alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Atlet Pra-Porprov Gunakan Dana Pribadi

BANGKALAN – Atlet tiga cabang olahraga (cabor) asal Bangkalan sedang berkiprah di ajang pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2019. Yakni, cabor pencak silat, basket, dan voli indoor.

Atlet bakset sudah lebih dulu bertanding pada 25 April. Saat ini mereka sudah memasuki pertandingan terakhir di fase wilayah di Kota Surabaya. Mereka harus berjuang menghadapi tim basket Sumenep di pertandingan terakhir, meskipun peluang mereka sangat kecil untuk lolos ke porprov utama. ”Terpenting pemain tampil fight,” ujar pelatih tim basket putra Bangkalan Helmi Adam kemarin (1/5).

Sementara itu, dua cabor lainnya baru berangkat ke venue pertandingan pada Senin (29/4). Pencak silat bertanding di Tulungagung. Sementara voli bermain di Gresik.

Mereka tetap berangkat ke ajang pra-porprov meskipun tak ada sepeserpun dana yang mereka terima dari pemkab. Hal itu dibenarkan Bendahara Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan Bambang Hariyanto.

Baca Juga :  MU Bertekad Jaga Tren Positif

Dia menyampaikan, sampai saat ini KONI belum memberikan dana dari pemkab kepada atlet dan pengurus cabor. ”Untuk silat dan voli kami pastikan dana itu berasal dari uang pribadi. Saya tidak tahu pasti, apakah dari Ketum KONI atau Kadispora,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin.

Tim basket dipastikan juga menggunakan dana pribadi. Mereka berangkat dengan dana dari pengurus. Hal ini dimaklumi oleh KONI karena kondisi keuangan olahraga di Bangkalan saat ini belum kondusif.

”Ini semua karena mereka para pejuang olahraga di Bangkalan. Mereka mau berkorban demi olahraga dan demi membawa nama harum Bangkalan di pentas Jawa Timur,” jelasnya.

Meski demikian, KONI memastikan bakal mengganti. Semua biaya yang dikeluarkan dari kantong pribadi masing-masing cabor akan diganti. ”Tapi setelah dana hibah dari pemkab cair,” jelas Hari.

Baca Juga :  Pasangan Nanda dan Naaila Langsung Berada di Peringkat 3 Nasional

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan Saad Asjari menyangkal jika cabor di-support menggunakan dana pribadi. Justru ia memuji perjuangan para pengurus cabor. ”Bukan dari kami kok. Hal seperti itu tidak ada. Semua yang berjuang itu dari pengurus cabor masing-masing. Di sini kami hanya men-support,” jelas Saad.

Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bangkalan Edi Kiswanto membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kontingen silat Bangkalan berangkat menggunakan dana patungan pengurus. ”Saya tidak tahu dana patungan itu berasal dari pengurus yang mana. Apa dari KONI atau dispora, yang jelas pengurus cabor akan berusaha semaksimal mungkin mencapai target yang diinginkan,” jelas Edi.

BANGKALAN – Atlet tiga cabang olahraga (cabor) asal Bangkalan sedang berkiprah di ajang pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2019. Yakni, cabor pencak silat, basket, dan voli indoor.

Atlet bakset sudah lebih dulu bertanding pada 25 April. Saat ini mereka sudah memasuki pertandingan terakhir di fase wilayah di Kota Surabaya. Mereka harus berjuang menghadapi tim basket Sumenep di pertandingan terakhir, meskipun peluang mereka sangat kecil untuk lolos ke porprov utama. ”Terpenting pemain tampil fight,” ujar pelatih tim basket putra Bangkalan Helmi Adam kemarin (1/5).

Sementara itu, dua cabor lainnya baru berangkat ke venue pertandingan pada Senin (29/4). Pencak silat bertanding di Tulungagung. Sementara voli bermain di Gresik.


Mereka tetap berangkat ke ajang pra-porprov meskipun tak ada sepeserpun dana yang mereka terima dari pemkab. Hal itu dibenarkan Bendahara Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan Bambang Hariyanto.

Baca Juga :  Pengalaman Berharga Menuju Popnas

Dia menyampaikan, sampai saat ini KONI belum memberikan dana dari pemkab kepada atlet dan pengurus cabor. ”Untuk silat dan voli kami pastikan dana itu berasal dari uang pribadi. Saya tidak tahu pasti, apakah dari Ketum KONI atau Kadispora,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin.

Tim basket dipastikan juga menggunakan dana pribadi. Mereka berangkat dengan dana dari pengurus. Hal ini dimaklumi oleh KONI karena kondisi keuangan olahraga di Bangkalan saat ini belum kondusif.

”Ini semua karena mereka para pejuang olahraga di Bangkalan. Mereka mau berkorban demi olahraga dan demi membawa nama harum Bangkalan di pentas Jawa Timur,” jelasnya.

Meski demikian, KONI memastikan bakal mengganti. Semua biaya yang dikeluarkan dari kantong pribadi masing-masing cabor akan diganti. ”Tapi setelah dana hibah dari pemkab cair,” jelas Hari.

Baca Juga :  Ini Target Gomes Menghadapi Persebaya Surabaya Nanti Malam

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan Saad Asjari menyangkal jika cabor di-support menggunakan dana pribadi. Justru ia memuji perjuangan para pengurus cabor. ”Bukan dari kami kok. Hal seperti itu tidak ada. Semua yang berjuang itu dari pengurus cabor masing-masing. Di sini kami hanya men-support,” jelas Saad.

Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bangkalan Edi Kiswanto membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kontingen silat Bangkalan berangkat menggunakan dana patungan pengurus. ”Saya tidak tahu dana patungan itu berasal dari pengurus yang mana. Apa dari KONI atau dispora, yang jelas pengurus cabor akan berusaha semaksimal mungkin mencapai target yang diinginkan,” jelas Edi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/