alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Dapat Perunggu setelah 11 Tahun

LUMAJANG, Jawa Pos Radar Madura – Penantian panjang cabor sepak takraw akhirnya terbayar. Setelah sebelas tahun, kontingen asal Bangkalan berhasil membawa pulang medali perunggu di ajang Porprov VII 2022.

Bangkalan hanya mendapat medali perunggu setelah tumbang dengan skor 2-1 dari Kabupaten Sumenep. Sementara tim takraw Sumenep harus mengakui ketangguhan Tuban setelah kalah dengan skor 2-0 di partai final.

Ketua Persatuan Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Bangkalan Mathari mengaku bangga atas perjuangan atletnya di porprov tahun ini. Meski dari nomor interegu putra hanya mampu menyumbang satu medali perunggu.

”Perjuangan anak-anak sangat luar biasa. Kami sampaikan banyak terima kasih kepada atlet, ofisial, dan KONI Bangkalan atas dukungannya di porprov ini,” katanya.

Baca Juga :  Madura United Ingin Curi Poin di Malang

Perolehan medali tim takraw Bangkalan terakhir kali didapat pada Porprov 2011. Itu artinya, setelah sebelas tahun puasa prestasi, tim takraw Bangkalan kini mampu kembali ke masa keemasannya.

”Penantian panjang itu terwujud dari kerja keras anak-anak yang selama ini konsisten berlatih,” katanya.

Di porprov cabor yang ditanganinya, juga ambil bagian di nomor double event. Pertandingan nomor itu akan dimulai melalui babak penyisihan. Dari nomor pertandingan itu, cabornya menargetkan meraih medali emas.

”Secara teknis, kita sangat siap. Nonteknis itu yang tidak bisa kita prediksi,” sambungnya.

Ketua PSTI Sumenep Ahmadi mengaku sangat bersyukur cabornya mampu membawa pulang perak. Meski sebenarnya target utamanya adalah medali emas. Secara permainan, dirinya menilai atletnya lebih bagus dibandingkan lawan.

Baca Juga :  Taklukkan Jrengik, Kedungdung Pertama Masuk Semifinal

”Hanya faktor keberuntungan saja yang belum berpihak kepada kami,” katanya. (jup/han)

LUMAJANG, Jawa Pos Radar Madura – Penantian panjang cabor sepak takraw akhirnya terbayar. Setelah sebelas tahun, kontingen asal Bangkalan berhasil membawa pulang medali perunggu di ajang Porprov VII 2022.

Bangkalan hanya mendapat medali perunggu setelah tumbang dengan skor 2-1 dari Kabupaten Sumenep. Sementara tim takraw Sumenep harus mengakui ketangguhan Tuban setelah kalah dengan skor 2-0 di partai final.

Ketua Persatuan Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Bangkalan Mathari mengaku bangga atas perjuangan atletnya di porprov tahun ini. Meski dari nomor interegu putra hanya mampu menyumbang satu medali perunggu.


”Perjuangan anak-anak sangat luar biasa. Kami sampaikan banyak terima kasih kepada atlet, ofisial, dan KONI Bangkalan atas dukungannya di porprov ini,” katanya.

Baca Juga :  Eks Sriwijaya Siap Redam Ambisi Beto

Perolehan medali tim takraw Bangkalan terakhir kali didapat pada Porprov 2011. Itu artinya, setelah sebelas tahun puasa prestasi, tim takraw Bangkalan kini mampu kembali ke masa keemasannya.

”Penantian panjang itu terwujud dari kerja keras anak-anak yang selama ini konsisten berlatih,” katanya.

Di porprov cabor yang ditanganinya, juga ambil bagian di nomor double event. Pertandingan nomor itu akan dimulai melalui babak penyisihan. Dari nomor pertandingan itu, cabornya menargetkan meraih medali emas.

”Secara teknis, kita sangat siap. Nonteknis itu yang tidak bisa kita prediksi,” sambungnya.

Ketua PSTI Sumenep Ahmadi mengaku sangat bersyukur cabornya mampu membawa pulang perak. Meski sebenarnya target utamanya adalah medali emas. Secara permainan, dirinya menilai atletnya lebih bagus dibandingkan lawan.

Baca Juga :  Bawa Kabur Mobil Kekasih, Tersangka dan Korban 11 Tahun Jalin Hubungan

”Hanya faktor keberuntungan saja yang belum berpihak kepada kami,” katanya. (jup/han)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/