21.6 C
Madura
Friday, December 9, 2022

Usia Produktif Isi dengan Kegiatan Produktif

M. Atiatul Muqtadir atau lebih akrab disapa Father, lahir di Palembang, 1 Agustus 1998. Father tercatat sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta dengan mengambil pendidikan kedokteran gigi. Sejak SD hingga SMP, Father menjalani pendidikan di lingkungan Islam. Ia pun dikenal sebagai sosok Qur’an reciter dan memiliki akun YouTube berisi video-video mengaji.

Ia aktif di berbagai kegiatan sosial, leadership, dan organisasi. Salah satunya Dentistry Muslim Tutorial sebagai mentor. Ketertarikan Father juga tumbuh pada dunia politik. Ia memiliki pandangan-pandangan tersendiri terhadap politik dengan berpegangan pada ketentuan-ketentuan Islam.

Ia memiliki visi dan cita-cita menjadi anugerah untuk keluarga, agama, bangsa, dan negara, salah satunya melalui buku pertamanya ini. Buku yang berjudul Kaum Rebahan Beri Perubahan adalah sebuah ajakan untuk memastikan usia produktif kita juga diisi dengan kegiatan yang produktif. Juga sebuah ajakan untuk menempuh perjalanan bersama, menjadi lebih berdampak. Agar kita tak hanya menjadi manusia baik, melainkan menjadi sebaik-baik manusia. Yakni bermanfaat bagi sesama.

Baca Juga :  Maniro AF.

Ini adalah sebuah keyakinan bahwa sejatinya kita yang masih sering bermalas-malasan hari ini, bukan berarti tak mampu membawa kebermanfaatan. Jika ada kesadaran dan kemauan, kemalasan itu bisa kita tinggalkan dan perubahan bisa kita hadirkan.

Masa lalu memang tidak bisa kita ubah, tapi masa depan bisa kita buat lebih cerah. We have to change! Sebab, masing-masing dari kita dinilai bukan dari bagaimana kita memulai, tapi bagaimana kita berakhir. Jadi, jangan sampai kita berakhir hanya sebagai kaum rebahan, padahal kita bisa beri perubahan.

Buku ini hadir diperuntukkan kepada kaum rebahan, terkhusus bagi generasi muda Indonesia yang namanya selalu disebut-sebut sebagai generasi penerus bangsa, generasi penentu berhasil tidaknya suatu negara. Penulis, melalui bukunya, dan penyampaian pesan dengan bahasa yang ringan, mengajak generasi muda yang kerap menghabiskan banyak waktu hanya untuk hal yang kurang bermanfaat atau bahkan tidak penting kepada hal yang jauh lebih bermanfaat.

Dalam hidup kita yang penuh dengan pilihan, setiap pilihan yang kita pilih akan memberikan konsekuensi tersendiri. Keberhasilan adalah kumpulan dari setiap pilihan tepat atas pilihan sederhana dalam hidup kita.

Baca Juga :  Seminar Literasi Sukses Berkat Semua Pihak

Kemudian, penulis menyadarkan bahwa sejatinya kesuksesan tidak digapai dengan cara yang biasa-biasa saja, semisal tiduran, nongkrong, dan hal-hal lain yang biasa dilakukan anak muda. Sebab ”salah satu pengerdilan terkecap dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah” (Buya Hamka).

Motivasi para tokoh-tokoh yang terdapat di buku ini mengiring pesan yang disampaikan penulis, agar lebih sampai kepada pembaca. Khususnya kepada kaum anak muda yang pastinya semua ingin menjadi orang sukses. Ubah cara berpikir, tempatkan sesuatu sekadarnya saja. Kemudian, lihat lagi visi hidup dalam diri kita. Kehidupan orang yang berjalan tanpa visi, dengan orang yang memiliki visi, tentu saja berbeda. Sebab, visi dapat membantu kita untuk menata fokus.

