. Dari lima pertandingan, mereka telah meraup 11 poin.

Menyusul satu tingkat di bawahnya, terdapat sang lawan Blitar United. Mereka juga sudah memainkan lima pertandingan dan mengoleksi delapan poin. ”Hasil imbang ini kami syukuri, karena ini sudah sesuai target kami yakni mencuri poin,” ujar Pelatih Madura FC Salahuddin.

Salahuddin menjelaskan jika sejak awal timnya mengincar 3 poin. Namun jika gagal, satu poin sudah cukup. ”Apa pun yang terjadi, ini sudah menjadi takdir kami mendapat 1 poin di Blitar,” jelas Salahuddin.

Baca Juga :  Enam Laga Madura FC Tak Terkalahkan

Dia juga memuji penampilan anak asuhnya sepanjang pertandingan. Seluruh pemain dinilai tampil all-out, meskipun pertandingan berjalan cukup keras. ”Ball possesion kami sangat baik. Tapi memang di babak pertama, second line kami tidak muncul. Di babak kedua, cukup baik karena Bayu masuk,” papar Salahuddin.

Manajer Madura FC Januar Herwanto mengatakan, pihaknya telah bermain dengan daya juang luar biasa. Terlepas wasit berpihak, kata dia, hasil seri harus dinikmati. Menurut dia, dalam semua laga, Madura FC bermain bermartabat. ”Filosofi lebbi bagus pote tolang etembang pote mata. Filosofi nenek moyang Madura kami junjung tinggi dalam setiap laga, walaupun terasa menyakitkan,” terang Januar.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Perpustakaan Puluhan SD Tak Layak

Ali Maksum Bijak dan Arif

Artikel Terbaru

/