alexametrics
24 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Serasa Bukan Kandang, Gomes Sangat Kecewa dengan Hasil 1-2

BANGKALAN – Kandang Madura United sudah tak angker lagi. Stadion Gelora Bangkalan (SGB) yang awalnya menjadi momok menakutkan bagi tamu seakan kehilangan daya magisnya. Jumat (9/11) Laskar Sape Kerrap takluk atas Bhayangkara FC dengan skor tipis 1-2.

Laga kandang yang menjadi andalan Madura United untuk menambah 3 poin tidak bisa dimaksimalkan. Bahkan, Fachruddin Wahyudi dkk seperti tidak sedang bermain di kandang lagi. Kekalahan itu menambah catatan hitam saat bertemu Bhayangkara FC.

Tak disangka, aksi solo run playmaker Bhayangkara FC Paulo Sergio tidak mampu dihentikan oleh para pemain bertahan Madura United. Karena itu, ia dengan leluasa melepaskan tembakan ke arah gawang. Pada menit ke-18, gawang Satria Tama kebobolan.

Pascagol tersebut, skuad Laskar Sape Kerrap tersentak. Mereka berusaha menguasai jalannya permainan untuk membongkar pertahanan Bhayangkara FC. Namun, tak ada gol tercipta hingga babak pertama berakhir.

Baca Juga :  Madura United Resmi Miliki Lisensi Klub Profesional

Pada babak kedua, Fabiano Beltrame dkk mulai menekan. Sektor sayap menjadi andalan Madura United untuk menekan sang tamu. Gol penyama kedudukan tercipta. Gelandang asal Iran, Milad Zeneyedpour, melepaskan tendangan roket. Kiper Bhayangkara FC Wahyu Tri Nugroho hanya menepisnya dengan satu tangan.

Meski sempat ditepis, bola tak mau berubah arah dan tetap bersarang ke gawang Bhayangkara FC. Akibatnya, skor berubah menjadi 1-1, tepatnya di menit ke-62.

Sayangnya, tak berselang lama, Bhayangkara FC kembali mencetak gol. Paulo Sergio berhasil menjadi malapetaka bagi tuan rumah. Golnya di menit ke-69 berhasil membungkam seisi Stadion Gelora Bangkalan. Skor itu bertahan hingga akhir pertandingan.

Pelatih Madura United Gomes de Olivera dalam press conference seusai laga mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut. Pasalnya, seluruh pemain sudah berjuang maksimal. ”Kami coba tampil fight dan semangat. Seluruh pemain berjuang, saya sendiri sangat kecewa,” ungkap Gomes.

Baca Juga :  Jadi Tuan Rumah Festival Sepak Bola Usia Dini

Sementara itu, pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy mengaku cukup salut dengan suporter Madura United. Dukungan para suporter sejak awal sampai akhir pertandingan dinilai cukup gila. ”Seluruh pemain bermain bagus dan tetap tenang. Suporter Madura bernyanyi dengan gila sepanjang babak pertama sampai mereka menyamakan kedudukan. Suporter Madura justru semakin gila bernyanyi, tapi pemain kami tetap tenang,” ujarnya.

Salah seorang penggawa Bhayangkara FC Bayu Suboseto mengatakan, dirinya sangat yakin bisa mengalahkan tuan rumah. ”Kami punya rekor bagus lawan Madura dua tahun terakhir. Sebelum bertanding, kami sudah percaya diri,” ujar Bayu. 

 

BANGKALAN – Kandang Madura United sudah tak angker lagi. Stadion Gelora Bangkalan (SGB) yang awalnya menjadi momok menakutkan bagi tamu seakan kehilangan daya magisnya. Jumat (9/11) Laskar Sape Kerrap takluk atas Bhayangkara FC dengan skor tipis 1-2.

Laga kandang yang menjadi andalan Madura United untuk menambah 3 poin tidak bisa dimaksimalkan. Bahkan, Fachruddin Wahyudi dkk seperti tidak sedang bermain di kandang lagi. Kekalahan itu menambah catatan hitam saat bertemu Bhayangkara FC.

Tak disangka, aksi solo run playmaker Bhayangkara FC Paulo Sergio tidak mampu dihentikan oleh para pemain bertahan Madura United. Karena itu, ia dengan leluasa melepaskan tembakan ke arah gawang. Pada menit ke-18, gawang Satria Tama kebobolan.

Pascagol tersebut, skuad Laskar Sape Kerrap tersentak. Mereka berusaha menguasai jalannya permainan untuk membongkar pertahanan Bhayangkara FC. Namun, tak ada gol tercipta hingga babak pertama berakhir.

Baca Juga :  Gomes Ingin Perbaiki Rekor Pertemuan

Pada babak kedua, Fabiano Beltrame dkk mulai menekan. Sektor sayap menjadi andalan Madura United untuk menekan sang tamu. Gol penyama kedudukan tercipta. Gelandang asal Iran, Milad Zeneyedpour, melepaskan tendangan roket. Kiper Bhayangkara FC Wahyu Tri Nugroho hanya menepisnya dengan satu tangan.

Meski sempat ditepis, bola tak mau berubah arah dan tetap bersarang ke gawang Bhayangkara FC. Akibatnya, skor berubah menjadi 1-1, tepatnya di menit ke-62.

Sayangnya, tak berselang lama, Bhayangkara FC kembali mencetak gol. Paulo Sergio berhasil menjadi malapetaka bagi tuan rumah. Golnya di menit ke-69 berhasil membungkam seisi Stadion Gelora Bangkalan. Skor itu bertahan hingga akhir pertandingan.

Pelatih Madura United Gomes de Olivera dalam press conference seusai laga mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut. Pasalnya, seluruh pemain sudah berjuang maksimal. ”Kami coba tampil fight dan semangat. Seluruh pemain berjuang, saya sendiri sangat kecewa,” ungkap Gomes.

Baca Juga :  Persija Juara, Madura Finis Peringkat 8

Sementara itu, pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy mengaku cukup salut dengan suporter Madura United. Dukungan para suporter sejak awal sampai akhir pertandingan dinilai cukup gila. ”Seluruh pemain bermain bagus dan tetap tenang. Suporter Madura bernyanyi dengan gila sepanjang babak pertama sampai mereka menyamakan kedudukan. Suporter Madura justru semakin gila bernyanyi, tapi pemain kami tetap tenang,” ujarnya.

Salah seorang penggawa Bhayangkara FC Bayu Suboseto mengatakan, dirinya sangat yakin bisa mengalahkan tuan rumah. ”Kami punya rekor bagus lawan Madura dua tahun terakhir. Sebelum bertanding, kami sudah percaya diri,” ujar Bayu. 

 

Artikel Terkait

Cedera Muhammad Ridho Makin Membaik

MU Bakal Daratkan Lima Pemain

Cedera, Muhammad Ridho Ragu Bisa Tampil

Madura FC Keluar sebagai Juara Grup I

Most Read

Artikel Terbaru

/