BANGKALAN – Manajemen dan pemain Madura United perlu bersabar. Keinginan tampil di kompetisi Asia tertunda. Laskar Sape Kerrap harus menunggu hasil pertandingan Bali United di babak play-off Liga Champions Asia (LCA).
Indonesia mendapat jatah 2 klub plus 1 di kompetisi Asia. Hal itu berdasarkan rapat Komite Eksekutif (Exco) AFC, Kamis (30/11). Ketentuan itu disampaikan Chief Operation Officer (COO) PT Liga Indonesia Baru Tigor Shalom Boboy.
Nasib Madura United memang berada di tangan Bali United. Jika tim berjuluk Serdadu Tridatu itu lolos ke LCA, Madura United dipastikan tampil di Piala AFC 2018. Tim besutan Gomes de Olivera itu akan menempati grup G bersama tiga tim.
Yakni, Philippines 2nd Club (Filipina), FLC Than Hoa atau Hanoi FC (Vietnam), dan Yangon United (Myanmar). Namun, jika tidak, Bali United otomatis akan tergeser ke Piala AFC. Dengan demikian, peluang Madura United tampil di Piala AFC pupus.
Di babak play-off Bali akan bersua dengan tiga klub. Pertama, melawan wakil Singapura, Tampines Rovers. Laga tersebut akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Selasa (16/1/2018).
Kemudian, Serdadu Tridatu ditunggu klub asal Thailand, Chiangrai United. Laga kedua kualifikasi babak play-off tersebut 23 Januari 2017. Apabila menang, akan melawan klub kuat asal Tiongkok, Shanghai SIPG, pada 30 Januari 2017.
Manajer Haruna Soemitro mengatakan, skenario pembentukan tidak berubah. Tim dipersiapkan untuk tampil di tiga kompetisi. Yakni, Liga 1, Piala Liga, dan AFC Cup. Menurut dia, terdapat 27 pemain yang disiapkan.
Jumlah tersebut lebih banyak daripada musim lalu, yakni 24 pemain. ”Skenarionya tetap seperti rencana semula, menjalani tiga ajang sekaligus,” ungkap Manajer Klub Madura United Haruna Soemitro.
Madura United tercatat memiliki 19 pemain. Namun, dua di antaranya perlu ditindaklanjuti kembali. Rifad Marasabessy dikabarkan ditarik ke kesatuannya. Sementara Peter Odemwingie masih memperkuat Timnas Nigeria.