21.6 C
Madura
Friday, December 9, 2022

Bulan Depan Gelar Festival Musik Tongtong

Pemkab Sampang Semarakkan Hari Jadi

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kerinduan masyarakat terhadap semarak musik tongtong segera terobati. Tahun ini pemerintah kembali akan akan menggelar festival. Pemkab Sumenep akan menggelar kegiatan itu bulan depan. Pemkab Sampang juga akan menggelar festival untuk meramaikan hari jadi kabupaten.

Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep akan menggelar festival musik tongtong Sabtu (22/10). Panitia membatasi hanya 30 grup. ”Semuanya harus berasal dari Sumenep. Jadi bukan se-Madura,” terang Kepala Disbudporapar Sumenep Mohammad Iksan, Selasa (20/9).

Festival ini juga menyertakan persyaratan khusus. Salah satunya mewajibkan peserta memiliki Nomor Induk Kesenian (NIK). ”Ini sifatnya mutlak, otomatis diketahui jika misalnya peserta dari luar,” jelas mantan kepala dinas sosial itu.

Baca Juga :  Anugerah Sastra Rancage 2021 Digelar Secara Virtual

Selain untuk mengakomodasi keinginan penggiat musik tradisi, festival ini sebagai bentuk pelestarian seni tradisi. Sebab, musik tongtong ditetapkan sebagai salah dari warisan budaya tak benda (WBTB) pada 2021. ”Karena itu, wajib ada wadah dan motivasi pada masyarakat untuk pelestariannya,” tegasnya.

Festival musik tongtong adalah satu dari sekian event yang ditunggu-tunggu penggiat dan pelestari kesenian. Sebab, selama beberapa tahun, pemerintah tidak berani menggelar event tahunan ini karena pandemi Covid-19.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mengatakan, event kesenian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu penting. Namun, tidak kalah pentingnya lagi apabila event tersebut mampu menunjang perekonomian. ”Tidak sekadar mengadakan lomba atau festival, tapi ada target tertentu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tindak Lanjuti Rekom Bawaslu, KPU Sampang Bongkar Kotak Suara Patapan

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Sampang Marnilem menyampaikan, festival musik tradisional cukup lama tidak digelar pemerintah. Terutama semenjak pandemi karena ada pembatasan kegiatan masyarakat. Selain itu, pemerintah harus me-refocusing anggaran untuk penanganan pandemi.

Pihaknya mengapresiasi pegiat musik tradisional dug-dug yang kembali muncul setelah pandemi melandai. Hal itu menunjukkan bahwa kebudayaan tersebut tetap dilestarikan meski tidak difasilitasi pemerintah.

Karena itulah disporabudpar mencanangkan menggelar festival. Kegiatan ini akan menjadi rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sampang tahun ini. Sekaligus menjadi festival perdana pasca pandemi. ”Hari Jadi Kabupaten Sampang tahun ini kami akan gelar lagi festival musik tradisional dug-dug. Nanti, pada bulan Desember,” jelasnya. (di/jun/luq)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kerinduan masyarakat terhadap semarak musik tongtong segera terobati. Tahun ini pemerintah kembali akan akan menggelar festival. Pemkab Sumenep akan menggelar kegiatan itu bulan depan. Pemkab Sampang juga akan menggelar festival untuk meramaikan hari jadi kabupaten.

Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep akan menggelar festival musik tongtong Sabtu (22/10). Panitia membatasi hanya 30 grup. ”Semuanya harus berasal dari Sumenep. Jadi bukan se-Madura,” terang Kepala Disbudporapar Sumenep Mohammad Iksan, Selasa (20/9).

Festival ini juga menyertakan persyaratan khusus. Salah satunya mewajibkan peserta memiliki Nomor Induk Kesenian (NIK). ”Ini sifatnya mutlak, otomatis diketahui jika misalnya peserta dari luar,” jelas mantan kepala dinas sosial itu.

Baca Juga :  Usut Kasus, Kasatreskrim Minta Dukungan Masyarakat dan Media Massa

Selain untuk mengakomodasi keinginan penggiat musik tradisi, festival ini sebagai bentuk pelestarian seni tradisi. Sebab, musik tongtong ditetapkan sebagai salah dari warisan budaya tak benda (WBTB) pada 2021. ”Karena itu, wajib ada wadah dan motivasi pada masyarakat untuk pelestariannya,” tegasnya.

Festival musik tongtong adalah satu dari sekian event yang ditunggu-tunggu penggiat dan pelestari kesenian. Sebab, selama beberapa tahun, pemerintah tidak berani menggelar event tahunan ini karena pandemi Covid-19.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mengatakan, event kesenian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu penting. Namun, tidak kalah pentingnya lagi apabila event tersebut mampu menunjang perekonomian. ”Tidak sekadar mengadakan lomba atau festival, tapi ada target tertentu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Membedah Orisinalitas Perilaku Netizen

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Sampang Marnilem menyampaikan, festival musik tradisional cukup lama tidak digelar pemerintah. Terutama semenjak pandemi karena ada pembatasan kegiatan masyarakat. Selain itu, pemerintah harus me-refocusing anggaran untuk penanganan pandemi.

- Advertisement -

Pihaknya mengapresiasi pegiat musik tradisional dug-dug yang kembali muncul setelah pandemi melandai. Hal itu menunjukkan bahwa kebudayaan tersebut tetap dilestarikan meski tidak difasilitasi pemerintah.

Karena itulah disporabudpar mencanangkan menggelar festival. Kegiatan ini akan menjadi rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sampang tahun ini. Sekaligus menjadi festival perdana pasca pandemi. ”Hari Jadi Kabupaten Sampang tahun ini kami akan gelar lagi festival musik tradisional dug-dug. Nanti, pada bulan Desember,” jelasnya. (di/jun/luq)

Artikel Terkait

Kado Buat Sumenepku yang Ke-753

Talak Tiga dengan Korupsi

Meneroka Seni Hidup Orang Jawa

Most Read

Artikel Terbaru

/