
Oleh SYAFIUDDIN SYARIF
RadarMadura.id – Setelah usai kegiatan pembelajaran, saya menemukan catatan berisi daftar pekerjaan rumah (PR) siswa yang diberikan oleh guru pengajar di sekolah. Rata-rata semua pelajaran, mungkin termasuk pelajaran yang saya ampu, juga tertulis dalam daftar tugas yang harus diselesaikan. Daftar itu tertulis rapi sesuai urutan waktu (hari, tanggal, bulan) yang berarti batas akhir atau deadline pengumpulan tugas.
Selama saya mengajar, baru kali ini, kali pertama menemukan catatan daftar tugas dan PR. Catatan ini saya temukan dari seorang siswi (murid perempuan). Saya tertarik, saya baca, saya pelajari, saya wawancara, kemudian saya ambil foto bukti dokumentasi. Ada keinginan diri untuk mengulas ”temuan” secara mendalam dengan dasar pengetahuan yang saya miliki.
Catatan daftar tugas dan PR ditulis oleh seorang siswi (murid) perempuan. Sebelumnya, saya tidak menemukan pada seorang siswa (murid laki-laki). Pada catatan itu saya menangkap spirit kesungguhan, kerja keras, ketelitian, dan penghargaan terhadap waktu. Sejauh yang saya ketahui, perempuan itu spesial dalam kecerdasan, sebab perempuan mewariskan kecerdasan pada anaknya. Kecerdasan seorang anak laki dan perempuan merupakan warisan dominan dari ibunya.
Seorang filsuf pragmatis Indonesia, Rocky Gerung, dalam sebuah acara talk show menyampaikan pendapatnya bahwa kecerdasan itu diwariskan oleh seorang ibu yang berjenis kelamin perempuan. ”Karena evolusi menuntut supaya peradaban tidak punah, supaya tidak punah musti ada bayi yang dilahirkan dari seorang yang cerdas, itu perempuan tuh,” kata filsuf yang populer dengan panggilan Bung Rocky.
Rocky Gerung menambahkan, ”Jadi, di mana-mana kalau Anda cerdas pasti karena ibumu cerdas. Kalau ibumu cerdas, karena neneknya cerdas. Laki-laki enggak ada fungsi dalam kecerdasan. Dia enggak menyumbang gen kecerdasan,” Bung Rocky semakin memerinci tentang warisan kecerdasan.
Dilansir dari nutrico.id, disebutkan bahwa ibu mewariskan dua kecerdasan pada anaknya. Sedangkan ayah mewariskan satu kecerdasan pada anaknya.
Kecerdasan yang dimiliki oleh seorang anak sejatinya sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, secara khusus kromosom. Setiap orang memiliki satu pasang kromosom seks di setiap selnya. Seorang perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan pada diri laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY). Kromosom-kromosom ini yang kemudian akan diturunkan kepada anak-anaknya, baik laki maupun perempuan.
Anak berjenis kelamin laki-laki akan mendapat warisan kromosom X dari ibunya, sedangkan kromosom Y akan ia dapatkan dari ayahnya. Sementara itu, anak berjenis perempuan akan mendapatkan warisan masing-masing kromosom X dari ibu dan ayahnya. Kromosom X inilah yang disebut sebagai pembawa gen kecerdasan. Seorang ibu memiliki dua kromosom X, sedangkan ayah hanya memiliki satu jenis kromosom X. Artinya, seorang ibu lebih mungkin mewariskan gen kecerdasan pada anak keturunan, baik laki maupun perempuan.
Anak berjenis kelamin laki-laki hanya mendapatkan warisan gen kecerdasan umum dari sang ibu. Anak berjenis kelamin perempuan mendapatkan warisan gen kecerdasan dari pihak ibu dan pihak ayahnya. Itulah alasan kenapa perempuan dianggap lebih cerdas daripada lelaki.
Saya teringat informasi yang disampaikan oleh pemateri saat mengikuti kegiatan workshop pembina Pramuka. Pemateri menyampaikan informasi bahwa kalau hendak menikah harus mencari perempuan yang pintar. Sebab, perempuan sebagai istri nantinya juga akan menjadi ibu dari anak-anak. Seorang ibu akan banyak berinteraksi dengan anak. Menemani anak di rumah dalam bermain dan belajar mengerjakan tugas-tugas sekolah. Ibu yang pintar dan cerdas akan menjadi guru bagi anak-anak di rumah. Sedangkan ayah, lelaki, lebih banyak di luar untuk bekerja, dan pulang ke rumah dalam keadaan lelah.
Eksplorasi kontemplasi saya semakin jauh hingga memasuki keluarga Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad memiliki tujuh anak, tiga laki-laki dan empat perempuan. Seluruh anak keturunan Nabi yang laki-laki dan perempuan meninggal saat masih kecil, terkecuali satu anak perempuan bernama Fatimah. Anak perempuan bernama Fatimah hidup sampai ia dewasa dan menikah. Fatimah adalah anak Nabi dari istrinya Siti Khadijah.
Mungkin inilah skenario dari Sang Maha Pencipta dalam merawat keagungan keluarga Nabi untuk melanjutkan syiar agama Islam. Seorang anak perempuan memiliki potensi lebih besar daripada anak laki-laki untuk mewariskan kecerdasan kepada anak keturunannya. Dalam hal ini adalah anak perempuan bernama Fatimah, yang akan mewariskan kecerdasan pada anak keturunannya dalam frame garis keturunan (nasab) agung Nabi Muhammad SAW.
Dan, ternyata benar, ajaran Islam tentang keharusan seorang anak lebih berbakti kepada ibu dibanding ayah. Sebab ternyata, secara keilmuan, ibu mewariskan kecerdasan yang lebih dominan dibanding ayah. (*)
*)Pegiat riset, guru di SMAN 1 Sumenep
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




