alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Sumenep Batik on The Sea 2018 Meriah

SUMENEP – Pantai Lombang di Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, menjadi pusat perhatian Minggu (25/2). Di pantai dengan kekayaan cemara udangnya itu digelar Sumenep Batik on The Sea 2018. Kegiatan itu dilaksanakan untuk terus mengangkat batik Bumi Sumekar sebagai salah satu warisan budaya.

Dengan kegiatan itu, pemkab juga mengapresiasi para maestro batik yang mendedikasikan hidupnya demi eksisnya karya seni tersebut. Ratusan warga dan pengunjung pantai dari dalam dan luar daerah antusias mengikuti kegiatan itu. Secara garis besar kegiatan tersebut diisi empat agenda.

Yaitu, penampilan kesenian tradisional Sumenep, pemberian penghargaan kepada para maestro batik Sumenep, lelang masterpiece batik karya seorang maestro batik di Sumenep, serta lomba fashion batik, dan lomba fotografi.

Tak tanggung-tanggung, kegiatan itu turut dihadiri oleh Konsulat Jenderal Taiwan di Surabaya Jeffrey Hsiao. Hadir pula aktor sekaligus model Okan Cornelius dan Puteri Indonesia Jawa Timur Fatma Ayu Husnasari. Para investor dan Forkopimda Sumenep ikut memeriahkan kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Pengelolaan Wisata Belum Maksimal

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, kegiatan itu diselenggarakan untuk memperkenalkan batik dan potensi Sumenep ke dunia luar. Selain itu, dimaksudkan sebagai penghargaan terhadap para maestro batik di Sumenep.

”Yang utama, kegiatan ini adalah penghargaan bagi para pembatik, maestro batik yang ada di Sumenep. Karena dedikasi merekalah batik Sumenep tetap eksis dan dikenal oleh banyak kalangan sampai sekarang,” terangnya.

Acara yang menggunakan anggaran non-APBD itu diikuti 66 peserta lomba fashion batik, 108 fotografer dari berbagai daerah di Indonesia, dan ratusan pembatik dari Sumenep. ”Ini bagian dari usaha pemerintah untuk memberikan penghargaan dan motivasi bagi para pembatik di Sumenep untuk lebih maju dan revolusioner mengembangkan batik di Sumenep yang kita cintai ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Festival Kuliner Nusantara Sukseskan Visit Sumenep 2018

Busyro juga mengapresiasi keterlibatan kaum muda dalam dunia batik di Sumenep. Menurut dia, setiap tahun minat kaum muda terhadap dunia batik terus meningkat. Dia berharap, kaum muda ini menjadi tonggak berkembangnya industri batik di Sumenep.

”Perkembangan, kemajuan, perubahan, biasanya muncul dari generasi muda, generasi yang semangatnya masih penuh, daya gapainya masih sangat luas. Sehingga dengan munculnya pembatik muda di Sumenep, kami sangat bersyukur dan Pemkab Sumenep akan terus mendukung,” tandasnya.

 

SUMENEP – Pantai Lombang di Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, menjadi pusat perhatian Minggu (25/2). Di pantai dengan kekayaan cemara udangnya itu digelar Sumenep Batik on The Sea 2018. Kegiatan itu dilaksanakan untuk terus mengangkat batik Bumi Sumekar sebagai salah satu warisan budaya.

Dengan kegiatan itu, pemkab juga mengapresiasi para maestro batik yang mendedikasikan hidupnya demi eksisnya karya seni tersebut. Ratusan warga dan pengunjung pantai dari dalam dan luar daerah antusias mengikuti kegiatan itu. Secara garis besar kegiatan tersebut diisi empat agenda.

Yaitu, penampilan kesenian tradisional Sumenep, pemberian penghargaan kepada para maestro batik Sumenep, lelang masterpiece batik karya seorang maestro batik di Sumenep, serta lomba fashion batik, dan lomba fotografi.


Tak tanggung-tanggung, kegiatan itu turut dihadiri oleh Konsulat Jenderal Taiwan di Surabaya Jeffrey Hsiao. Hadir pula aktor sekaligus model Okan Cornelius dan Puteri Indonesia Jawa Timur Fatma Ayu Husnasari. Para investor dan Forkopimda Sumenep ikut memeriahkan kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Pengelolaan Wisata Belum Maksimal

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, kegiatan itu diselenggarakan untuk memperkenalkan batik dan potensi Sumenep ke dunia luar. Selain itu, dimaksudkan sebagai penghargaan terhadap para maestro batik di Sumenep.

”Yang utama, kegiatan ini adalah penghargaan bagi para pembatik, maestro batik yang ada di Sumenep. Karena dedikasi merekalah batik Sumenep tetap eksis dan dikenal oleh banyak kalangan sampai sekarang,” terangnya.

Acara yang menggunakan anggaran non-APBD itu diikuti 66 peserta lomba fashion batik, 108 fotografer dari berbagai daerah di Indonesia, dan ratusan pembatik dari Sumenep. ”Ini bagian dari usaha pemerintah untuk memberikan penghargaan dan motivasi bagi para pembatik di Sumenep untuk lebih maju dan revolusioner mengembangkan batik di Sumenep yang kita cintai ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Krisis Joki Karapan Sapi Geser Jadwal Visit

Busyro juga mengapresiasi keterlibatan kaum muda dalam dunia batik di Sumenep. Menurut dia, setiap tahun minat kaum muda terhadap dunia batik terus meningkat. Dia berharap, kaum muda ini menjadi tonggak berkembangnya industri batik di Sumenep.

”Perkembangan, kemajuan, perubahan, biasanya muncul dari generasi muda, generasi yang semangatnya masih penuh, daya gapainya masih sangat luas. Sehingga dengan munculnya pembatik muda di Sumenep, kami sangat bersyukur dan Pemkab Sumenep akan terus mendukung,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/