24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Sama-Sama Butuh Poin, MU Siap Hadapi PSS Sleman

SOLO, Jawa Pos Radar Madura ­– Madura United (MU) akan melakoni partai ke-13 melawan PSS Sleman di Stadion Manahan Solo hari ini (8/12). Pertandingan itu diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama berburu kemenangan di sisa pertandingan putaran pertama Liga 1.

MU yang saat ini bertengger di posisi lima klasemen sementara pasti ingin menambah koleksi poinnya demi bisa merangsek ke peringkat tiga besar. Sedangkan PSS Sleman saat ini yang berada di posisi 15 juga terus berupaya menjauh dari zona merah.

Pelatih MU Fabio Araujo Lefundes menyatakan, yang dimiliki timnya untuk menuntaskan putaran pertama kompetisi musim ini sangat mepet. Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan baru saja melakoni pertandingan melawan PSIS Semarang, Senin (5/12), dan harus kembali bertanding hari ini melawan PSS Sleman.

Baca Juga :  Perseba Dapat Peringatan dari Asprov PSSI

Padatnya pertandingan mengharuskan dirinya melakukan rotasi pemain. Tujuannya, untuk mengantisipasi adanya pemain yang cedera. Sehingga, tidak bisa diturunkan dalam empat pertandingan ke depan. ”Supaya kita tidak kehilangan pemain ke depannya,” ujarnya.

Pada pertandingan melawan PSS Sleman, ada dua pemain yang tidak dapat diturunkan. Yaitu, Fachruddin Wahyudi Ariyanto yang saat ini dipanggil timnas dan Miswar Saputra yang harus absen karena ada kepentingan keluarga. ”Pemain yang ada di tim ini tidak ada istilah pemain inti, semua pemain memiliki kesempatan,” tuturnya.

Pelatih berkebangsaan Brasil itu mengakui, mepetnya waktu pertandingan dan minimnya persiapan membuat timnya kurang maksimal untuk menuntaskan sisa laga putaran pertama. Jika kompetisi sesuai jadwal awal, pihaknya yakin mampu tampil lebih baik.

Baca Juga :  Gomes Akui Grafik Permainan Anak Asuhnya Meningkat

Sebelum tragedi Kanjuruhan, MU telah menjalani sebelas pertandingan. Tujuh pertandingan berakhir dengan kemenangan. Kemudian, dua kali imbang dan dua kali kalah. ”Kalau kita dalam kondisi normal, kita yakin kondisinya akan berbeda,” imbuhnya.

Sementara pemain MU Rendy Oscario Sroyer menyatakan, semua pemain berpacu dengan waktu. Sebab, jarak antar pertandingan sangat berdekatan. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan semua tim dipaksa untuk bermain enam kali pertandingan.

”Tentunya di pertandingan kedua (pasca kompetisi dihentikan) kita berbicara mentalitas. Untuk menjaga mentalitas, pelatih memiliki cara tersendiri. Menghadapi pertandingan besok (hari ini) kita siap,” katanya. (jup/han)

SOLO, Jawa Pos Radar Madura ­– Madura United (MU) akan melakoni partai ke-13 melawan PSS Sleman di Stadion Manahan Solo hari ini (8/12). Pertandingan itu diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama berburu kemenangan di sisa pertandingan putaran pertama Liga 1.

MU yang saat ini bertengger di posisi lima klasemen sementara pasti ingin menambah koleksi poinnya demi bisa merangsek ke peringkat tiga besar. Sedangkan PSS Sleman saat ini yang berada di posisi 15 juga terus berupaya menjauh dari zona merah.

Pelatih MU Fabio Araujo Lefundes menyatakan, yang dimiliki timnya untuk menuntaskan putaran pertama kompetisi musim ini sangat mepet. Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan baru saja melakoni pertandingan melawan PSIS Semarang, Senin (5/12), dan harus kembali bertanding hari ini melawan PSS Sleman.

Baca Juga :  Tur Panjang yang Mengcewakan

Padatnya pertandingan mengharuskan dirinya melakukan rotasi pemain. Tujuannya, untuk mengantisipasi adanya pemain yang cedera. Sehingga, tidak bisa diturunkan dalam empat pertandingan ke depan. ”Supaya kita tidak kehilangan pemain ke depannya,” ujarnya.

Pada pertandingan melawan PSS Sleman, ada dua pemain yang tidak dapat diturunkan. Yaitu, Fachruddin Wahyudi Ariyanto yang saat ini dipanggil timnas dan Miswar Saputra yang harus absen karena ada kepentingan keluarga. ”Pemain yang ada di tim ini tidak ada istilah pemain inti, semua pemain memiliki kesempatan,” tuturnya.

Pelatih berkebangsaan Brasil itu mengakui, mepetnya waktu pertandingan dan minimnya persiapan membuat timnya kurang maksimal untuk menuntaskan sisa laga putaran pertama. Jika kompetisi sesuai jadwal awal, pihaknya yakin mampu tampil lebih baik.

Baca Juga :  Melawan Lelah dan Ambisi Tuan Rumah

Sebelum tragedi Kanjuruhan, MU telah menjalani sebelas pertandingan. Tujuh pertandingan berakhir dengan kemenangan. Kemudian, dua kali imbang dan dua kali kalah. ”Kalau kita dalam kondisi normal, kita yakin kondisinya akan berbeda,” imbuhnya.

- Advertisement -

Sementara pemain MU Rendy Oscario Sroyer menyatakan, semua pemain berpacu dengan waktu. Sebab, jarak antar pertandingan sangat berdekatan. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan semua tim dipaksa untuk bermain enam kali pertandingan.

”Tentunya di pertandingan kedua (pasca kompetisi dihentikan) kita berbicara mentalitas. Untuk menjaga mentalitas, pelatih memiliki cara tersendiri. Menghadapi pertandingan besok (hari ini) kita siap,” katanya. (jup/han)

Artikel Terkait

Tiga Pemain Mudah Beradaptasi

Belum Ada Rencana Rombak Pemain

MU Putus Rekor PSM

Targetkan Penambahan Cabor

Most Read

Artikel Terbaru

/