
Oleh DELVIS SALSABILA
TIDAK ada yang menyukai perang, sekalipun dalam skala rumah tangga yang digadang-gadang sebagai perang dunia. Sejak kehidupan pertama hingga berbagai peradaban berganti, peperangan adalah hal yang memiliki arti yang suram. Berteman akrab dengan kematian.
Saya benar-benar berdukacita ketika tersiar berita tentang keadaan saudara kita di Palestina sana. Saya benar-benar menangis saat melihat berbagai rekaman gambar sadis yang memenuhi halaman utama media sosial. Tidak berlatar lagu ala-ala senja atau lagu yang sedih, tanpa itu air mata saya sudah menitik bersama ribuan manusia yang memperjuangkan nyawanya.
Dua minggu sudah, serangan-serangan dilancarkan menghabisi permukiman dan anak-anak kecil. Bersumber dari pelepasan bom di rumah sakit Palestina yang menjadi tempat berlindung dan menyebabkan ribuan orang meninggal, ratusan lainnya terluka parah. Palestina kini telah menjadi neraka dunia.
Bukan tanpa tindakan, setelah dunia menyaksikan penyerangan yang lebih bermurod pada pembantaian dan pemusnahan tersebut, banyak negara yang mengecam perlakuan tak manusiawi Israel. Beberapa ada yang memutus hubungan kerja sama. Bahkan, sebagian negara telah menandatangani petisi agar Israel melakukan gencatan senjata di Palestina.
Namun nampaknya kecaman dunia tak memberikan rasa gentar kepada para zionis tersebut. Karena mereka masih memiliki backingan yang kuat dan mendukung mereka sepenuhnya. Mereka terus menggencarkan serangan-serangan kepada penduduk Palestina. Memilih tuli akan suara dunia.
Saya sebenarnya kesal, kenapa mereka bebal sekali oleh teguran-teguran yang telah dilontarkan. Seakan mereka baik-baik saja walau dikecam oleh seluruh dunia. Tidak banyak negara yang mendukung mereka. Tidak banyak hal yang bisa dilakukan untuk melawan hampir setengah negara yang ada di dunia.
Menurut saya, permainan mereka sangatlah cerdik. Mereka seakan bisa memprediksi –memang pasti– bahwa dunia akan mengecam tindakan mereka. Sehingga mereka perlu melakukan hal yang bisa terus membantu mereka dalam melancarkan serangan kepada warga Palestina.
Bagaimana caranya? Tentu Anda boleh bertanya dan saya akan mencoba menjawab sebisa saya. Jikalau Anda pergi ke minimarket, toko kelontong, supermarket atau mal terbesar sekalipun. Ketika Anda membeli berbagai kebutuhan sehari-hari, Anda membeli sabun, handbody, sabun cuci piring, sampo, deterjen, pembersih toilet, dan lainnya. Ketika Anda membeli popok untuk anak Anda, membeli susu untuk sarapan, membeli snack sebagai teman menonton, ketika Anda membeli tablet ata handphone untuk anak atau diri Anda. Di situlah ketika Anda berusaha memenuhi kebutuhan hidup, mereka beraksi secara senyap.
Mereka menguasai industri dunia, memproduksi produk untuk kebutuhan sehari-hari. Menjaring berbagai aspek kehidupan agar lebih mudah menangkap konsumen. Membentuk harga yang murah tapi berkualitas agar mata kita terus terpaku pada produk-produk mereka. Ketika kita sudah bergantung pada produk mereka karena mereka menang dari segala aspek. Maka, mereka berhasil menguasai pasar dunia secara perlahan.
Tak masalah dunia mengecam, tak masalah demonstrasi besar-besaran dilakukan di mana pun, atau petisi yang ditandatangani seluruh dunia, tentu tidak akan berpengaruh. Karena mereka sejatinya telah menguasai lewat produk-produk yang mereka sebarkan.
Secara tidak langsung kita telah membantu mereka untuk terus membunuh saudara kita.
Loh kenapa? Begini saudara, saya akan berusaha membuat Anda paham. Anda membeli produk mereka, anggaplah hanya tiga ribu saja. Bagi kita apa sih tiga ribu? Mana cukup untuk membeli satu nuklir. Untuk beli sabun saja tidak sampai dua minggu sudah habis. Tapi bayangkan, ketika produk itu terpampang di atas rak supermarket, toko kelontong atau minimarket yang ada di seluruh dunia, dalam sehari ada miliaran orang membeli produk yang sama dengan harga yang sama pula. Anda bisa bayangkan tiga ribu itu dikali jutaan orang yang membeli. Bisa diperhitungkan berapa mereka akan menghasilkan uang dalam sehari?
Jika dalam sehari saja mereka sudah mengantongi triliunan rupiah, hanya dengan benda receh namun melekat dengan keseharian kita, itu sudah cukup membantu mereka untuk menghabisi saudara kita di Palestina sana.
Sekeras apa pun dunia menolak, sesadis apa pun dunia menyindir dan mengecam perlakuan Israel kepada Palestina, jika kita masih membeli produk mereka, itu hal yang sia-sia. Saya ulangi SIA-SIA!
Jadi hindari produk mereka, produk-produk yang berkaitan dengan merek-merek mereka. Jangan biarkan mereka menguasai dunia untuk menghancurkan satu negara yang seharusnya hidup dengan tenang dan aman.
Ini bukan lagi masalah agama, ini adalah kemanusiaan! Jangan salurkan bantuan kita kepada para pelaku genosida tersebut sekecil apa pun itu, bahkan membeli korek kuping pun jangan sampai.
Dunia perlu tindakan, dunia jangan sampai buta, dunia jangan sampai menutup hati. Kita perlu bertindak secara real dan cerdas, tidak hanya berkoar-koar di media sosial atau di jalanan sana. Namun, dengan senang hati menjadi pelanggan setia produk-produk mereka. (*)
Guru pengabdian pertama PP Al-Amien Prenduan
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




