BULAN ini merupakan momen luar biasa bagi masyarakat tanah air yang melaksanakan ibadah haji. Momen ini mengobati rasa ngilu setelah sebelumnya kegiatan ibadah haji kurang maksimal akibat hantaman pandemi Covid-19. Hari ini masyarakat yang terdaftar dan menunggu waktu pemberangkatan lumayan lama, akhirnya bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar.
Advertisement
Kebahagiaan tidak sekadar dirasakan jemaah haji. Semua lapisan masyarakat lainnya juga senang. Sebab, kegiatan bergengsi ini terlaksana sebagaimana kegiatan-kegiatan ibadah haji terdahulu. Momen ini bukan sekadar pelaksanaan ibadah sebagai kewajiban rukun Islam. Akan tetapi, ibadah ini juga merupakan pembelajaran langit bagi hamba (umat Islam) memaknai serangkaian kegiatan dalam ibadah haji untuk kebermanfaatan bagi manusia dan lingkungan sekitar.
Keberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci Makkah tahun ini memang menjadi warna superkeren dibanding pelaksanaan ibadah haji sebelumnya. Hal itu dalam pengamatan penulis karena jumlah jemaah haji lansia lumayan banyak. Selain itu, yang menarik karena para jemaah haji lansia mendapat pendampingan esktra ketat dari tenaga haji. Ada sekian cerita menarik yang bertabur di media sosial. Semisal, sejumlah jemaah haji lansia harus dibopong tenaga pendamping karena faktor kesehatan, meninggal dunia di Tanah Suci, dan jemaah lansia yang tersesat saat keluar hotel. Realitas jemaah haji lansia tersebut menjadi pernak-pernik cerita pelaksanaan haji tahun ini. Yang juga menjadi sangat penting, pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan menjadi modal penting bagi pelaksanaan ibadah haji selanjutnya yang semakin baik.
Keinginan masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji setiap tahun terus meningkat. Hal itu teramati dari jumlah calon jemaah haji yang mendaftar ke Kemenag. Masyarakat antusias mendaftar haji meski kebijakan tunggu lumayan lama. Masyarakat menganggap masa tunggu keberangkatan bukan hal yang perlu dipikirkan berlebihan. Sebab, kebijakan pemerintah memiliki maksud memberikan pelayanan terbaik kepada warga yang hendak melaksanakan ibadah haji. Meski dari lubuk yang paling dalam, masyarakat sangat berharap akan ada kebijakan baru yang bisa mempercepat daftar tunggu dalam pelaksanaan ibadah haji.
Advertisement
Saling Menghormati
Pelaksanaan ibadah haji di kawasan Madura selama ini identik dengan iringan-iringan sesak kendaraan. Jemputan atas saudara yang datang melaksanakan haji selama ini lumayan meriah. Satu sisi, hal itu menjadi kebiasaan warga Madura dalam meluapkan kebahagiaannya atas saudara yang sudah ditakdir bisa melaksanakan ibadah haji. Akan tetapi, di sisi lain kebiasaan menjemput jemaah haji dengan jumlah iringan kendaraan banyak menimbulkan dampak kurang enak bagi laju lalu lintas umum. Apalagi, saat jemputan jemaah haji melintas di rute jalanan sempit. Kondisi ini setidaknya menjadi bahan kajian bersama untuk memikirkan strategi terbaik meluapkan kegembiraan tanpa harus mengganggu stabilitas lalu lintas warga yang lain.
Advertisement
Islam merupakan agama yang sarat dengan ajaran dan ajakan cinta, ramah/santun, dan saling menghormati satu sama lain. Konsep santun dalam ajaran Islam menjadi garis penting agar setiap kegiatan bisa menyejukkan banyak orang. Pelaksanaan ibadah haji dengan sekian kegiatan ibadah kepada Tuhan setidaknya akan bisa mewujud dalam praktik kesantunan sosial. Termasuk, meminimalkan kebiasaan membuat macet lalu lintas masyarakat umum. Konsep kesantunan sosial yang paling sederhana mungkin dengan format yang lain. Pertama, menekan sesedikit mungkin jumlah kendaraan jemputan jemaah haji bersangkutan. Kedua, sebagian biaya jemputan dialokasikan pada amal jariah untuk kepentingan sosial, agama, dan pendidikan saja. Semoga bermanfaat. (*)
*)Dosen Instika Guluk-Guluk dan anggota Dewan Kehormatan IWO Jawa Timur
Ketua KBIHU Althof Bangkalan Imam Tahmidillah mengatakan, setelah seluruh proses skrining kesehatan dan administrasi kedatangan di asrama haji rampung, jemaah dijadwalkan bertolak menuju Madura.
Ratusan CJH Kabupaten Sampang resmi diberangkatkan menuju Embarkasi Sukolilo, Jumat (8/5). Bupati Slamet Junaidi memastikan proses pemberangkatan berjalan aman dan tertib.
di beberapa daerah seperti di Banten tercatat, para haji langsung tancap gas. Memobilisasi massa melakukan perlawanan meski dengan skala kecil dan temporal