alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Tak Ada Alokasi Dana Khusus Kesenian di Sampang

SAMPANG  – Pengembangan kesenian di Kabupaten Sampang butuh perhatian khusus dari pemerintah. Selama ini, sanggar dan paguyuban seni berjalan sendiri-sendiri. Desakan itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Amin Arif Tirtana.

Menurut dia, sanggar kesenian di Kota Bahari sebenarnya cukup banyak. Hanya, perhatian dari pemkab minim. Buktinya, pemkab tidak pernah mengalokasikan anggaran khusus untuk kesenian, sehingga ruang gerak pelakunya terbatas.

Semangat dari para penggiat kesenian saja tidak cukup. Butuh dukungan konkret dari pemkab, terutama dalam hal pendanaan. Dengan dukungan pemerintah, mereka akan semakin semangat meningkatkan kreativitas dalam berkarya.

Saat ini, jelas Amin Arif Tirtana, hanya beberapa sanggar yang masih bertahan dan tetap eksis. ”Yang masih menonjol dan tampil di berbabagi acara itu kesenian tari, musik dual, dan ludruk. Kalau yang lain jarang,” ucapnya Selasa (23/1).

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Tak Punya Penerjemah Naskah Kuno

Dia berharap agar dinas pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata (disporabudpar) memperhatikannya. Pemkab harus menyediakan dana khusus untuk mendorong geliat kelompok atau paguyuban kesenian di Kota Bahari.

”Sanggar kesenian itu harus dijaga dan dilestarikan. Banyak daerah yang memanfaatkan pentas kesenian untuk mempromosikan potensi wisata, sehingga daerah tersebut semakin dikenal masyarakat luar,” pintanya.

Kabid Kebudayaan dan Pariwisata Disporabudpar Sampang A.G. Wadud mengatakan, sanggar kesenian di Sampang berjumlah sekitar 57 kelompok. Terdiri dari seni tari, musik, seni rupa, dan kesenian yang lain.

Dia mengklaim, sebagian sanggar sudah diberikan pembinaan. ”Setiap ada acara atau event mereka selalu dilibatkan serta ditampilkan secara bergantian. Tujuannya, agar mereka bisa lebih percaya diri dan terus berkarya,” ujarnya.

Baca Juga :  Iman Budhi Santosa dan Kami

Pihaknya juga telah menyediakan gedung kesenian sebagai tempat berlatih atau mengadakan acara. Terkait anggaran, memang tidak dialokasikan karena ada peraturan bahwa sanggar atau paguyuban tidak boleh dapat dana bantuan sosial.

”Banyak sanggar kesenian yang mengajukan bantuan dana ketika mau mengadakan event dan tampil di luar daerah. Tetapi, kami hanya bisa menyumbang seadanya karena memang tidak dianggarkan,” pungkasnya. 

SAMPANG  – Pengembangan kesenian di Kabupaten Sampang butuh perhatian khusus dari pemerintah. Selama ini, sanggar dan paguyuban seni berjalan sendiri-sendiri. Desakan itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Amin Arif Tirtana.

Menurut dia, sanggar kesenian di Kota Bahari sebenarnya cukup banyak. Hanya, perhatian dari pemkab minim. Buktinya, pemkab tidak pernah mengalokasikan anggaran khusus untuk kesenian, sehingga ruang gerak pelakunya terbatas.

Semangat dari para penggiat kesenian saja tidak cukup. Butuh dukungan konkret dari pemkab, terutama dalam hal pendanaan. Dengan dukungan pemerintah, mereka akan semakin semangat meningkatkan kreativitas dalam berkarya.

Saat ini, jelas Amin Arif Tirtana, hanya beberapa sanggar yang masih bertahan dan tetap eksis. ”Yang masih menonjol dan tampil di berbabagi acara itu kesenian tari, musik dual, dan ludruk. Kalau yang lain jarang,” ucapnya Selasa (23/1).

Baca Juga :  Merek Berbahasa Madura

Dia berharap agar dinas pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata (disporabudpar) memperhatikannya. Pemkab harus menyediakan dana khusus untuk mendorong geliat kelompok atau paguyuban kesenian di Kota Bahari.

”Sanggar kesenian itu harus dijaga dan dilestarikan. Banyak daerah yang memanfaatkan pentas kesenian untuk mempromosikan potensi wisata, sehingga daerah tersebut semakin dikenal masyarakat luar,” pintanya.

Kabid Kebudayaan dan Pariwisata Disporabudpar Sampang A.G. Wadud mengatakan, sanggar kesenian di Sampang berjumlah sekitar 57 kelompok. Terdiri dari seni tari, musik, seni rupa, dan kesenian yang lain.

Dia mengklaim, sebagian sanggar sudah diberikan pembinaan. ”Setiap ada acara atau event mereka selalu dilibatkan serta ditampilkan secara bergantian. Tujuannya, agar mereka bisa lebih percaya diri dan terus berkarya,” ujarnya.

Baca Juga :  Iman Budhi Santosa dan Kami

Pihaknya juga telah menyediakan gedung kesenian sebagai tempat berlatih atau mengadakan acara. Terkait anggaran, memang tidak dialokasikan karena ada peraturan bahwa sanggar atau paguyuban tidak boleh dapat dana bantuan sosial.

”Banyak sanggar kesenian yang mengajukan bantuan dana ketika mau mengadakan event dan tampil di luar daerah. Tetapi, kami hanya bisa menyumbang seadanya karena memang tidak dianggarkan,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/