
KUPADAKU
1/
Pulanglah aku...
pulanglah,
di sana ada ruang
untuk aku raungkan
setelah beberapa lama
sunyi mengunjungi
waktu-waktu yang terparkir rapi
2/
Mandilah aku...
mandilah,
sebab banyak kata
yang memerkosa
tubuhmu yang tabah
maka bilaslah dengan mantra
3/
Sujudlah aku...
sujudlah,
ada yang Wujud sifatnya
tiada ia selain Ia
karena-Nya
setiap yang lahir akan ke hilir
kepada-Nya
segala yang datang akan pulang
4/
Makanlah aku...
makanlah,
jangan biarkan
waktu hidup kelaparan
banyak menu di meja makan
yang perlu disayang
5/
Minumlah aku...
minumlah,
ada dahaga
di setiap celah-celah tubuhnya
ia meraba ke sekujur rasa;
ah, segar telah tiba
6/
Bersyukurlah aku...
bersyukurlah,
ada yang Mahakasih
yang harus setia aku puji
tiap hari tiap kali
di mana aroma surga mendatangi
7/
Berdoalah aku...
berdoalah,
demi masa dan segalanya
yang terkurung di kamar distopia
tak tahu jalan untuk keluar
hanya kembang-kembang cerita
yang hampir pudar
8/
Aminlah aku...
aminlah,
segala yang semoga tumpah
di atas sajadah
dengan seruan dan pujaan
yang sukar mereda
tanpa titik atau koma
9/
Bacalah aku...
bacalah,
bait-bait ini bermunculan
dari kesunyian yang tersunyi
di mana cuma ada tembakau
dan kepulan asap yang penuh galau
menari-nari di kepala; ah, risau
10/
Berpuisilah aku...
berpuisilah,
sebelum Israfil dan Izrail
membuat aku menggigil
di tiap-tiap ibadah yang terlupa,
maka sebelum itu pula, akuilah aku sebagai puisi yang baqa setelah-Nya
Bandung, 2023
………………………………….
RUANG
barang kali di sana
ada ruang
untuk ku berteduh
dari raung-raung ketakutan
di sini,
sunyi terus menerkam tubuh
mencoba mencabit-cabit surgaku
obituari di mana-mana;
kadang meraba dada
kadang mengelus-elus kepala
sesekali ia mengingatkanku
untuk pergi ke ruang-Nya
barang kali disana
aku bertemu
saudara
yang iba.
Bandung, 2023.
………………………………….
PUISI INI
Tuhan…
Terima kasih,
atas izin yang Kau beri
surgaMu
telah kami copy paste
malam ini,
tepatnya
pada tubuh
puisi ini
Bandung, 2023.
………………………………….
DI KENING MALAM MINGGU #2
-syafa putri nabila
di kening malam minggu
ada sepotong cerita di atas meja
tentang seorang wanita
yang sukar berkata-kata
di atas meja itu
malam minggu selalu merindukan
minggu yang lalu
di mana kopi buatan ibu
sering membuat cemburu wanitaku
cakap-cakap itu
terus terngiang-ngiang di kendang telinga waktu
hingga subuh membangunkan tubuh
namun semenjak kepergianmu
pelukan Tuhan pun
terasa angin
hilang tanpa bekas
dulu kau buat libur tidurku
sekarang aku telah tidur dalam liburmu
Bandung, 2023.
………………………………….
*)Mahasiswa Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pemuda kelahiran Sumenep.
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