Kekurangan buku hanya karena tipis. (*)

AFIFAH NADHIRAH

Mahasiswi IDIA Prenduan asal Masalembu, Sumenep

M. Atiatul Muqtadir atau lebih akrab disapa Father, lahir di Palembang, 1 Agustus 1998. Father tercatat sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta dengan mengambil pendidikan kedokteran gigi. Sejak SD hingga SMP, Father menjalani pendidikan di lingkungan Islam. Ia pun dikenal sebagai sosok Qur’an reciter dan memiliki akun YouTube berisi video-video mengaji.

Ia aktif di berbagai kegiatan sosial, leadership, dan organisasi. Salah satunya Dentistry Muslim Tutorial sebagai mentor. Ketertarikan Father juga tumbuh pada dunia politik. Ia memiliki pandangan-pandangan tersendiri terhadap politik dengan berpegangan pada ketentuan-ketentuan Islam.

Ia memiliki visi dan cita-cita menjadi anugerah untuk keluarga, agama, bangsa, dan negara, salah satunya melalui buku pertamanya ini. Buku yang berjudul Kaum Rebahan Beri Perubahan adalah sebuah ajakan untuk memastikan usia produktif kita juga diisi dengan kegiatan yang produktif. Juga sebuah ajakan untuk menempuh perjalanan bersama, menjadi lebih berdampak. Agar kita tak hanya menjadi manusia baik, melainkan menjadi sebaik-baik manusia. Yakni bermanfaat bagi sesama.

Baca Juga :  Setiap Jomlo Pasti Punah pada Waktunya

Ini adalah sebuah keyakinan bahwa sejatinya kita yang masih sering bermalas-malasan hari ini, bukan berarti tak mampu membawa kebermanfaatan. Jika ada kesadaran dan kemauan, kemalasan itu bisa kita tinggalkan dan perubahan bisa kita hadirkan.

Masa lalu memang tidak bisa kita ubah, tapi masa depan bisa kita buat lebih cerah. We have to change! Sebab, masing-masing dari kita dinilai bukan dari bagaimana kita memulai, tapi bagaimana kita berakhir. Jadi, jangan sampai kita berakhir hanya sebagai kaum rebahan, padahal kita bisa beri perubahan.

Buku ini hadir diperuntukkan kepada kaum rebahan, terkhusus bagi generasi muda Indonesia yang namanya selalu disebut-sebut sebagai generasi penerus bangsa, generasi penentu berhasil tidaknya suatu negara. Penulis, melalui bukunya, dan penyampaian pesan dengan bahasa yang ringan, mengajak generasi muda yang kerap menghabiskan banyak waktu hanya untuk hal yang kurang bermanfaat atau bahkan tidak penting kepada hal yang jauh lebih bermanfaat.

Dalam hidup kita yang penuh dengan pilihan, setiap pilihan yang kita pilih akan memberikan konsekuensi tersendiri. Keberhasilan adalah kumpulan dari setiap pilihan tepat atas pilihan sederhana dalam hidup kita.

Baca Juga :  Sumbangan Islam untuk Peradaban Dunia
- Advertisement -

Kemudian, penulis menyadarkan bahwa sejatinya kesuksesan tidak digapai dengan cara yang biasa-biasa saja, semisal tiduran, nongkrong, dan hal-hal lain yang biasa dilakukan anak muda. Sebab ”salah satu pengerdilan terkecap dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah” (Buya Hamka).

Motivasi para tokoh-tokoh yang terdapat di buku ini mengiring pesan yang disampaikan penulis, agar lebih sampai kepada pembaca. Khususnya kepada kaum anak muda yang pastinya semua ingin menjadi orang sukses. Ubah cara berpikir, tempatkan sesuatu sekadarnya saja. Kemudian, lihat lagi visi hidup dalam diri kita. Kehidupan orang yang berjalan tanpa visi, dengan orang yang memiliki visi, tentu saja berbeda. Sebab, visi dapat membantu kita untuk menata fokus.

Kekurangan buku hanya karena tipis. (*)

AFIFAH NADHIRAH

Mahasiswi IDIA Prenduan asal Masalembu, Sumenep

Artikel Terkait

Kado Buat Sumenepku yang Ke-753

Talak Tiga dengan Korupsi

Pemkab Sampang Semarakkan Hari Jadi

Meneroka Seni Hidup Orang Jawa

Most Read

Artikel Terbaru

/