alexametrics
19.7 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Santri Bedah Buku Lora Karya RKH M. Tohir

PAMEKASAN – Ada yang spesial pada Pekan Ngaji III Pondok Pesantren (Ponpes) Mambul Ulum Bata-Bata (Muba) kali ini. Di antaranya, ribuan santri berkesempatan mengikuti bedah buku Lora; Status dan Kompetensi Kelimuan sebagai Penerus Pimpinan Pesantren.

Buku itu ditulis RKH M. Tohir Abd. Hamid selaku salah satu dewan a’wan ponpes tersebut. Buku itu menguak berbagai sisi dan aspek sosok lora (putra kiai). Belasan judul mengupas mengenai lora dalam buku tersebut.

Di antaranya, status lora dalam bingkai sosial dan budaya, pola pendidikan lora, potret  pendidikan lora, motivasi belajar lora, religiusitas lora, dan judul lain berkenaan dengan identitas lora. Ribuan santri berjubel membeli buku yang diterbitkan akhir 2017 tersebut.

Buku itu dibedah di Pondok Pesantren Muba putra dan putri pada Selasa malam (23/1) bersama Asosiasi Pemikir Bata-Bata (APB). Berbagai pertanyaan diajukan ribuan santri kepada APB yang mewakili penulis.

Baca Juga :  Sastra Madura Kembali Melangit dalam Konsistensi LHAG

Iksan Kamil Sahri perwakilan APB menjelaskan, lora berada di dua kutub magnet yang saling tarik-menarik. Satu sisi memiliki peran dan tangung jawab sebagai pengganti ayahnya. Bukan hanya dalam sektor kompetensi agama, juga dalam bidang keilmuan lainnya.

Di sisi lain mereka adalah sosok yang dihormati dan praktis tidak ada yang berani melawan. Sebagai makhluk sosial, lanjut Iksan, sedikit banyak bepengaruh pada kepribadian dan mental lora. Buku itu mengupas apakah ”pengultusan” terhadap lora berpengaruh terhadap motivasi belajarnya.

”Buku ini sangat menarik untuk dikaji dari berbagai sudut pandang. Khususnya tentang proses regenerasi kiai, sehingga mampu mengemban pesantren peninggalan ayahnya,” terangnya.

Dijelaskan, kompetensi kelimuan lora tergantung pada model dan gaya belajar. Meskipun dianggap memiliki kompetensi inteligensi yang melebihi masyarakat atau santri tidak menjadi jaminan yang bersangkutan bisa pandai. ”Meskipun sebagai lora kadang kemampuannya juga biasa-biasa saja. Malah, ada yang di bawah rata-rata. Maka, belajar adalah kunci agar dia pintar atau alim. Dengan demikian, dia kelak bisa menjadi pengganti ayahnya sebagai kiai,” terangnya.

Baca Juga :  Ciptakan Alat Operasikan Lampu dengan Handphone

Karena itu, dalam konteks pendidikan, menjadi lora berarti juga tekanan. Sebab yang bersangkutan harus menjadi orang yang saleh dan alim dibandingkan dengan santri kebanyakan. Khususnya, dengan santri yang berasal dari daerahnya sendiri.

”Dalam buku ini disinggung menjadi lora bukanlah jaminan menjadi orang hebat. Jika disadari dan dikelola dengan baik, tekanan ini menjadi motivasi tersendiri bagi lora giat belajar,” terangnya.

Buku 123 halaman ini hasil penelitian di Ponpes Muba kepada santri, khususnya yang berstatus lora. Tujuannya, menggambarkan status lora mengenai minat belajarnya. ”Buku ini diharapkan bisa memberi masukan konseptual bagi pembaca, santri, kiai dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santri. Lebih-lebih bagi yang berstatus lora,” pungkasnya.

PAMEKASAN – Ada yang spesial pada Pekan Ngaji III Pondok Pesantren (Ponpes) Mambul Ulum Bata-Bata (Muba) kali ini. Di antaranya, ribuan santri berkesempatan mengikuti bedah buku Lora; Status dan Kompetensi Kelimuan sebagai Penerus Pimpinan Pesantren.

Buku itu ditulis RKH M. Tohir Abd. Hamid selaku salah satu dewan a’wan ponpes tersebut. Buku itu menguak berbagai sisi dan aspek sosok lora (putra kiai). Belasan judul mengupas mengenai lora dalam buku tersebut.

Di antaranya, status lora dalam bingkai sosial dan budaya, pola pendidikan lora, potret  pendidikan lora, motivasi belajar lora, religiusitas lora, dan judul lain berkenaan dengan identitas lora. Ribuan santri berjubel membeli buku yang diterbitkan akhir 2017 tersebut.


Buku itu dibedah di Pondok Pesantren Muba putra dan putri pada Selasa malam (23/1) bersama Asosiasi Pemikir Bata-Bata (APB). Berbagai pertanyaan diajukan ribuan santri kepada APB yang mewakili penulis.

Baca Juga :  Ciptakan Alat Operasikan Lampu dengan Handphone

Iksan Kamil Sahri perwakilan APB menjelaskan, lora berada di dua kutub magnet yang saling tarik-menarik. Satu sisi memiliki peran dan tangung jawab sebagai pengganti ayahnya. Bukan hanya dalam sektor kompetensi agama, juga dalam bidang keilmuan lainnya.

Di sisi lain mereka adalah sosok yang dihormati dan praktis tidak ada yang berani melawan. Sebagai makhluk sosial, lanjut Iksan, sedikit banyak bepengaruh pada kepribadian dan mental lora. Buku itu mengupas apakah ”pengultusan” terhadap lora berpengaruh terhadap motivasi belajarnya.

”Buku ini sangat menarik untuk dikaji dari berbagai sudut pandang. Khususnya tentang proses regenerasi kiai, sehingga mampu mengemban pesantren peninggalan ayahnya,” terangnya.

Dijelaskan, kompetensi kelimuan lora tergantung pada model dan gaya belajar. Meskipun dianggap memiliki kompetensi inteligensi yang melebihi masyarakat atau santri tidak menjadi jaminan yang bersangkutan bisa pandai. ”Meskipun sebagai lora kadang kemampuannya juga biasa-biasa saja. Malah, ada yang di bawah rata-rata. Maka, belajar adalah kunci agar dia pintar atau alim. Dengan demikian, dia kelak bisa menjadi pengganti ayahnya sebagai kiai,” terangnya.

Baca Juga :  Tasawuf Kultural dalam Harmoni Sintong

Karena itu, dalam konteks pendidikan, menjadi lora berarti juga tekanan. Sebab yang bersangkutan harus menjadi orang yang saleh dan alim dibandingkan dengan santri kebanyakan. Khususnya, dengan santri yang berasal dari daerahnya sendiri.

”Dalam buku ini disinggung menjadi lora bukanlah jaminan menjadi orang hebat. Jika disadari dan dikelola dengan baik, tekanan ini menjadi motivasi tersendiri bagi lora giat belajar,” terangnya.

Buku 123 halaman ini hasil penelitian di Ponpes Muba kepada santri, khususnya yang berstatus lora. Tujuannya, menggambarkan status lora mengenai minat belajarnya. ”Buku ini diharapkan bisa memberi masukan konseptual bagi pembaca, santri, kiai dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santri. Lebih-lebih bagi yang berstatus lora,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/