alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Madura United Terpuruk Jelang Kompetisi Berakhir

BANGKALAN – Sudah jatuh tertimpa tangga. Seperti itulah gambaran yang menimpa Madura United. Setelah pulang dengan tangan kosong dari Serui, tim kebanggaan masyarakat Pulang Garam itu mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Menghadapi tuan rumah Perseru Serui di laga pekan ke-32 Sabtu (1/12), Madura United harus menelan pil pahit. Tim besutan Gomes de Olivera itu dibungkam skuad Cendrawasih Jingga dengan skor 2-0. Ini mengulang hasil leg kedua Liga 1 musim 2019.

Dua gol tersebut dicetak oleh Beto de Paula. Gol pertama melalui tendangan bebas pada menit ke-30. Kemudian gol kedua melalui sepakan penalti pada menit ke-79. Brace mantan striker Madura United tersebut tak mampu dibalas oleh Fachrudin Wahyudi dkk.

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Baca Juga :  Begini Aksi Sosial Ayu Khoirunita di Lombok

Atas hasil itu, Madura United harus menghuni peringkat 10 klasemen sementara. Krisis penyerang ditengarai menjadi penyebab terpuruknya skuad Laskar Sape Kerrap hingga ke papan tengah klasemen.

Pada laga tersebut, Madura United hanya menurunkan striker lokal Imam Bagus. Dia masuk sebagai pemain pengganti. Tepatnya di menit ke-65, Bagus menggantikan Milad Zeneyedpour.

Dari awal laga, memang Madura United tidak diperkuat pemain bertipikal finisher. Dengan demikian, maklum jika Madura United tak mampu menyarangkan bola ke gawang Perseru Serui hingga akhir pertandingan.

Pelatih Madura United Gomes de Olivera menyayangkan hasil tersebut. Menurut dia, dua gol melalui bola mati Perseru tidak seharusnya terjadi. ”Kami sudah berupaya memainkan bola dan menciptakan beberapa peluang. Tapi, tetap tidak bisa mencetak gol,” ujar pelatih berkebangsaan Brasil itu.

Baca Juga :  Madura United Hapus Memori Kekalahan Tandang 6 Gol

Gomes menuturkan akan mengincar kemenangan di laga terakhir menjamu Persela Lamongan pada Minggu (9/12). ”Kami masih memiliki satu pertandingan lagi. Kami harus berjuang lagi untuk menyelesaikan kompetisi ini dengan baik,” ungkap pelatih yang sudah tiga tahun bersama Madura itu.

Sementara sanksi yang diterima Madura United berupa denda Rp 50 juta. Komdis menilai Madura United melanggar fair play karena mendapat lima kartu kuning dalam satu pertandingan saat menjamu PSIS Semarang.

Komdis juga memberikan sanksi atas tindakan tidak sportif Asep Berlian dengan denda Rp 10 juta. Dia terbukti menarik rambut pemain PSIS Semarang Ibrahim Conteh. Selain denda, Asep Berlian mendapat hukuman larangan bermain pada dua pertandingan.

Sanksi dari komdis membuat suasana kian buruk. Pasalnya, sanksi tersebut diterima menjelang musim akan berakhir.

- Advertisement -

BANGKALAN – Sudah jatuh tertimpa tangga. Seperti itulah gambaran yang menimpa Madura United. Setelah pulang dengan tangan kosong dari Serui, tim kebanggaan masyarakat Pulang Garam itu mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Menghadapi tuan rumah Perseru Serui di laga pekan ke-32 Sabtu (1/12), Madura United harus menelan pil pahit. Tim besutan Gomes de Olivera itu dibungkam skuad Cendrawasih Jingga dengan skor 2-0. Ini mengulang hasil leg kedua Liga 1 musim 2019.

Dua gol tersebut dicetak oleh Beto de Paula. Gol pertama melalui tendangan bebas pada menit ke-30. Kemudian gol kedua melalui sepakan penalti pada menit ke-79. Brace mantan striker Madura United tersebut tak mampu dibalas oleh Fachrudin Wahyudi dkk.


Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Baca Juga :  Kapolres Alith Ingatkan Penyalur Bansos Amanah

Atas hasil itu, Madura United harus menghuni peringkat 10 klasemen sementara. Krisis penyerang ditengarai menjadi penyebab terpuruknya skuad Laskar Sape Kerrap hingga ke papan tengah klasemen.

Pada laga tersebut, Madura United hanya menurunkan striker lokal Imam Bagus. Dia masuk sebagai pemain pengganti. Tepatnya di menit ke-65, Bagus menggantikan Milad Zeneyedpour.

Dari awal laga, memang Madura United tidak diperkuat pemain bertipikal finisher. Dengan demikian, maklum jika Madura United tak mampu menyarangkan bola ke gawang Perseru Serui hingga akhir pertandingan.

Pelatih Madura United Gomes de Olivera menyayangkan hasil tersebut. Menurut dia, dua gol melalui bola mati Perseru tidak seharusnya terjadi. ”Kami sudah berupaya memainkan bola dan menciptakan beberapa peluang. Tapi, tetap tidak bisa mencetak gol,” ujar pelatih berkebangsaan Brasil itu.

Baca Juga :  Pilih Nomor 27 karena Ibu

Gomes menuturkan akan mengincar kemenangan di laga terakhir menjamu Persela Lamongan pada Minggu (9/12). ”Kami masih memiliki satu pertandingan lagi. Kami harus berjuang lagi untuk menyelesaikan kompetisi ini dengan baik,” ungkap pelatih yang sudah tiga tahun bersama Madura itu.

Sementara sanksi yang diterima Madura United berupa denda Rp 50 juta. Komdis menilai Madura United melanggar fair play karena mendapat lima kartu kuning dalam satu pertandingan saat menjamu PSIS Semarang.

Komdis juga memberikan sanksi atas tindakan tidak sportif Asep Berlian dengan denda Rp 10 juta. Dia terbukti menarik rambut pemain PSIS Semarang Ibrahim Conteh. Selain denda, Asep Berlian mendapat hukuman larangan bermain pada dua pertandingan.

Sanksi dari komdis membuat suasana kian buruk. Pasalnya, sanksi tersebut diterima menjelang musim akan berakhir.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Cedera Muhammad Ridho Makin Membaik

MU Bakal Daratkan Lima Pemain

Cedera, Muhammad Ridho Ragu Bisa Tampil

Madura FC Keluar sebagai Juara Grup I

Most Read

Artikel Terbaru

/